LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
JAMUAN SI MEN CING,


__ADS_3

Si Men Cing tersenyum kemudian berkata,


Jam segini paman Yao juga tentu sudah tutup toko, nanti saya akan meminta pelayan .


ku mengabari paman Yao.


Bahwa kamu sedang bertamu di sini, jadi kamu tenang saja jangan khawatir. ucap Si Men Cing mencoba menenangkan Lin Lin


Lin sedikit terkejut mendengar Si Men Cing ingin mengirim Pelayannya mengabari ayahnya.


Dia datang tadi diam-diam, karena bila ayahnya tahu pasti akan memarahinya dan tidak akan pernah mengijinkannya.


Lin Lin sejenak terdiam kemudian berkata,


'Tidak perlu repot-repot, aku cuma sebentar ini juga mau pulang," ucap Lin Lin mau membalikkan badannya pulang.


Tapi Si Men Cing dengan cepat dan lembut menggenggam tangan Lin Lin, kemudian dengan lembut menuntun Lin Lin ikut dengan nya. sambil berkata,


"Tidak apa-apa kalau begitu sebentar saja, nanti pulangnya biar diantar pake kereta kuda jadi bisa menghemat waktu.."


Lin Lin seperti terhipnotis tidak bisa menolaknya, tersenyum malu-malu, mengikuti langkah Si Men Cing masuk kedalam kediamannya yang besar dan megah.


Setelah masuk kedalam kediaman Si Men Cing, Lin Lin sedikit terpesona dengan kemegahan di bagian dalam gedung.


Yang tertata dengan rapi bersih dan banyak barang-barang mewah dan barang antik yang tersusun rapi .


Di dinding sekeliling ruangan tergantung banyak Lukisan indah dan tulisan kaligrafi.


Lin Lin dituntun oleh Si Men Cing yang terus menggenggam tangannya dengan mesra, masuk keruang dalam.


Menyusuri sebuah jalan yang tidak terlalu besar diapit oleh dua sisi tembok di kiri kanan.


Tembok tersebut dihiasi dengan lukisan yang langsung di lukis ditembok.


Lukisan tersebut sangat indah dan seperti hidup.


Wajah Lin Lin memerah melihat lukisan tersebut, dimana banyak terlihat pria tampan dan wanita cantik sedang bermesraan dan berciuman dengan pakaian setengah terbuka.


Gambar-gambar di dinding sangat memancing imajinasi liar dan merangsang bagi yang melihatnya.


Lin Lin agak malu, tapi juga penasaran diam-diam melirik dan mencuri pandang melihat lukisan-lukisan di sepanjang dinding itu.


Lin Lin diam-diam juga melirik ingin tahu respon Si Men Cing, tapi dia melihat Si Men Cing biasa-biasa saja.


Terus melangkah sambil menggenggam tangannya dengan lembut, seperti tidak terpengaruh sama sekali.

__ADS_1


Lin Lin menjadi lebih tenang ketika melihat


Si Men Cing tidak menyadari perubahannya, saat melihat lukisan di dinding koridor ini.


Lin Lin merasa tubuhnya sedikit panas dan agak gerah melihat gambar-gambar didinding ini.


Ada perasaan aneh yang belum pernah dia rasakan selama ini.


Untungnya mereka segera melewati area itu, perlahan-lahan perasaan aneh itupun hilang.


Lin Lin bisa tenang kembali, Si Men Cing membawa Lin Lin menuju sebuah taman bunga yang indah.


Dikelilingi pepohonan besar sehingga tempat tersebut selain indah juga adem.


Ditengah taman ada sebuah tempat peristirahatan lengkap dengan meja dari batu alam yang halus, dan tempat duduk yang juga terbuat dari bahan yang sama.


dibawah bangunan peristirahatan ada kolam ikan hias, yang berisi ikan berbagai macam warna dan besar-besar sangat cantik.


Air kolam sangat jernih sehingga bebatuan didasar kolam terlihat jelas, tidak jauh dari tempat peristirahatan tersebut terlihat sebuah air terjun kecil.


Di pinggir sekeliling tempat peristirahatan dikelilingi bangku dari kayu.


Dan ada pagar pembatas dari kayu, yang bila orang sedang duduk di bangku kayu yang halus itu.


Orang dapat bersandar dipagar tersebut yang tingginya sebatas dada manusia dalam posisi duduk.


Sejenak kemudian Pelayan wanita mulai berdatangan mengantar berbagai jenis makanan kecil berwarna-warni dan minuman sari buah-buahan.


Si Men Cing mengajak Lin Lin duduk di kursi batu alam, kemudian dia mulai mengeluarkan Coi Pan buatan Lin Lin.


Yang terlihat sederhana bila dibandingkan berbagai camilan berwarna-warni diatas meja.


Lin Lin merasa malu dan agak minder.


"Silahkan dicoba camilannya adik Lin Lin, jangan sungkan.


Dan minuman sari buah ini juga sangat enak," ucap Si Men Cing penuh perhatian sambil menyumpitkan berbagai macam kue ke piring kosong dihadapan Lin Lin dan menuangkan sari buah ke cawan Lin Lin.


Si Men Cing kemudian menyumpit beberapa Coi Pan buatan Lin Lin dan mulai mencicipinya.


Lin Lin menatap dengan tegang takut kue buatannya tidak sesuai dengan selera pria dihadapannya.


Yang pasti tidak biasa makan kue sederhana seperti buatannya ini, karena sudah terbiasa .makan kue buatan koki istimewa yang mewah.


Si Men Cing makan dengan lahap, dalam sekejap 3 biji Coi Pan buatannya telah habis di makan Si Men Cing.

__ADS_1


Si Men Cing mengangkat kepalanya, dan tersenyum malu kemudian berkata.


"Maaf aku bersikap memalukan dan rakus, menjadi tertawaan adik Lin.


Tapi kue buatan mu ini sangat istimewa enak dan lezat sehingga aku tidak bisa menahan diri."


Lin Lin merasa hatinya sangat nyaman dan bahagia mendengar pujian pria dihadapannya yang sangat dia kagumi.


Si Men Cing kembali mengambil dua Coi Pan buatan Lin Lin dan makan dengan lahap.


Lin Lin sangat senang dan bahagia sambil tersenyum manis dia berkata, dengan gembira.


"Kalau suka dan cocok dengan selera


Si Men Ke ke makanlah yang banyak besok-besok saya akan buatkan lagi."


Setelah menghabiskan 5 buah Coi Pan buatan Lin Lin Si Men Cing pun berkata,


"Adik Lin Lin juga harus makan, jangan hanya melihat ku makan saja, ayo di cicipi kue dan minuman sari buahnya."


"Meski tidak seenak Coi Pan buatan


adik Lin Lin tapi lumayanlah dibandingkan camilan jalanan.


Di dalam tempat persembunyiannya Lu Fan sangat kesal ingin rasanya dia menampar


Si Men Cing itu sampai copot semua giginya.


Berani menghina camilan pagi yang sering dia kirim buat Lin Lin sebagai sarapan pagi.


Aku duduk disini di kerubutin semut, dia enak-enak makan Coi Pan yang seharusnya untuk ku itu, masih berani omong besar.


Lihat saja kalau berani macam-macam dengan Lin Lin, akan ku cabut gigi mu satu persatu biar tahu rasa batin Lu Fan jengkel.


Lin Lin terbelalak setelah mencicipi sebuah kue berbentuk daun, teksturnya begitu lembut dan empuk isi didalamnya juga sangat wangi dan manis rasanya sangat luar biasa enak.


Seumur-umur Lin Lin tidak pernah merasakan kue selezat ini.


Lin Lin kembali mencoba kue lainnya, semuanya sangat istimewa dan enak-enak, sehingga Lin Lin tidak dapat menahan diri menambah beberapa kue lagi kedalam piringnya.


Setelah menghabiskan hampir 10 kue Lin Lin baru mencoba minuman sari buah, karena merasa sedikit haus setelah makan banyak kue.


Ternyata sari buah juga sangat enak, dingin manis dan wangi.


Setelah minum beberapa teguk sari buah

__ADS_1


Lin Lin tiba-tiba merasa kepalanya sedikit pusing.


Badannya agak gerah, perasaan ketika melihat lukisan di koridor kembali muncul kali ini lebih hebat, Lin Lin merasa seluruh tubuhnya seperti sedang di rayapi semut.


__ADS_2