LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PERTARUNGAN MASIH BERIMBANG


__ADS_3

Yang paling menyolok adalah perubahan mahluk itu dan Lu Fan, sedangkan Wu Song hanya pedang ditangannya saja yang mengeluarkan aura menyeramkan.


Di atas tanah yang masih bisa berdiri kokoh tidak banyak.


Diantaranya Lu Sun, Xue Yen, Bun Houw, si Topeng Besi yang melayang sambil memeluk istrinya.


Ketua Thian San dan ke 7 saudaranya, ketua Shaolin dan ketua Xu San mereka meski berdiri sedikit sempoyongan seperti orang mabuk.


Tapi mereka tidak sampai terjatuh terduduk diatas tanah.


Sedangkan si bocah ajaib He Siong, dia menggunakan sepasang gadanya untuk menahan tubuhnya agar tidak terguling, ataupun terombang ambing.


Pamannya Ma Yan Lung setelah melayang dari atas tubuh kudanya yang roboh.


Dia juga ikut terduduk diatas tanah seperti yang lainnya.


Wu Song tidak berani meremehkan mahluk itu dia pun kembali mengerahkan Jurus ke 10 Naga Siluman Semesta.


Tubuhnya yang melayang terus menyedot kekuatan alam semesta yang diperlukan untuk melepaskan jurus ke 10 nya yang dahsyat.


Lu Fan sendiri juga tidak main-main, dia sadar mahluk didepan nya ini memiliki kekuatan misterius yang sulit di ukur.


Lu Fan langsung mengerahkan jurus ketiga yaitu tebasan pemusnah Buddha.


Jurus ini belum pernah di gunakan sama sekali sejak Lu Fan menguasai dan melatihnya di dalam pikiran saja.


Sambil berteriak,


"Arrrrrggghhh....!!!"


Yang menggetarkan semesta alam hingga tiga alam mengalami guncangan hebat.


Bahkan sang Buddha dan Dewi Kwan Im yang sedang khusuk bersemadi di tempat kediaman mereka yang damai dan tenang.


Yang letaknya sangat jauh dari lokasi pertarungan pun ikut terganggu dan membuka mata mereka.


Lalu mereka masing-masing menggunakan jari telunjuk dan tengah mereka menunjuk udara kosong.


Sehingga muncullah gambaran situasi di arena Pertempuran.


"Omitofho... sungguh-sungguh berbahaya jurus yang di ajarkan si kera batu pada muridnya ini.."


gumam Sang Buddha seorang diri.

__ADS_1


"Inikah mahluk yang diramalkan jutaan tahun lalu akan melenyapkan tiga alam...sungguh suatu musibah besar..."


"Semoga mereka bisa mengatasinya..."


gumam sang Buddha kemudian memejamkan kembali matanya.


Dewi Kwan Im tidak berkata apa-apa dia hanya tersenyum penuh welas asih kemudian kembali memejamkan matanya.


Kaisar langit juga menggunakan mata langit melihat apa yang terjadi di dunia di bawah sana.


Kaisar langit dan permaisurinya serta para dewa-dewi di langit semua ikut menonton dengan tegang.


Bila Lu Fan dan Wu Song tidak sanggup mengatasinya, maka tidak ada pilihan lain, kaisar langit harus pergi menemui tiga dewa Agung dan Buddha Sakyamuni untuk membantunya mengatasi bencana yang bakal di timbulkan oleh mahluk iblis ini.


Mahluk itu sendiri terlihat tenang saja, menghadapi serangan tebasan dari Lu Fan yang menggunakan senjata Dewa legendarisnya.


Mahluk itu sama sekali tidak gentar, dia hanya melapisi dirinya dengan perisai pelindung tiga warna Hijau merah kuning.


Menutupi seluruh tubuhnya dengan rapat,.sepasang sayap nya di katupkan, perlahan-lahan tubuhnya melayang turun kebawah.


Hingga sepasang kakinya yang memiliki cakar berkuku runcing menancap di atas tanah dengan kokoh.


Ledakan dahsyat mulai terjadi saat tebasan Lu Fan membentur perisai pelindung mahluk itu.


Lu Fan berkali-kali menambah daya tekanan, tapi perisai itu tetap tidak bergeming sama sekali.


Wu Song yang sudah mencapai puncak kekuatan nya, di mana ke 9 bayangannya yang masing-masing membawakan satu jurus dari Ilmu Pedang Naga Siluman Semesta.


Kini telah menyatu dengan dirinya, inilah saat-saat yang di nanti untuk melepaskan ilmu terkuatnya.


Tebasan pedang Naga Siluman Semesta dilepaskan, Seekor Naga Siluman Semesta raksasa yang bersinar kehijauan melesat.


Menghantam perisai pelindung mahluk itu, terjadi benturan dahsyat antara dua kekuatan ajaib.


Menimbulkan ledakan dahsyat,.tapi perisai itu masih sangat kuat belum juga bergeming.


Naga Siluman Semesta terus berputar-putar diudara, kemudian menukik menabrak perisai tersebut.


Setelah mengulangnya hingga 3 kali, saat tabrakan keempat pecahlah perisai pelindung tersebut.


Tubuh mahluk itu terbenam dalam sebuah lubang besar seperti sebuah mangkok.


Tebasan Wu Song dan Lu Fan berhasil bersarang di kulit tubuh mahluk itu yang keras dan menembus sisiknya yang keras, menimbulkan luka goresan dalam yang terus mengucurkan darah hijau terang.

__ADS_1


Wu Song dan Lu Fan saling pandang dengan terkejut, mahluk itu sudah di serang dengan jurus terkuat andalan mereka.


Tapi tetap belum bisa mengalahkan nya.


Mahluk itu meraung marah karena terluka, dia kemudian menghilang dari posisinya dan muncul di samping Lu Fan.


Mulai memberikan serangan dengan keempat cakar kaki tangannya yang berkuku panjang dan sangat tajam seperti pedang pusaka.


Lu Fan bergerak sigap menghilang dari posisinya, dan muncul ditempat lain.


Tapi mahluk itu seperti bayangan Lu Fan dia terus menempel dan mengejar kemanapun Lu Fan menghindar.


Wu Song bergerak membantu dengan tarian pedang Naga Siluman Semesta yang berusaha mengurung mahluk itu dalam pusaran pedangnya.


Selain itu Wu Song juga menggunakan sulingnya memainkan tarian suling mengaduk lautan mengacau langit.


Ilmu ini adalah ilmu ciptaan Wu Song sendiri yang tidak pernah dia gunakan.


Kini dia dengan terpaksa mengeluarkan nya, tarian sulingnya menimbulkan suara aneh yang bisa membetot Sukma lawan, sehingga konsentrasi lawan terganggu dan menurun kemampuannya.


Dengan perpaduan pedang dan suling ini, Wu Song berhasil mengurung ruang gerak mahluk itu.


Tapi untuk mengalahkannya masih sangat jauh dari harapan.


Akibat pertarungan itu tanah banyak berlubang Tembok benteng pertahanan Han Gu Kuan Kuan mulai runtuh.


Pasukan Rajawali Merah pimpinan Bun houw.yang melihat peluang ini, mereka diam- diam mulai bergerak menuju Han Gu Kuan melakukan serangan mendadak agar bisa meloloskan diri.


Tapi rencana mereka segera tercium, maka perang pun kembali pecah, antara pasukan Naga Hitam melawan pasukan Rajawali Merah.


Pasukan Rajawali Merah kembali di kepung dan diserang oleh pasukan gabungan.


Begitu pula pertarungan Lu Sun melawan Bun Houw mereka kembali saling serang dengan jurus andalan masing-masing.


Lu Sun berhasil menekan Bun Houw berkat kerja samanya dengan Xue Yen menggunakan tenaga sakti api abadi dan es abadi.


Lu Gan melengkapi serangan Wu Song dengan Permainan tombak pemusnah dewa dan iblis berusaha mengalahkan mahluk itu.


Meski terkepung tapi mahluk itu memiliki kekebalan dan banyak jurus aneh dan berbahaya.


Ekornya Juga merupakan senjata mematikan yang sanggup menangkis berbagai senjata yang membahayakan dirinya.


Sepasang matanya juga mampu menembakkan cahaya merah seperti.laser yang bisa membelah apapun dengan mudah bila terkena sinar tersebut.

__ADS_1


Wu Song dan Lu Fan meski mengepungnya tapi mereka harus bergerak dengan sangat hati-hati.


Karena mahluk itu masih bisa memberikan perlawanan sengit mengimbangi mereka berdua.


__ADS_2