LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PEMBAGIAN TUGAS


__ADS_3

Shi Ma Ong membuka pembicaraan,


"Aku baru mendapat kabar Shouchun dan Lu Jiang telah direbut oleh Panglima Sie."


"Apa pendapat kalian ?"


Tanya Shi Ma Ong sambil melihat respon orang-orang yang hadir disana.


Orang-orang yang hadir saling pandang tidak bisa menjawab, mereka sebagian besar adalah tokoh dunia persilatan.


Mereka hanya mengerti cara penyelesaian secara dunia persilatan lewat duel ataupun pertempuran langsung.


Mereka tidak begitu mengerti soal strategi perang yang bukan bidang mereka.


Melihat reaksi orang-orang yang hadir disana, Shi Ma Ong menoleh kearah Bun Houw dan berkata,


"Mungkin saudara Bun bisa memberikan ide untuk mengatasi hal ini."


"Kira-kira langkah apa yang bisa kita lakukan selanjutnya.?"


Bun Houw dan Yue Fei saling pandang, sepertinya mereka memiliki pemikiran yang sama.


Terlihat Yue Fei dan Bun Houw saling mengangguk.


Setelah itu Bun Houw baru berkata,


" Menurut ku target mereka selanjutnya adalah Jiang Xia dan Ru Nan."


"Tapi aku yakin mereka akan lebih fokus di Jiang Xia, sedangkan Ru Nan hanya pancingan untuk memecah belah kekuatan kita."


Koai Lau Jen tiba-tiba angkat bicara,


"Saudara Bun kenapa anda begitu yakin, mereka lebih utamakan Jiang Xia..?"


"Bukan kah dengan mengambil Ru Nan mereka langsung bisa menuju Xu Chang, dan berhadapan langsung dengan kita..?"


Bun Houw dan Yue Fei tersenyum, tapi yang menjawab tetap Bun Houw,


"Bun Houw mengangguk dan bertanya kembali ke Koai Lau Jen,


"Bila mereka menyerang pusat kita Xu Chang, kalau mereka menang, kita mundur ke mana ?


"Sin Ye,!" jawab Ouw Yang Kok.


Bun Houw mengangguk dan berkata,


"Tuan muda Ouw Yang benar, kita hanya bisa mundur ke Sin Ye."


"Lalu bila kita di Sin Ye anggap saja kita kembali kalah, lalu kita harus bagaimana ?"


Si raja tinju bintang Utara berkata,

__ADS_1


"Tentu melawan sampai titik darah penghabisan.."


Bun Houw tersenyum dan berkata,


"Tidak tepat kenapa kita harus berperang mati-matian,? bila kita masih punya jalan mundur.."


"Apa maksud mu saudara Bun ? bukan kah dipeta ini kita cuma punya 6 kota saja.?"


Tanya Raja Tinju heran.


"Saudaraku jangan mutar-mutar lagi, jelaskan saja langsung semuanya, agar bisa segera mengambil langkah antisipasi."


ucap Shi Ma Ong memotong pembicaraan, karena merasa terlalu bertele-tele.


Tidak cocok dengan situasi darurat saat ini, bila terus berdiskusi seperti ini.


Bun Houw mengangguk dan berkata,


"Baiklah begini, bila kita kalah di Sin Ye kita akan mengambil Zhong Lu dan menguasai kota strategis Xiang Yang yang tidak kalah penting dengan Chang An Luo Yang dan Han Zhong."


"Dari Xiang Yang kita bisa menggunakan sungai Yang Tze sebagai perbatasan alami."


"Dan kita kelak bisa membuat Dinasti Jin terbagi dua kekuatan yaitu Utara dan Selatan."


"Kaisar Jin dan Panglima Sie tentu tidak mau terjadi hal seperti itu, apalagi Panglima Sie seluruh keluarganya ada di kota itu."


"Dengan pertimbangan itu, mereka pasti lebih memilih Jiang Xia, lalu Sin Ye terakhir menjepit kita di Xu Chang."


"Karena itu aku mengusulkan agar kita menempatkan Kekuatan penuh di Jiang Xia, sedangkan Xu Chang biar di jaga sama yang mulia di bantu Yue Fei."


"Yue Fei kamu punya pendapat apa kemukakan saja, di sini bebas tidak ada batasan jabatan."


"Asal ide itu bagus kita akan ambil dan jalankan."


Yue Fei sedikit terkejut mendengar ucapan Shi Ma Ong.


Yue Fei melihat kearah Bun Houw, Bun Houw tersenyum dan mengangguk kan Kepalanya.


Yue Fei menghela nafas panjang dan berkata,


"Sebenarnya aku mendapatkan kabar akurat lain dari pasukan kita yang berhasil melarikan diri dari Lu Jiang."


Semua orang menatap dengan tertarik kearah Yue Fei, termasuk Bun Houw.


Yue Fei memberi hormat kepada Bun Houw dan berkata,


"Maaf tuan, berita ini juga baru kudapatkan pagi ini, sehingga belum sempat ku sampaikan ke tuan."


Bun Houw mengangkat tangannya memberi kode agar Yue Fei melanjutkan laporannya, tidak perlu khawatir.


Yue Fei mengangguk dan berkata,

__ADS_1


"Menurut laporan dari saksi mata, kemenangan demi kemenangan Pasukan Panglima Sie."


"Semua karena dia di bantu oleh seorang pria bertopeng besi, yang kabarnya adalah menantu beliau."


Mendengar hal itu wajah Bun Houw sedikit berubah, berbagai macam perasaan bercampur aduk di dalam hatinya.


Yue Fei yang tahu permasalahan tuan nya dan Yi Yi putri Panglima Sie, tidak berani menatap wajah Bun Houw, dia kembali melanjutkan kata-katanya,


"Saya juga mendapatkan laporan dari mata-mata kita di Xiang Yang dan Shouchun."


"Si Topeng Besi ini memiliki kesaktian bisa terbang, mungkin tidak di bawah Lu Fan dan Wu Song."


"Satu-satunya kelemahan orang ini terletak pada Yi Yi dan putranya Thian San."


"Jadi saya punya usul untuk menghancurkan kekuatan Panglima Sie adalah dengan menawan Thian San dan Yi Yi."


"Bila kita..."


"Tunggu...!"


Potong Bun Houw yang terlihat kurang setuju dengan ide Yue Fei.


"Aku tidak setuju dengan cara dan siasat yang bersifat rendahan seperti itu."


"Lebih baik kita hadapi Si Topeng Besi di Jiang Xia, kalahkan dia di sana."


"Sedangkan Panglima Sie yang ada kemungkinan di minta membuat pengalihan di Ru Nan, biar kita jebak dan kepung di tempat berbeda."


"Dengan demikian aku yakin kekuatan mereka bisa kita atasi.."


ucap Bun Houw yakin.


Shi Ma Ong mengangguk setuju, Yue Fei tertunduk tidak berani meneruskan pembicaraan idenya lagi.


Shi Ma Ong kemudian berbicara,


"Baiklah kalau begitu kita ikuti saja strategi panglima Bun Houw."


"Saudara ku, kamu pilih saja sendiri siapa yang akan mendampingi mu, menahan si topeng besi, Saat kalian bertemu nanti di Jiang Xia."


Bun Houw memberi hormat kepada Shi Ma Ong dan berkata,


"Sebaliknya yang mulia saja yang menunjuknya, biar hamba menjadi pelaksana nya saja."


Shi Ma Ong mengerti kesulitan Bun Houw dia mengangguk dan berkata,


"Kalau begitu, begini saja, seperti ide awal mu tadi, aku dan Yue Fei akan bertahan di Ru Nan dan untuk berjaga-jaga terhadap hal-hal di luar dugaan biar Yi Dao dan Koai Lau Jen mendampingi kami."


"Sisanya, semua berangkat ke Jiang Xia mengikuti arahan saudara Bun Houw."


ucap Shi Ma Ong memutuskan.

__ADS_1


Setelah mendengar keputusan Shi Ma Ong, hari itu juga semua orang langsung berangkat ke Jiang Xia kecuali Yi Dao Yue Fei dan Koai Lau Jen mereka ber 4 membawa 300.000 Pasukan Rajawali Merah berangkat menuju Ru Nan.


Di tengah perjalanan Shi Ma Ong yang masih penasaran dengan ide Yue Fei kemarin, mengajak Yue Fei duduk satu kereta dengan nya.


__ADS_2