LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PAI HU LAO JEN DI BEBASKAN,


__ADS_3

"Berhenti apa yang sedang kamu lakukan di sini?, kamu mau kemana ?"


Tanya murid penjaga kaki gunung tersebut dengan curiga.


Koai Lau Jen tersenyum mengejek menatap mereka dan berkata,


"Kalian ber 4 lebih baik menyingkir jangan membuat ku marah, mana Pai Hu Lao Jen suruh dia datang menemui ku."


"Apa hubungannya kamu dengan tetua Pai Hu ?"


ucap ke 4 murid Xu San semakin curiga.


Koai Lau Jen mengerutkan alisnya, meras ada yang tak beres.


Sekali berkelebat ke 4 murid itu sudah tertotok tidak bergerak, Koai Lau Jen menotok salah satu di antara mereka berempat dengan totokan khusus.


Sehingga orang yang di totok langsung jatuh bergulingan mencakar-cakar tubuhnya sendiri sampai berdarah-darah.


Koai Lau Jen kemudian menghentikan totokan nya dan berkata,


"Cepat katakan apa yang terjadi di sini.?"


Murid itu mengeratkan bibirnya dengan keras kepala tidak Sudi menjawab.


Koai Lau Jen kembali menotoknya sehingga orang tersebut kembali bergulingan menggaruk-garuk seluruh tubuhnya sampai berdarah-darah.


Koai Lau Jen tidak memperdulikannya dengan wajah dingin tanpa ekspresi, dia berjalan menghampiri orang kedua dan menariknya keluar dari barisan.


Belum sempat Koai Lau Jen bertindak orang itu langsung berkata,


"Aku akan menjawabnya... aku akan menjawabnya...tolong jangan siksa aku...!"


Koai Lau Jen menatap nya sambil tersenyum berkata,


"Cepat katakan sebelum aku kehilangan kesabaran."


Murid yang penakut itu mulai menjelaskan sambil sekali-sekali melirik kearah temannya yang berlumuran darah dan kini diam tak bergerak lagi.


"Beberapa hari sebelumnya kedua tetua Pai Yi Lau Jen dan Xu San Pai Lung kembali kesini."


"Mereka mengatakan kematian Pai Mei Lau adalah di sebabkan oleh Pai Hu Lao Jen sendiri yang telah berpihak pada pangeran Shi Ma Ong yang ingin memberontak."

__ADS_1


"Jadi memanfaatkan hal ini untuk memfitnah dan membenturkan Pendekar Suling Hitam dengan pihak kita."


"Agar Pendekar Suling Hitam tidak bisa pergi membantu kaisar Shi Ma Hui saat pemberontakan terjadi."


"Kemarin saat Pai Hu Lao Jen kembali, dia langsung di jebak, di berikan obat bius di makanan dan minumannya."


"Sekarang beliau sedang berada dalam tahanan menunggu keputusan hukuman yang harus dia terima."


Mendengar hal itu Koai Lau Jen tidak banyak bertanya lagi, karena dia juga merupakan salah satu pendiri Perguruan ini.


Sehingga dia paham betul kelemahan dari para penjaga, dan seluk beluk berbagai tempat di perguruan ini.


Tanpa menghadapi banyak rintangan, dia dengan ringan berhasil mendarat di depan ruang tahanan sambil menenteng Yi Han.


Setelah tiba di depan kamar tahanan, Koai Lau Jen melesat cepat menotok beberapa penjaga penjara.


Lalu dengan tenang berjalan memasuki ruang tahanan di ikuti oleh Yi Han dibelakang nya.


Ketika tiba di depan ruang tahanan, di mana Pai Hu ditahan, dengan sekali dorongan telapak tangannya.


Pintu Sel tahanan yang terbuat dari baja tebal, terpental terlepas dark engselnya tidak kuat menahan serangan tapak dari Koai Lau Jen.


Koai Lau Jen kemudian dengan santai berjalan memasuki ruang tahanan tersebut, Koai Lau Jen dapat melihat seorang pria dengan rambut dan jenggot riap-riapan sedang menatapnya dengan gembira.


"Bila terlambat sedikit saja mungkin paman guru cuma bertemu dengan kepala ku saja."


"Jangan banyak bicara..! cepat keluar dari sini dan ambil kembali kedudukan mu.!"


ucap Koai Lau Jen sambil mengibaskan tangannya kearah rantai yang mengikat kaki tangan Pai Hu Lao Jen, sekaligus juga membebaskan totokan yang mengunci tubuhnya.


Begitu terlepas Pai Hu Lao Jen langsung melesat keluar dari penjara di ikuti oleh Koai Lau Jen dan Yi Han dari belakang.


Pai Hu Lao Jen langsung berkelebat kearah di mana sebuah sidang sedang terjadi.


Pai Hu Lao Jen dengan percaya diri tinggi berjalan memasuki ruang sidang yang sedang ramai membahas hukuman seperti apa yang layak di jatuhkan kepada dirinya.


Pai Yi Lau Jen dan Xu San Pai Hu langsung berdiri dari kursi mereka, dan menatap dengan terkejut kearah Pai Hu Lao Jen.


Mereka berdua semakin terkejut saat melihat di belakang Pai Hu Lao Jen, hadir paman guru mereka Fu Sen yang berjuluk Koai Lau Jen.


Begitu juga dengan ketiga Pendekar Xu San,

__ADS_1


Pai Sin Cin Jin, Yu Mien Cin Jin, dan Ce Sin Cin Jin mereka segera mencabut pedang mereka dengan wajah pucat.


Selain itu di sana juga terlihat In Su Nio dan biksu Hong San.


"Pai Hu apa yang kamu tunggu-tunggu cepat habisi mereka..!" ucap Koai Lau Jen tidak sabar.


Pai Hu Lao Jen mengangguk dia kemudian mencabut pedangnya, yang sempat dia ambil kembali sebelum meninggalkan penjara menuju kemari.


Pai Hu tidak tanggung-tanggung dia langsung mengerahkan tiga jurus yang di ajarkan oleh Pai Mei Lau Jen, sebelum meninggal kepadanya.


Sehingga membuat ke 5 orang petinggi Xu San terlihat kerepotan menyambut serangan Pai Hu Lao Jen.


Serangan pertama nya menggulung semua senjata yang berada dalam ruangan tersebut termasuk meja kursi pot bunga apapun kemudian di Lesatkan kearah mereka berlima.


Meski berhasil menangkisnya tapi tubuh mereka berlima terdorong mundur.


Pai Hu menyusulnya dengan jurus kedua di mana tubuhnya menari-nari diudara lalu melepaskan seberkas sinar merah kearah mereka ber5.


Sebelum mencapai ke arah mereka berlima sinar tersebut terus membelah diri sampai menjadi ribuan sinar, mengepung dan mengejar ke 5 orang tersebut.


Yang terlihat sangat sibuk menangkis tidak dapat membalas menyerang.


Saat jurus ke tiga di lepaskan ribuan bayangan pedang yang di kendalikan dari jarak jauh lewat jari Pai Hu Lao Jen.


Akhirnya berhasil membuat mereka ber 5 terpental jatuh bergulingan dengan tubuh penuh luka.


"Bagaimana mau di teruskan lagi..?"


tanya Pai Hu Lao Jen dengan congkak.


Ce Sin Cin Jin dengan marah berteriak sambil melesat kearah Pai Hu Lao Jen dengan tusukan pedang berputar-putar.


"Kep*rat penghianat aku akan beradu nyawa dengan mu."


"Adik jangan...tahan diri....!!" terdengar teriakan Pai Sin Cin Jin tapi sudah terlambat.


Sebelum ucapan nya selesai, tubuh Ce Sin Cin Jin telah terkapar didepan Pai Sin Cin Jin dengan sekujur tubuh berlubang dan darah menyembur dari lukanya seperti keran bocor akibat terkena serangan hawa pedang.


Ce Sin Cin Jin dengan suara terputus-putus berkata,


"Kakak pertama...kakak kedua... aku...aku.. pergi dulu.."

__ADS_1


Setelah itu Kepalanya terkulai tidak bergerak lagi.


"Kau bajingan tua Pai Hu...!" teriak Yu Mien Cin Jin dengan air mata berlinang karena dia yang paling akrab dengan Ce Sin Cin Jin yang baru saja pergi.


__ADS_2