
Ouwyang Kok menatap bibir Li Se Se dengan penuh nafsu, gadis termuda ini memiliki wajah yang paling sempurna kecantikan nya.
Bibirnya yang merah kecil berbentuk seperti gendewa sangat indah menggoda, Ouwyang Kok memajukan bibirnya bermaksud menyium bibir gadis tersebut.
Tapi bukan bibir hangat dan lembut yang dia dapatkan melainkan bibir keras dan dingin.
Ketika membuka matanya dia terkejut, karena yang dia cium bukan bibir Li Se Se tapi sebuah suling berwarna hitam.
Saat Ouwyang Kok menyadarinya, suling itu melecut kearah bibirnya, Ouwyang Kok merasa bibirnya agak tebal dan kebas giginya sangat sakit sampai kepalanya terasa nyut-nyutan.
Dia secara reflek menutupi mulutnya dengan tangan nya sambil melompat mundur menjauh.
Wu Song memanfaatkan situasi tersebut membebaskan totokan Li Se Se, dan berkata nona mundurlah, serahkan padaku urusan di sini.
Wu Song juga melemparkan sebuah batu besi berwarna hitam dan sebutir pil Nirwana pada Lu Ping dan berkata,
"Sayang tolong bantu gadis baju merah itu."
Lu Ping mengerti dia segera menangkap kedua benda itu kemudian melesat kearah Li San San yang sedang berusaha bangkit untuk duduk.
Wu Song kini telah terlibat perkelahian seru melawan Ouwyang Kok.
Lu Ping berjongkok didekat Li San San dan berkata,
"Nona maaf tolong buka baju bagian atas mu kita harus segera mengeluarkan jarum yang tertancap di dada dan bahu mu."
Li San San melihat di sana tidak ada siapa-siapa selain Lu Ping yang sama dengan dirinya seorang wanita juga.
Dia dengan malu-malu segera membuka bajunya menampilkan sebuah bahu dan dada yang berkulit putih mulus.
Sementara Yi Sian Sian dan Li Se Se membentangkan sebuah kain menutupi tubuh Lu Ping dan Li San San.
Lu Ping memberikan sebutir pil Nirwana meminta Li San San segera menelannya.
Lalu dia menggunakan batu besi hitam yang merupakan sebuah magnet.
Untuk menarik keluar dua jarum halus yang bersarang di bahu Li San San .
Setelah mengeluarkan dua jarum di bahu, dia baru melanjutkan membantu mengeluarkan 3 buah jarum di bagian dada Li San San yang montok dan berkulit putih .
__ADS_1
Sementara Lu Ping sedang mengobati Li San San, Wu Song disana sedang berhadapan dengan Ouwyang Kok.
Ouwyang Kok sangat bingung menghadapi serangan dari Wu Song yang sangat banyak variasi dan aneh.
Sedangkan semua serangan nya seolah-olah Wu Song telah mengenal semua ilmu yang digunakan nya dengan baik.
Sebelum serangan nya sampai Wu Song telah menebak arah serangan nya dan memberikan jurus antisipasi .
Bila serangannya dilanjutkan dia akan terlebih dahulu terluka parah sebelum serangan nya mengenai Wu Song.
Untungnya Ouwyang Kok memiliki tenaga sakti dan ilmu meringankan tubuh yang cukup tinggi .
Sehingga untuk sementara waktu masih bisa mempertahankan diri dari serangan suling Wu Song.
Wu Song menggunakan kesempatan ini menggunakan ilmu Kekosongan dan tidak memiliki kemampuan.
Yang telah di kuasanya sampai 80%, untuk menghadapi Ouwyang Kok.
Ouwyang Kok yang semakin tertekan dan kuwalahan.
Tiba-tiba menyimpan senjata kipas dan sulingnya yang dia gunakan melawan suling Wu Song.
Dia mulai bersilat dengan tubuh yang setengah tiarap di atas lantai dan mengeluarkan suara,
Seperti seekor katak, kemudian melesat kearah Wu Song menghantam Wu Song dengan kedua telapak tangannya yang bertenaga dahsyat.
Wu Song dengan mudah menghindari serangan itu, karena bisa membaca arah pergerakannya.
Bahkan memberikan sebuah tusukan ke belakang lehernya dengan tepat.
Tapi serangan Wu Song tertahan oleh sebuah hawa kuat yang tidak terlihat mementalkan serangan nya.
Di lihat dari luar Ouwyang Kok seperti kebal, tapi sebenarnya belakang leher dan kepala Ouwyang Kok serasa di hantam sebuah palu.
Kepala dan lehernya sangat kesakitan, untungnya dia memiliki tenaga sakti ilmu katak yang memberinya kekebalan.
Bila tidak kepala dan lehernya telah tembus ditusuk suling hitam Wu Song.
Wu Song sangat terkejut melihat kekebalan tubuh Ouwyang Kok, Wu Song teringat di puncak Hua San dia pernah bertarung dengan seorang kakek bernama Ouwyang Thian.
__ADS_1
Yang menggunakan jurus yang sama dengan Ouwyang Kok, tapi kelihatannya meski lebih muda kekuatan Ouwyang Kok ini jauh di atas Ouwyang Thian.
Wu Song juga tidak paham kenapa demikian.
Semua ini karena Ouwyang Kok adalah anak haram Ouwyang Mo dengan kakak iparnya ( istri Ouwyang Thian).
Dan Ouwyang Thian yang kurang berbakat hanya menguasai 60% ilmu katak ini.
Pemilik asli ilmu ini adalah Ouwyang Mo yang merupakan raja iblis di daerah gurun pasir sebelah barat daratan Cina.
Ouwyang Thian memperoleh ilmu andalan adiknya, dengan menukarkan istrinya yang sangat cantik yang baru di nikahi belum disentuhnya, kepada adiknya Ouwyang Mo.
Tapi karena dia tidak berbakat dia hanya bisa menguasai 60% ilmu tersebut.
Berbeda dengan pamannya Ouwyang Kok yang sangat berbakat, dia telah menguasai 80% ilmu katak itu dari Ouwyang Mo ayah kandungnya.
Sehingga kemampuan ilmu katak Ouwyang Kok jelas lebih tinggi dan jauh lebih berbahaya dari ilmu katak yang di mainkan oleh Ouwyang Thian.
Ouwyang Mo sendiri semenjak bersama kakak ipar yang sangat dia cintai, telah lama mengundurkan diri.
Karena tidak mau membuat kakak iparnya setiap hari menangis mengkhawatirkan keadaannya.
Dia hidup seperti raja dan ratu kecil di daerah Padang pasir pegunungan sebelah barat sana.
Tanpa ada yang berani mengusiknya termasuk para biksu dari kuil halilintar dan pemerintah daerah Tibet sana.
Ouwyang Kok yang merasakan bahaya besar bisa menimpa dirinya bila meneruskan pertempuran ini dengan Wu Song.
Dalam satu kesempatan dengan pengerahan seluruh kekuatannya sehingga membuat area tanah tempatnya ber tiarap bergetar hebat.
Debu dan pasir beterbangan setiap kali dia mengeluarkan bunyi "KOK...KOK...KOK...!"
Tubuhnya tiba-tiba melayang sangat kencang kearah Wu Song, Wu Song tidak berani menyambut langsung pukulan yang sangat dahsyat dan mengandung hawa beracun yang dahsyat.
Wu Song memilih menggunakan pukulan jarak jauh Hang Lung Se Pa Cang (18 Tapak Penahluk Naga) Jurus pertama Kang Lung You Hui menyambut serangan Ouwyang Kok dari jarak jauh.
Dua ekor naga mas yang terbentuk dari cahaya energi 9 matahari, melesat kedepan menyambut serangan tapak katak Ouwyang Kok yang sedang terbang menuju Wu Song.
Kedua kekuatan berbenturan dahsyat diudara, menimbulkan ledakan yang menggetarkan seluruh tempat tersebut, jembatan tempat mereka beradu kekuatan pun runtuh.
__ADS_1
Lu Ping membawa Li San San dan Li Se Se melompat menjauh dari jembatan itu, sedangkan Yi Sian Sian terpaksa mendarat disebuah perahu yang berada di atas sungai kecil tidak jauh dari jembatan.
Akibat jembatan yang runtuh cipratan air sungai membuat Yi Sian Sian seluruh tubuhnya basah kuyup.