
Sebentar tiba-tiba Wu Song memotong cerita Bun Houw,
"Adik Bun maaf, apakah tuan Sui San setelah melakukan investigasi dan menangkap penjahat sebenarnya. "
"Da tidak memulihkan nama baik ayahmu dan mempekerjakan ibu mu menggantikan ayah mu.?"
Bun Houw menghela nafas panjang,
"Ibuku tidak memiliki pengalaman kerja, selama ini hanya tahu mengurus rumah dan aku."
"Sehingga ketika Tuan Sui San menawarkan ibu untuk bekerja ibu tidak berani menerima nya.."
'Akhirnya Tuan Sui San setiap bulan selalu memberikan uang beras dan sayur kepada ibu, Tapi semua itu disita nenekku dan diberikan kepada bibiku."
Wu Song yang mendengarnya Akhirnya menghela nafas panjang dan menatap Bun Houw dengan perasaan kasihan.
Bun Houw tersenyum sedih menatap Wu Song kemudian melanjutkan ceritanya,
Ketika berada ditempat kerja paksa itulah aku ditemukan oleh Ayah Yi Yi Jendral Xie yang sedang melakukan inspeksi disana.
Lalu aku dibawa pulang dan dipekerjakan dikediaman Jendral Xie, saat itu aku berumur 15 tahun.
"Beberapa tahun bekerja disana, aku pun mengenal Yi Yi kemudian selanjutnya kamu sudah tahu sendiri." ucap Bun Houw menutup ceritanya.
Sepanjang Bun Houw bercerita Yi Yi dengan lembut terus mengelus lengan Bun Houw.
Dari sini Wu Song tahu gadis pendiam dan lemah lembut ini pasti sangat mencintai temannya.
Setelah menghela nafas panjang Wu Song pun mulai bercerita tentang kisah hidupnya.
Cuma dia tidak menceritakan tentang Ceng Ceng dia sengaja melewatkan nya takut dia tidak bisa mengendalikan diri sehingga membuat suasana jadi rusak.
Bun Houw menatap Wu Song dengan serius kemudian bertanya,
'Kakak Song maukah kamu mengajari ku ilmu silat agar aku dapat melindungi diriku dan Yi Yi."
Wu Song baru mau menjawab pelayan datang membawa makanan pesanan mereka.
Setelah makanan tersusun rapi dan pelayan mempersilahkan mereka menikmati makanan. Kemudian pelayan itu mengundurkan diri.
Wu Song menepuk tangan Bun Houw sambil berkata,
"Tenang saja, temanku aku pasti akan mengajari mu semua ilmu yang ku miliki."
"Dan kalau kamu ingin lebih sakti lagi dari ku, kamu harus baik-baik pada dia." ucap Wu Song sambil menunjuk Lu Ping.
Bun Houw menanggapi dengan serius, "mohon bantuan dan bimbingan nya, adik Ping."
Wu Song sekarang memiliki kesempatan untuk menggoda Lu Ping yang tadi menyiksa nya dengan ganas.
__ADS_1
Wu Song setengah berteriak sambil menatap Bun Houw, "Kamu panggil dia apa, adik?! dia itu lebih tua dari ku, harusnya kamu memanggilnya bibi."
Setelah berkata Wu Song tertawa keras sambil memegang perutnya.
Lu Ping langsung cemberut dan kesal, dia langsung menginjak kaki Wu Song dengan keras setelah itu dia mengambil sepotong paha ayam untuk dimasukkan ke mulut Wu Song.
Sehingga tawa Wu Song terhenti seketika, dan matanya melotot menahan sakit dikakinya.
Wanita mana yang tidak kesal dibilang tua, apalagi yang mengatainya adalah kekasihnya didepan teman-temannya.
Bun Houw tidak dapat menahan tawa melihat apa yang dialami Wu Song, bahkan Yi Yi yang pendiam juga menutup mulutnya menahan tawa.
Wu Song sadar telah bercanda kelewatan membuat Lu Ping marah, setelah menghabiskan paha ayam yang dimasukkan ke mulutnya tadi dia mengalihkan pembicaraan dengan bertanya, pada Bun Houw dan Yi Yi.
"Setelah dari sini apa rencana mu ?"
Bun Houw menjawab mantab,
"Tentu aku akan ikut dengan kakak Song kemanapun kakak Song pergi, karena aku ingin belajar silat darimu."
Wu Song mengangguk kemudian mengalihkan pandangannya menatap Yi Yi.
Yi Yi tertunduk malu dengan wajah merah menjawab dengan suaranya yang lembut,
"Aku akan selalu mendukung semua keputusan nya dan mengikuti kemanapun dia mau pergi."
Bun Houw hanya tersenyum menatap Wu Song.
Wu Song didalam hatinya sangat kagum dengan sifat Yi Yi yang lemah lembut pengertian dan sangat mencintai Bun Houw temannya.
Wu Song jadi sedikit membandingkannya dengan Ceng Ceng dan Lu Ping.
Kalau Ceng Ceng mungkin masuk 80 persen tapi kalau Lu Ping paling hebat mungkin cuma 50 persen itupun kalau suasana hatinya sedang bagus.
Wu Song tersadar dari lamunannya, dia cepat-cepat berkata,
"Kalau begitu kita lakukan perjalanan bersama menuju lembah, aku ingin kalian berdua menjadi saksi ku ketika kami menikah."
Setelah berkata Wu Song menatap Lu Ping dengan mesra.
Lu Ping tertunduk malu wajahnya merah tapi dari senyumnya terlihat dia sangat bahagia, sekali-sekali dia mencuri pandang melihat wajah kekasih nya.
Wu Song kemudian melanjutkan kata-katanya, "ayo kita makan, kita makan dan minum sepuasnya merayakan pertemuan tidak terduga yang sangat menyenangkan ini."
Mereka berempat serentak mengangkat cawan mereka membentur kan cawan mereka, kemudian menegak arak didalam cawan sampai habis.
Baru melanjutkan makan mereka, Wu Song menyumpit kan daging ikan kukus kesukaan Lu Ping ke mangkuknya.
Sedangkan Bun Houw mengambil Mie Goreng ke mangkuk Yi Yi.
__ADS_1
Mereka berempat makan sambil bercerita bercanda dan tertawa bahagia.
Sedangkan di kediaman Jendral Xie Jin Kui, ajudannya sudah kembali untuk melapor dan berlutut didepannya dengan ketakutan.
Ajudan Gao menceritakan semua kejadian yang di alaminya.
Jendral Xie memukul meja didepan nya sampai hancur berantakan, dia sangat marah saat mengetahui putrinya ternyata dibawa kabur oleh Sie Bun Houw si orang tidak tahu balas Budi itu.
Ajudan Gao juga menyampaikan orang yang telah mengalahkan dia dan Pasukannya adalah seorang pemuda.
Yang katanya bila ingin membalas dendam padanya.
Temui dia di Lembah Alam Penebus Dosa Dewa Buangan dimana seorang pria lengan satu dan dua Istrinya yang cantik sedang menebus dosa.
Mendengar ini Jendral Xie terkejut kemudian melirik kesebelah nya meminta pendapat.
Disebelah nya berdiri seorang pria berusia 50an dan seorang pemuda berusia 25 tahunan.
Pria paruh baya itu adalah saudara angkat Jendral Xie.
Beliau adalah Yang Su Ketua Thian San Pai uang terkenal.
Sedangkan anak muda itu adalah anaknya Yang Jian, merupakan bakat muda terbaik aliran Thian San.
Sambil melihat Jendral Xie, Yang Su berkata,
"Ada kemungkinan Sie Bun Houw berlindung dan ikut dengan pemuda itu."
"Dia tidak akan mengambil resiko berkeliaran sendirian sambil membawa putrimu."
"Kalau mau merebut kembali putri mu, kita harus bergerak cepat sebelum pemuda itu pulang ke lembah."
Jendral Xie menatap sinis Yang Su sambil berkata,
"Jangan bilang kamu kenal pria buntung itu dan kamu takut dengannya."
Yang Su tersenyum sabar tidak meladeni kata-kata Jendral Xie yang sinis tadi.
"Orang itu kamu juga kenal bahkan kaisar mu terkena hukuman cambuk karena dia."
Jendral Xie terjatuh lemas diatas kursinya, dan bertanya tidak percaya.
"Maksud mu Dewa Perang Jendral Naga Hitam Lu Sun yang melegenda itu."
Yang Su menjawabnya dengan anggukan sambil tersenyum. kemudian melanjutkan berkata.
"Bahkan aku membawa seluruh partai ku sekaligus mengundang leluhurku Thai Sang Lao Cin."
Yang ada aku akan kena makian dari leluhurku, mencari masalah dengan orang seperti itu.
__ADS_1