
"Apa yang kamu rasakan sekarang adalah balasan untuk para koban mu, Lu Fan mencabut giginya satu persatu."
Saat Si Men Cing jatuh pingsan Lu Fan memotong burungnya, lalu berkelebat keatas genteng dan menghilang dalam kegelapan malam.
Apa yang sebenarnya terjadi? mengapa Lu Fan bisa tiba-tiba muncul di kamar Si Men Cing? menyelamatkan pelayan muda yang cantik dan malang itu.
Lu Fan yang bersembunyi dibalik pohon begitu melihat Lin Lin kepalanya tertelungkup di atas meja, dan Si Men Cing seperti mau menggendongnya.
Lu Fan langsung bergerak cepat mendorong Si Men Cing sampai jatuh tunggang langgang.
Dia sangat khawatir dengan kondisi Lin Lin, tidak sempat lagi mengurus Si Men Cing.
Lu Fan langsung pergi merangkul pinggang Lin Lin, tidak lupa sekaligus menyambar keranjang kue Coi Pan buatan Lin Lin.
Lu Fan tidak langsung membawa Lin Lin meninggalkan tempat itu, dia membaringkan Lin Lin diatas genteng kediaman Si Men Cing.
Lalu Lu Fan menyalurkan tenaga 9 bulan yang berhawa dingin dengan meletakkan tangannya di atas ubun-ubun Lin Lin.
Perlahan-lahan hawa dingin yang sejuk masuk lewat kepala Lin Lin terus turun mengelilingi seluruh tubuh Lin Lin.
Lu Fan membangunkan Lin Lin untuk duduk dengan sebelah tangannya, kemudian membuka mulut Lin Lin dengan memencet rahangnya.
Hawa dingin sejuk yang disalurkan Lu Fan berputar-putar di dalam perut Lin Lin lalu mendorong keluar minuman dan makanan yang di minum dan dimakan Lin Lin melalui mulutnya.
Setelah membersihkan bekas muntahan disudut bibir Lin Lin dengan lengan bajunya.
Lu Fan kembali menggendong Lin Lin yang masih belum sepenuhnya sadar pindah ketempat lain.
Karena genteng tempat mereka duduk tadi kini kotor terkena muntahan Lin Lin.
Saat mau mencari tempat yang lebih nyaman, Lu Fan mendengar jeratan suara wanita minta tolong.
Lu Fan menggendong Lin Lin menuju asal suara, setelah membaringkan tubuh Lin Lin. Lu Fan membuka genteng melihat apa yang terjadi di bawah sana.
Lu Fan terkesiap melihat kejadian dibawah sana, Lu Fan merasa darahnya langsung naik ke ubun-ubun.
Lu Fan ingin menerjang ke bawah,
tapi dia teringat Lin Lin yang masih terbaring diatas genteng.
Lu Fan takut bila Lin Lin sadar nanti bergerak sembarangan dan jatuh kebawah, jadi Lu Fan lebih dulu menotok tubuh Lin Lin.
Baru melesat kebawah menolong gadis pelayan yang hampir dinodai Si Men Cing.
Lin Lin setelah sadar merasa tubuhnya tidak bisa bergerak, tapi dia dapat melihat dan mendengar dengan jelas apa yang terjadi dibawah sana.
Lin Lin sangat menyesal telah mempercayai orang yang salah, dia telah tertipu oleh penampilan Si Men Cing.
Ternyata sifat aslinya Si Men Cing seperti serigala berbulu domba, sambil bercucuran air mata Lin Lin bersyukur ada yang menolongnya.
Bila tidak dia akan mengalami nasib lebih parah dari gadis pelayan itu pikirnya, bila itu terjadi bagaimana dia punya muka untuk bertemu orang-orang.
__ADS_1
Lin Lin juga yakin yang menolongnya pasti pria bertopeng yang sedang berada di bawah sana.
Dan pria bertopeng itu adalah orang yang sama, yang menolong dia dan ayahnya dari kekejaman si gendut dan walikota.
Siapa sebenarnya pria bertopeng ini pikir
Lin Lin, aku harus baik-baik berteimakasih padanya..
Lin Lin yang sedang sibuk dengan pikirannya sendiri sangat terkejut ketika tubuhnya kembali di gendong dan dibawa melayang di atas atap rumah orang dengan ringan.
Lin Lin merasa sangat nyaman berada dalam gendongan pria bertopeng yang berulang kali menolong dirinya.
Lin Lin sambil menyesapkan kepalanya di dada pria bertopeng, dia menatap dari bawah wajah yang tertutup topeng tersebut.
Lin Lin dapat melihat dagu nya yang ada lekuk belahan. Dan dibawah dagunya terdapat sebuah tahi lalat.
Saat Lin Lin sedang melamun memikirkan siapa pria bertopeng ini.
Lu Fan sudah sampai didepan toko obat Yao Su dan langsung menurunkan Lin Lin untuk duduk didepan toko.
Setelah itu Lu Fan bertanya,
"Bolehkah sisa kue di keranjang ini diberikan pada ku."
Lin Lin langsung mengangguk, dia ingin melihat pria itu membuka topeng saat hendak makan Coi Pan buatannya.
Tapi pria bertopeng itu membawa keranjang Coi Pan sambil memunggunginya makan kue Coi Pan dengan lahap.
Pria bertopeng meletakkan keranjang kue disamping Lin Lin lalu berkata,
Terima kasih kue buatan mu sangat lezat."
Kemudian pria bertopeng membalikkan badannya berjalan sambil bergumam,
Sungguh beruntung pria itu,
tapi dia tidak pernah tahu
menghargai dirimu.
Sungguh tidak beruntung
pria yang ditolak olehmu.
Tapi dia tidak bisa melupakan mu
Setiap hari hanya dengan bodoh
mencari tahu kabar berita mu
Hanya bisa menatap mu dari jauh
__ADS_1
Menghibur hatinya yang gersang
terus menunggu dirimu
tidak tahu sampai kapan...
Perlahan-lahan bayangan pria bertopeng menghilang di kegelapan malam.
Sebuah batu kecil melesat mengenai jalan darah di pundak kiri Lin Lin.
Lin Lin langsung terbebas dari totokannya, tubuhnya kembali bisa di gerakan dia juga kembali bisa berbicara.
Lin Lin langsung bangkit berdiri dan berlari mengejar kearah pria bertopeng itu menghilang sambil berteriak,
"Siapa dirimu?! beritahu aku jangan pergi..!"
Tapi hanya ada gema suara Lin Lin sendiri.
Pintu toko terbuka, rupanya Yao Su menunggu putrinya di dalam toko dengan khawatir.
Begitu mendengar suara putrinya dia cepat-cepat membuka pintu toko.
"Darimana kamu? apa yang terjadi?" tanya Yao Su khawatir.
Tapi Lin Lin tidak menjawabnya, dia berjalan dengan kepala tertunduk lesu.
mengambil keranjang kue yang sudah kosong masuk kedalam toko.
Lin Lin berbaring di atas kasurnya, matanya terbuka menatap langit-langit.
Di kepalanya di penuhi bayangan pria bertopeng dan kata-katanya yang penuh perasaan dari diliputi kesedihan dan kekecewaan.
Lin Lin akhirnya menjelang subuh baru tertidur.
Ketika bangun tidur dia segera menyadari telah kesiangan.
Cepat-cepat keluar dari kamarnya pergi mandi, terus berjalan menuju dapur .
Tiba di dapur Lin Lin sangat terkejut melihat ada bungkusan sarapan pagi yang diletakkan di meja dapur.
Lin Lin berpikir setelah kejadian semalam mungkinkah Si Men Cing masih mengiriminya sarapan pagi.
Kalau benar dari dia, aku akan mencari si pelayan kedai mengembalikan sarapan ini.
Berpikir demikian Lin Lin buru-buru menyambar sarapan itu dan membawanya kedepan toko.
"Ayah sarapan ini dari siapa?" tanya Lin Lin sambil mengangkat bungkus sarapan tersebut dihadapan Yao Su yang sedang menyimpan daun obat..
dengan males Yao Su menjawab,
"Bisa siapa lagi kalau bukan Pelayan kedai didepan atas suruhan Si Men ke ke mu."
__ADS_1
.