
Kibasan ekor Naga Hitam berhasil menghempas terjangan Harimau putih.
Phoenix Api tidak menyemburkan api lagi, takut malah mencederai kawan sendiri, Naga Biru yang sedang saling belit saling tekan dengan Naga Hitam.
Phoenix Api kini menerjang mengganggu Naga Hitam yang sedang berusaha mengigit leher Naga Biru yang tertekan tubuhnya di bawah oleh cakar depan Naga Hitam.
Naga Biru Bukuan tandingan Naga Hitam yang ukuran tubuh nya 4 kali lipat dari Naga Biru.
Phoenix Api menyerang kepala Naga Hitam dengan sepasang cakarnya.
Naga Hitam yang merasa ada bahaya sedang mengincar kepalanya, dia segera melempar Naga Biru menyambut bahaya tersebut.
Phoenix Api yang takut mencederai teman sendiri menjadi gelagapan menarik kembali cakarnya.
Tapi dia sedikit terlambat menghindar, sehingga tubuhnya ditabrak oleh tubuh Naga Biru hingga terpental.
Naga Hitam yang melihat peluang ini segera menerjang dengan Cakarnya berusaha mencengkram Sayap Phoenix Api dan leher Naga biru.
Harimau putih yang melihat kondisi kedua temannya mengereng keras, kemudian menerkam kearah Naga Hitam dengan sepasang cakar berkuku panjang dan taringnya.
Naga Hitam kembali menggunakan ekornya menyabet kearah Harimau putih, tapi Harimau itu tidak bodoh, dia adalah mahluk dewa.
Harimau putih melompat menghindar malah dia menggunakan ekor Naga Hitam sebagai batu loncatan.
Untuk melesat menyerang leher Naga Hitam, karena sabetan ekornya gagal Naga Hitam tidak punya waktu mengurus serangan Harimau putih.
Naga Hitam membiarkan harimau putih mencakar dan mengigit bagian lehernya sesuka hati.
Karena Naga Hitam memperhitungkan harimau putih tidak akan sanggup melukai dirinya yang terlindungi oleh sisiknya yang keras.
Phoenix Api dan Naga Biru yang bertabrakan belum sempat mengatur persiapan, sepasang cakar Naga Hitam sudah datang.
Cakar Naga Hitam yang besar dan tajam berhasil mencengkram Sayap Phoenix Api dan leher Naga Biru.
Kedua mahluk itu satu memekik yang satunya lagi meraung kesakitan terkena cengkraman Naga Hitam.
Sebelum mereka sempat meronta Naga Hitam sudah menghempaskan tubuh mereka keatas tanah.
Naga Hitam membuka mulutnya lebar-lebar kemudian mencoba untuk mengakhiri perlawan Naga Biru dengan mengigit Tenggorokan Naga Biru.
__ADS_1
Tapi sebelum serangan Naga Hitam terlaksana, sebuah Cangkang kura-kura raksasa datang menghantam badan Naga Hitam hingga terpental bergulingan membawa Harimau Putih yang masih mencengkram erat lehernya.
Akibat terpental oleh serudukan Cangkang kura-kura Xuan Wu, Cengkraman cakar Naga hitam terhadap Phoenix Api dan Naga Biru pun terlepas.
Phoenix Api kembali bisa terbang diudara sambil memekik nyaring.
Kini yang dalam bahaya adalah Harimau Putih akibat Naga Hitam terpental bergulingan tubuh' Harimau Putih babak belur tertindih oleh Naga Hitam.
Naga Hitam tidak melepaskan kesempatan itu, dia langsung meraih mulut Harimau Putih dengan sepasang cakarnya.
Tanpa membuang waktu dia merobeknya, sehingga rahang Harimau Putih terlepas jatuh terkulai tak berdaya di bawah cengkraman cakar Naga Hitam yang perkasa.
Memenangkan pertempuran melawan Harimau Putih membuat Naga Hitam meraung keras menggetarkan seluruh arena pertempuran..
Naga Biru dan Phoenix Api yang sudah mencicipi pil pahit dari Naga Hitam terlihat sedikit keder menghadapi Naga perkasa itu.
Hanya kura-kura Xuan Wu yang terlihat tetap tenang ditempatnya.
Sambil menatap tajam kearah Naga Hitam, menunggu reaksi berikutnya dari Naga Hitam.
Xue Yen dan Park Won sudah mulai terlibat saling serang, boleh di bilang Xue Yen lah yang lebih banyak menyerang.
Sedangkan Park Won lebih banyak menghindar.
Hasilnya membuat dia merasa sedih juga marah, saat melihat salah satu hewan kesayangannya Harimau putih kini telah tewas mengenaskan dibawah cengkraman cakar Naga Hitam.
Sambil memekik keras sepasang mata Park Won kini bersinar kebiruan dia menatap kearah Xue Yen dan berkata,
"Nona kamu dari terus menyerang ku, pasti sangat lelah..!"
"Lihat lutut mu sudah gemetaran..hampir tidak kuat berdiri..!"
"Pejamkan matamu tidur lah...tidur lah...!"
Suara dan tatapan mata Park Won yang penuh dengan tenaga mistis.
Membuat Xue Yen tiba-tiba merasa kedua kakinya kehilangan tenaga, jatuh terduduk bersimpuh diatas tanah.
Xue Yen merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, tapi dia tidak kuasa menolaknya.
__ADS_1
Xue Yen terkejut dan terbelalak tak percaya, tapi sesaat kemudian matanya perlahan-lahan mulai terpejam tidak kuat menahan kantuk.
Melihat hal ini sambil tersenyum lebar Park Won melesat kearah Xue Yen dengan sebuah pedang berwarna hitam, berbentuk seperti ular
Badan pedang itu berkelok-kelok mirip tubuh ular, sedangkan ujung pedang mirip dengan lidah ular yang bercabang dua.
Saat pedang itu hampir menyentuh leher Xue Yen yang diam tidak bergerak seperti sedang tertidur pulas.
Sebatang pedang berwarna biru melesat tepat menangkis serangan tersebut.
Kemudian terdengar Auman menggetarkan tempat tersebut, membuyarkan pengaruh sihir yang dilepaskan Park Won.
Xue Yen membuka kembali matanya, begitu pengaruh sihir yang dilepaskan oleh Park Won menghilang.
Xue Yen kini sadar tadi dia terpengaruh oleh ucapan dan tatapan mata yang mengandung kekuatan magis dari tua Bangka yang menjadi lawannya itu.
Kini Xue Yen akan berusaha lebih waspada agar tidak sampai terpengaruh lagi, barusan Auman Naga suaminya berhasil membuyarkan pengaruh sihir tersebut.
Xue Yen jadi terispirasi untuk memainkan jurus ciptaan nya yaitu pekikan Phoenix Es.
Xue Yen melihat pedang biru kesayangannya tertancap tidak jauh darinya.
Dia segera mengulurkan tangannya, seperti ada kontak batin pedang itu langsung melayang ke dalam genggamannya.
Xue Yen mulai memainkan tarian Pedang Badai Salju dan Es, ilmu pedang yang akhir-akhir ini baru dia ciptakan.
Dan belum pernah dia gunakan, selain berlatih lawan tanding dengan Lu Sun suaminya di lembah.
Xue Yen langsung bergerak menyerang Park Won dengan tarian pedang yang lemah gemulai tapi mematikan setiap jurus yang di mainkan nya.
Tarian pedang Xue Yen membuat dirinya menciptakan hawa dingin kemudian badai salju dan es mulai turun deras disekitar area pertempurannya.
Xue Yen berubah menjadi gulungan sinar pedang berwarna biru yang diselimuti oleh badai salju dan es.
Park Won memainkan jurus pedang Ular' Hitam untuk menahan serangan Xue Yen, benturan senjata yang memekakkan telinga dan menimbulkan pijar bunga api di mana-mana.
Fenomena di mana kabut berwarna biru dan Hitam saling bergulung-gulung dan saling menekan, menimbulkan pijar bunga api saat kedua senjata mereka berbenturan.
Hal ini membuat pertarungan mereka berdua terlihat sangat indah dan menegangkan.
__ADS_1
Setiap kali Park Won berusaha mempengaruhi pikiran Xue Yen dengan suara dan tatapan matanya.
Xue Yen akan mengeluarkan pekik Phoenix Es untuk membuyarkan pengaruh suara magis tersebut.