
Bun Houw kemudian mengipas-ngipas agar asap tersebut semuanya masuk kedalam gua.
Bun Houw berencana bila didalam gua ternyata ada mahluk buas atau pun siluman.
Asap yang dibuatnya akan memaksa mahluk berbahaya di dalam gua agar keluar dan meninggalkan gua .
Bun Houw dengan sabar menunggu sampai asap hilang, ternyata tidak ada mahluk yang keluar
Maka dia memutuskan memasuki gua sambil membawa obor, dibawah penerangan api obor Bun Houw perlahan-lahan dan hati-hati berjalan masuk kedalam gua.
Untungnya didalam gua tidak banyak bercabang jalannya, kalaupun ada cabang lubang gua nya kecil dan sempit susah dilewati manusia.
Dibagian paling ujung gua, Bun Houw hanya menemukan sebuah kolam berwarna hitam gelap.
Kolam tersebut tidak besar kisaran 7 sampai 8 meter luasnya.
Bun Houw mendekatkan obor kearah kolam yang terlihat hanya pantulan bayangan obor dan bayangan wajahnya saja.
Sedangkan kolam itu tetap berwarna hitam gelap dan tidak terlihat sama sekali dasar kolamnya.
Bun Houw berpikir bagaimana cara dia bisa memeriksa dasar kolam bila dasar kolam gelap gulita seperti ini.
Menggunakan cahaya obor juga tidak mungkin, meletakkan obor dipinggir kolam tidak akan membantu.
Di bawa menyelam jelas tidak mungkin, tiba-tiba teringat hadiah Yi Yi padanya ketika mereka pertama kali jadian.
Bun Houw mengeluarkan sebutir mutiara hijau bermama (Ya Ming Cu) mutiara tersebut dapat mengeluarkan cahaya di dalam kegelapan.
Bun Houw melepas seluruh pakaiannya agar tidak basah, lalu dia melompat ke dalam kolam menyelam menggunakan cahaya Ya Ming Cu untuk isi dari dasar kolam.
Ketika Bun Houw sedang asyik mengamati isi dasar kolam, tiba-tiba dia merasa ada sesuatu yang membentur betisnya.
Bun Houw langsung mengarahkan cahaya Ya Ming Cu kearah betisnya yang terbentur tadi.
Bun Houw sangat terkejut ketika melihat sepasang mata yang sedang menatap kearahnya dengan tajam.
Sepasang mata itu ternyata berasal dari mata seekor buaya raksasa yang ukurannya sangat besar.
Bun Houw sempat berpikir akan melarikan diri, tapi dia sadar jaraknya dan buaya itu begitu dekat begitu dia berbalik buaya itu akan langsung menelannya.
__ADS_1
Bun Houw bersiaga menunggu Buaya itu menyerang, sesuai dugaannya buaya itu menyabetkan ekornya kearah Bun Houw
Bun Houw menyelam menghindari kibasan ekor buaya yang membuat air dikolam itu bergolak.
Buaya itu sangat besar sedangkan kolam ini tidak begitu luas sehingga gerakan buaya tersebut menjadi kurang leluasa.
Meski kibasan ekor buaya itu tidak sampai mengenai Bun Houw tapi arus kolam yang bergejolak hebat menghempaskan tubuh Bun Houw menghantam dinding kolam.
Bun Houw berusaha menstabilkan posisi nya kemudian dia berenang ingin menjauhi buaya itu dan keluar dari dalam kolam.
Tapi buaya itu tidak ingin melepaskan mangsanya begitu saja, dia bergerak cepat membuka mulutnya lebar-lebar ingin mencaplok Bun Houw.
Bun Houw batal berenang keluar dari kolam,
begitu melihat serangan buaya itu kearahnya.
Bun Houw mengeluarkan sebilah belati yang bersinar berkilauan di dalam kegelapan.
Belati ini milik Lu Fan, disaat membangun pondok kemaren Lu Fan meminjamkan padanya untuk memotong akar dan memapas dahan-dahan pohon yang alot.
Dia belum sempat mengembalikannya, tapi kelihatannya saat ini malah belati ini bisa dia gunakan untuk menghadapi buaya ganas ini.
Bun Houw melihat ada setitik terang diatas rongga mulut buaya itu, Bun Houw menebak mungkin disitu letak titik lemah buaya itu.
Dengan menendang kedua kakinya kearah dinding kolam, tubuhnya melesat cepat ketitik cahaya itu.
"Yi Yi maafkan aku selamat tinggal," gumam Bun Houw didalam hati sebelum melesat ketitik cahaya dalam rongga mulut atas buaya itu.
Dia tidak yakin titik itu bisa membunuh buaya itu, tapi setidaknya dia harus mencoba kesempatan itu daripada mati konyol.
Buaya itu tubuhnya bergetar hebat ketika Bun Houw menusuk dan menembus rongga mulut bagian atas asal titik cahaya itu.
Mungkin ini yang namanya nasib Bun Houw belum ditakdirkan mati ditelan buaya yang berusia 500 tahun.
Bun Houw keluar menembus kepala buaya, merusak otak di kepala buaya itu sambil menggenggam sebuah mutiara sebesar bola kasti yang bercahaya terang.
Kini seluruh kolam terlihat jelas, Bun Houw menyimpan kembali Ya Ming Cu hadiah Yi Yi, kini dia menggunakan mutiara buaya itu sebagai alat penerangan menyusuri kolam itu.
Mayat buaya itu perlahan-lahan melayang tenggelam ke dasar kolam yang sangat dalam.
__ADS_1
Bun Houw terus menyelam kebawah, kira-kira berjarak 5 meter dari dasar kolam Bun Houw melihat sebuah gua yang sangat besar.
Bun Houw memperkirakan biaya itu mungkin muncul dari gua ini, dia segera berenang masuk kedalam gua itu untuk menyelidikinya.
Setelah berenang hampir 20 meter kedalam gua itu, Bun Houw menemukan gua itu ternyata buntu dan tidak ada apa-apa di sana.
Saat Bun Houw memutuskan ingin pulang, dia melihat diatas tempat gua buntu ada cahaya yang masuk.
Bun Houw pun berenang keatas menuju cahaya tersebut, Bun Houw keluar dari dalam kolam menghirup udara segar dengan nafas terengah-engah.
Cahaya yang dilihat Bun Houw didasar kolam berasal dari cahaya bulan yang muncul diatas kepala Bun Houw saat ini.
Bulan bersinar dengan terang sehingga Bun Houw dapat melihat dengan jelas tanpa perlu menggunakan mutiara buaya yang didapatkannya barusan ini.
Bun Houw melihat tempat itu tetap dikurung oleh dinding tebing batu.
Hanya bedanya diatasnya bolong sehingga cahaya dapat masuk.
Bun Houw melihat didepannya ada pohon-pohon aneh dan memiliki buah berwarna merah dengan sisik seperti kulit naga.
Bun Houw berpikir ada pohon bisa tumbuh disana, berarti tempat itu adalah sebuah daratan.
Bun Houw pun berenang kearah pohon tersebut dan Bun Houw menemukan pasir landai mirip pantai.
Keluar dari dalam kolam itu Bun Houw melihat sekitarnya, selain banyak pohon berbuah aneh hanya ada sebuah batu besar yang terletak ditengah-tengah tempat itu.
Batu besar itu berwarna putih transparan mengeluarkan cahaya keemasan, terletak ditengah-tengah pohon-pohon aneh yang berjejer mengelilingi batu putih tersebut.
Bun Houw pelan-pelan berjalan mendekati batu putih itu, setelah dekat Bun Houw baru melihat dengan jelas, didalam batu putih itu terlihat ada sebuah batu lagi berwarna hijau kehitaman.
Bentuk batu hijau kehitaman itu seperti bentuk janin atau bayi yang sedang meringkuk dalam kandungan.
Bun Houw sangat penasaran dia ingin mendekat tapi tertahan oleh sebuah segel formasi dewa yang tidak kasat mata.
Ketika dia memaksa diri menghancurkan penghalang itu tubuhnya terpental jauh dan kembali terjatuh kedalam kolam yang menimbulkan cipratan air kemana-mana saat tubuh Bun Houw menghantam kolam.
"BYUUURRR...!!"
Bun Houw sedikit gelagapan menelan beberapa teguk air kolam, dia muntah-muntah dan batuk darah, Bun Houw merasa dadanya sangat nyeri.
__ADS_1
Perlahan-lahan dia berenang keluar dari dalam kolam, duduk bersila menggunakan
Im Yang Sen Kung menyembuhkan luka dalam akibat tenaga pantulan segel formasi dewa.