
Wu Song menkmatii makan di dalam kamar dengan santai tapi Lu Ping tidak berselera, dia malah merasa mual dengan bau masakan di dalam kamar.
"Song ke ke, aku tidak tahan dengan bau masakan di dalam kamar, perut ku mual."
"Kamu nikmati saja makanannya, aku mau keluar jalan-jalan cari udara segar." ucap Lu Ping Kemudian cepat-cepat pergi meninggalkan kamar.
"Sayang jangan pergi terlalu jauh,aku habis makan baru menyusul mu." ucap Wu Song khawatir, tapi di saat bersamaan makannya belum selesai.
Bila di tinggal nanti tidak enak lagi, lagi pula habis makan dia mau minta pelayan datang bersihkan kamar agar tidak bau masakan.
Bila ditinggalkan begitu saja dan membuangnya Wu Song tidak bisa, karena sejak kecil baik kedua orang tua maupun gurunya selalu mendidiknya.
Makanan harus di habiskan tidak boleh ada yang dibuang, akhirnya Wu Song memutuskan makan buru-buru lalu pergi menyusul istrinya.
Lu Ping keluar dari penginapan berjalan-jalan memasuki beberapa toko, melihat barang yang di jual di setiap toko.
Saat keluar dari toko ada seorang bocah tanggung menubruknya tiba-tiba, lalu melarikan diri tanpa melihatnya lagi.
Saat Lu Ping menyadarinya, ternyata dompetnya telah di curi oleh pemuda yang menubruknya tadi.
Lu Ping segera berteriak,
"Hei berhenti...!"
Lalu melakukan pengejaran, Lu Ping meski memiliki ilmu ringan tubuh, dan bisa terbang menggunakan baju Zirah perang raja naga laut Utara.
Tapi ditengah keramaian dia tidak bisa sembarangan menggunakan nya, karena akan menarik perhatian orang.
Sehingga dia hanya bisa berlari mengejar dengan cara berlari normal, Lu Ping meninggalkan tanda disepanjang jalan buat Wu Song agar bisa menemukannya.
Wu Song dengan sedikit terburu-buru meninggalkan Penginapan, Wu Song mencari Lu Ping di pertokoan sekitar penginapan tapi tidak ketemu.
Di saat Wu Song sedang bingung dan panik memikirkan kemana harus mencari Istrinya, Wu Song secara tidak sengaja melihat tanda yang di tinggalkan Lu Ping untuknya.
Wu Song segera bergerak mengejar mengikuti tanda yang di tinggalkan istrinya di sepanjang jalan.
Tanda yang di tinggalkan oleh Lu Ping, membawa Wu Song menuju sebuah kuil tua yang sudah terbengkalai.
Pendengaran Wu Song yang tajam dapat menangkap ada suara perkelahian di bagian dalam kuil tua itu.
Wu Song segera masuk kedalam kuil, untuk melihat apa dan siapa yang lagi berkelahi.
__ADS_1
Sampai di bagian dalam Wu Song sangat terkejut melihat siapa yang sedang bertempur.
Ternyata adalah Lu Ping sedang menghadapi keroyokan 5 orang berpakaian pendeta aliran Tao.
Lu Ping terlihat terdesak hebat, tidak bisa membalas serangan mereka hanya bisa bertahan .
Untungnya Lu Ping memiliki baju Zirah pemberian nya, sehingga beberapa kali serangan pedang mereka yang berhasil menembus pertahanan Lu Ping.
Tidak berhasil melukainya, Wu Song tidak bisa tinggal diam melihat hal itu.
Dia langsung lenyap dari tempatnya berdiri, muncul di depan Lu Ping menggunakan suling hitamnya menangkis serangan 5 buah pedang yang sedang mengepung Lu Ping.
Hingga terpental kembali ke pemiliknya, Wu Song menatap mereka ber 5 dengan tajam dan bertanya,
"Apa yang terjadi mengapa kalian 5 orang pria melakukan pengeroyokan terhadap istri ku ?"
Ke 5 orang itu saling pandang, kemudian salah satu dari mereka menunjuk ke arah Lu Ping dan berkata,
"Si jalang ini telah membunuh Supek (Kakak seperguruan guru mereka) kami."
"Jaga mulutmu, hati-hati kalau bicara'..!"
ucap Wu Song marah.
ucap Wu Song sambil menatap tajam kearah mereka dengan kurang senang.
Salah satu pendeta bertubuh gemuk pendek tersenyum sinis berkata,
"Apa yang harus di buktikan, kami melihat sendiri dia mencabut pedangnya dari dada Supek kami."
Wu Song tanpa menoleh bertanya kepada Lu Ping,
"Sayang apa yang sebenarnya terjadi?"
Lu Ping menggelengkan kepalanya dan bercerita,
"Aku tadi mengejar seorang pencopet sampai kemari, tiba-tiba dari dalam kuil berhamburan senjata rahasia menghujani ku."
"Secara reflek aku mencabut pedang ku menangkisnya, lalu dari dalam kuil melayang sesosok tubuh kearah ku."
"Aku mengira dia akan menyerang ku, jadi secara reflek aku menusukkan Pedang ku kedepan untuk menahannya."
__ADS_1
"Kemudian aku baru menyadari sosok yang melayang ke arah ku adalah seorang pendeta yang sedang tertotok jalan darah nya."
Tak lama kemudian ke 5 orang ini muncul, mereka buru-buru bertanya kepada sosok yang terkena Pedang ku itu, siapa pelakunya.
Sosok itu belum sempat menjelaskan lebih jauh sudah terkulai tewas sambil menunjuk ke arah ku dan berkata,
"Dia...dia...!"
Wu Song menghela nafas panjang dia juga bingung dengan kejadian dadakan ini.
Sambil memberi hormat Wu Song berkata,
"Di sini pasti ada ke salah pahaman, harap kebijakan dari kalian berlima melakukan penyelidikan lebih teliti lagi."
"Aku berjanji akan membantu kalian menyelidiki kejadian itu untuk membersihkan nama baik istriku."
"Apa yang mau di selidiki lagi semua sudah jelas, bahkan istrimu sudah mengakui dia yang menusuk Supek ku yang sedang tertotok hingga meninggal." ucap pria gemuk pendek itu dengan emosi.
Wu Song berusaha menenangkan suasana dan bertanya,
"Apa kalian berlima percaya begitu saja dengan begitu mudah, tanpa ada rasa penasaran."
"Kenapa Supek kalian yang tentunya ilmu silatnya lebih lihat dari kalian bisa tertotok jalan darahnya? siapa pelakunya?"
"Bagaimana mungkin istriku yang kemampuan nya masih di bawah kalian bisa membunuh Supek kalian? lagipula kami tidak saling mengenal tidak ada permusuhan buat apa istriku membunuhnya?" ucap Wu Song melontarkan pertanyaan logika mencoba meyakinkan mereka untuk mencari pelaku utamanya.
Salah satu pendeta yang berwajah sabar dan bijaksana berkata,
"Kalau hal itu kami pasti akan menyelidikinya, cuma kesalahan tangan yang menyebabkan kematian Supek kami tentu kami tidak bisa berpangku tangan melihatnya."
"Jadi apa yang kalian inginkan?" tanya Wu Song kehabisan akal tidak mungkin dia menyerahkan Lu Ping kepada mereka untuk di adili.
Pendeta yang berwajah bijak berkata,
"Sambil menunggu penyelidikan, istri mu terpaksa harus menjadi tahanan di Xu San, sampai pelaku utama tertangkap baru di putuskan hukuman istrimu "
Wu Song menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku tidak ingin bermusuhan dengan kalian ber 5 apalagi sampai bentrok dengan Xu San."
"Tapi aku juga tidak bisa membiarkan istriku yang tak tahu apa-apa dan tidak bersalah ikut dengan kalian sebagai tahanan." ucap Wu Song tegas.
__ADS_1
Wu Song memalangkan sulingnya di depan dada dan berkata,
"Langkahi dulu mayat ku bila kalian ingin menjadikan nya sebagai tahanan Xu San."