
Bun Houw menatap Si Ma Ong dengan tatapan tenang kemudian menjawab,
"Yang mau di eksekusi 2 adalah tangan kanan dan kiri ku."
"Di bawah mereka ada 5 komandan yang membawahi 5000 personil."
"Total 5007 orang." ucap Bun Houw tenang.
Si Ma Ong menatap tajam Bun Houw dan bertanya,
"Aku bisa membantumu, tapi apa keuntungan untuk ku"
Bun Houw membalas tatapan Si Ma Ong dengan tenang, kemudian berkata,
"Pengabdian ku dan seluruh bawahan ku."
Si Ma Ong tiba-tiba tertawa dan berkata,
"Apakah aku terlihat kekurangan pengabdi? apa kelebihan yang kamu dan bawahan mu miliki? sehingga aku harus mengambil resiko ini."
Bun Houw tersenyum maklum dan balik bertanya,
"Menurut pangeran para pengawal yang tadi menjadi lawan tanding pangeran, mereka termasuk Pasukan kelas berapa.?"
Si Ma Ong Kembali menatap Bun Houw dan menjawab,
"Mereka adalah pasukan kelas satu ku, mereka semua adalah pasukan elite ku."
Bun Houw tersenyum dan berkata,
"Bagaimana kalau kita adu kemampuan pasukan elite pangeran dengan pasukanku."
Si Ma Ong memperbaiki posisi duduknya kelihatannya dia cukup tertarik,
"Tentu boleh-boleh saja, cuma saat ini posisi mu sudah di pecat, dan mereka semua kini di bawah kendali Jendral Bai. Bagaimana kamu akan memanggil mereka kemari.?" tanya Si Ma Ong ragu.
Bun Houw tersenyum tenang, mengeluarkan sebuah tabung bambu kecil, membuka penutup nya dan mengarahkan nya ke udara.
Terdengar letupan kecil, kemudian di atas langit muncul kembang api berwarna keemasan.
Bun Houw kembali duduk santai dan berkata, "sambil menunggu kedatangan mereka, bagaimana bila pangeran meminta orang terhebat pangeran untuk mencoba ku.?"
Si Ma Ong mengangguk kemudian menjentikkan jarinya, seorang kakek berpakaian pendeta yang lusuh dengan rambut riap-riapan tiba-tiba muncul di sampingnya.
Si Ma Yen sangat terkejut, tapi tidak dengan Bun Houw, dia dari tadi sudah menyadari kehadiran kakek ini.
Yang bersembunyi di bawah tanah, di belakang pangeran Si Ma Ong.
Bun Houw juga dapat menangkap bayangan nya saat muncul dari tanah.
__ADS_1
Dia menggunakan ilmu ringan tubuh sejenis Wu Ying 72 Pian Pu.
Hanya ilmu menyusup dan bersembunyi di dalam tanah ini yang Wu Song kurang paham.
Kakek itu tersenyum lembut berkata, "pangeran memanggil ku?"
"Benar senior aku membutuhkan bantuan mu mencoba kemampuannya." ucap Si Ma Ong singkat.
Kakek itu mengangguk, kemudian tiba-tiba muncul di tengah lapangan berlatih, melambaikan tangannya kearah Bun Houw.
Bun Houw tersenyum tenang sekali menjejakkan kakinya, dia juga berubah menjadi 8 orang.
Yang dengan tiba-tiba muncul di delapan sisi tubuh kakek itu, dan memberikan serangan berwarna biru dan merah.
Kakek itu membuat sebuah perisai tak kasat mata, berbentuk ribuan mata pisau mengelilingi tubuhnya.
Setelah serangan Bun Houw mulai melemah, Kakek itu mengubah mata pisau yang melindunginya menjadi lautan jutaan pedang menghantam Bun Houw.
Bun Houw terpaksa mengerahkan Im Yang Sen Kung tingkat 18, membentuk sebuah pertahanan kemudian membelah lautan mata pisau itu.
Tiba-tiba di depan Bun Houw muncul kakek itu, Yang lansung menusuk dada Bun Houw, dengan jarinya yang dipenuhi kekuatan cahaya.
Bun Houw tidak sempat menghindar hanya memiringkan sedikit tubuhnya, sehingga telunjuk itu mengenai bahunya.
Memanfaatkan tenaga pentalan kekuatan kakek itu, dengan Cian Kun Ta Lo Ih Sin Fa dan tenaga 9 matahari untuk melindungi bahunya.
Bun Houw membalik memberikan serangan balik tepat menghantam dada kakek itu.
Kakek itu sangat terkejut dengan reaksi Bun Houw yang sangat tiba-tiba dan cepat.
Boleh di katakan mereka kini seimbang, bila di teruskan keduanya sama akan terluka parah.
Si Ma Ong mengangkat tangannya dan berkata,
"Cukup hentikan, kita adalah orang sendiri."
Seorang pengawal datang kemudian berbisik di telinga Si Ma Ong, Si Ma Ong mengangguk senang.
Kemudian berkata,
"Saudara Bun Houw dan senior ayo kita lihat keramaian di depan gedung."
Bun Houw dan kakek itu saling memberi hormat, kemudian berjalan mengikuti Si Ma Ong dan Si Ma Yen dari belakang.
Sampai di depan gedung terlihat pasukan pengawal kediaman Si Ma Ong, berbaris rapi membentuk blokade pertahanan.
Sedangkan sekelompok pasukan berpakaian prajurit sederhana membentuk formasi 8 arah.
Dengan sangat rapi dan teratur mengepung kediaman Si Ma Ong.
__ADS_1
Begitu melihat kemunculan Bun Houw, kelima komandan maju kedepan, dan berlutut diikuti oleh seluruh pasukan yang sedang melakukan pengepungan.
Dengan kompak mereka berkata,
"Selamat datang ketua, mati hidup kami akan mengikuti mu."
Si Ma Ong menatap kagum terhadap pasukan sederhana bentukan Bun Houw, yang sangat teratur dan disiplin.
Bun Houw maju membangunkan kelima komandan nya, dan menepuk pundak mereka semua dengan haru.
Kemudian Bun Houw beternak,
"Kalian semua bangunlah, maaf selama kepergian ku malah membuat kalian menderita."
Sebelum berdiri seluruh pasukan kembali menjawab,
"Kami tidak takut menderita, hidup mati akan mengikuti ketua."
Kemudian mereka semua baru berdiri dengan rapi didepan Bun Houw dengan sikap hormat.
Bun Houw membalikkan badannya menghadap ke arah Si Ma Ong dan berkata,
"Pangeran silahkan pilih salah satu dari mereka, untuk menghadapi 10 pengawal elite mu."
Si Ma Ong mengerutkan alisnya, di dalam hati berpikir apa tidak terlalu berlebihan.
Tapi dia tetap menuruti permintaan Bun Houw, dia menunjuk salah satu prajurit Bun Houw yang berdiri paling belakang secara sembarang.
Kemudian meminta 10 pengawal elite terbaiknya, maju menghadapi pasukan Bun Houw.
Pasukan Bun Houw langsung memalangkan tombak di depan dada dengan siaga.
Sedangkan Pasukan elite pangeran Si Ma Ong bersiap-siap dengan Pedang terhunus di tangan mereka.
Mereka secara bergantian mulai menyerang pasukan Bun Houw, yang dengan tenang menangkis serangan mereka satu persatu.
Setelah melakukan beberapa gebrakan keraguan pasukan Elite yang menganggap remeh salah satu prajurit Bun Houw hilang.
Mereka mulai berhati-hati dan saling bekerja sama menghadang prajurit Bun Houw.
Yang bukan hanya pertahanan tombaknya sangat rapi dan rapat.
Bahkan serangannya juga sangat cepat kuat dan akurat, membuat pengawal elite Si Ma Ong mulai kerepotan.
Mereka mulai jatuh bangun menghadapi serangan prajurit Bun Houw.
Prajurit Bun Houw menambah kecepatan dan tekanan nya membuat tiga pengawal elite terjungkal dua lainnya kehilangan senjata.
Lalu merangsek ke 5 orang sisanya, dengan sebuah sapuan tombak yang memaksa mereka harus melompat jauh mundur kebelakang.
__ADS_1
Prajurit Bun Houw berjongkok menarik busur dengan lima anak panah dilepaskan secara sekaligus kearah 5 orang itu dan tepat mengenai helm mereka.
Helm pelindung kepala mereka terpental, rambut mereka terlepas dari ikatannya dan riap-riapan tertiup angin.