
Begitu memasuki restoran tanpa basa-basi mereka langsung menangkapi , orang-orang yang duduk di beberapa meja.
Yang dari tadi mereka bergosip membicarakan permasalahan istana, sehingga Shi Ma Ling berhasil mendapatkan banyak informasi.
Kini mereka semua ditangkap dengan tuduhan, ingin memberontak dan menyebarkan informasi menyesatkan masyarakat.
Rombongan pasukan ini di pimpin oleh seorang pria putih gemuk yang di panggil Jendral Bai.
Dia bernama Bai Cu masih terhitung adik sepupu selir Bai, kini dia menempati posisi kepala Pasukan penjaga Ibukota Luo Yang.
Shi Ma Ling sudah sangat marah, dia ingin berdiri maju menghajar rombongan pasukan tersebut.
Tapi bahunya di tahan dengan lembut oleh Wu Song, Wu Song menatap lembut Shi Ma Ling sambil memberi kode dengan menggelengkan kepalanya.
Shi Ma Ling dengan dada bergelombang mendengus kesal, tapi dia menuruti permintaan Wu Song.
Wu Song dengan tenang seperti tidak terjadi apa-apa, dia dengan santai menyumpitkan beberapa lauk diatas meja.
Meletakkan nya di atas mangkok Shi Ma Ling, dan berkata
"makanlah kalau dingin nanti tidak enak."
Wu Song menggunakan penyampai pesan suara dengan Chi nya ke telinga Shi Ma Ling,
"Masalah di sini biarkan saja, setelah membebaskan ayah mu dan keluarga mu."
"Mereka pasti punya cara mengurus kakak mu Shi Ma Hui."
Ucapan Wu Song sangat masuk akal, bila mereka mengurus masalah ini, selain tidak akan tuntas.
Gerak-gerik mereka pun akan terbaca oleh antek-antek, permaisuri Bai.
Sehingga mereka tidak akan bebas bergerak, dan akan selalu di awasi dan di ganggu
Selesai makan Wu Song langsung mengajak Shi Ma Ling kembali kekamar tempat mereka menginap.
Keesokan harinya mereka. berdua langsung bergerak menuju menuju Chang An.
Saat ingin melewati Han Gu Kuan, mereka melihat ada antrian panjang untuk memasuki pintu gerbang Han Gu Kuan.
Sambil mengikuti antrian Wu Song bertanya kepada orang yang mengantri di depan nya,
"Kakak maaf mau numpang tanya, ada apa sebenarnya kenapa antrian memasuki kota begitu panjang.?"
Pemuda berpakaian sederhana di depan Lu Sun pun berkata,
__ADS_1
"Kamu bukan orang sini ya ?
Lu Sun menggelengkan kepalanya.
Pria itu menatap Lu Sun sejenak kemudian berkata,
"Pantas saja, itu barisan paling depan antrian di hentikan oleh pasukan Rajawali Merah."
"Kabarnya hari ini seluruh pasukan Rajawali Merah akan pergi meninggalkan Chang An."
Mendengar berita di luar dugaan ini, Wu Song saling pandang dengan Shi Ma Ling.
Mereka berdua sedikit terkejut mendengar kabar ini.
Tapi mereka berdua semakin yakin saat melihat rombongan yang berjalan paling terakhir adalah sepasang muda-mudi.
Yang gagah dan cantik yang mengenakan seragam baju zirah militer lengkap dengan jubah putih bersulamkan benang emas.
Yang menggambarkan seekor rajawali merah yang sedang merentangkan sayapnya.
Dari pakaian mereka yang berbeda dan duduk di atas kuda, Wu Song dan Shi Ma Ling dapat menebaknya.
Mereka berdua tentu menempati posisi cukup tinggi dalam Pasukan Rajawali Merah, tapi yang tidak mereka sangka bahwa kedua orang inilah pimpinan tertinggi Pasukan Rajawali Merah.
Yang di beri Wewenang penuh
Wu Song saat melihat mereka Wu Song merasa seperti kenal, tapi di mana pernah melihatnya Wu Song lupa.
Kedua orang itu juga tidak menyadari kehadiran Wu Song, yang bercampur dengan rakyat biasa. Yang sedang mengantri memasuki kota Chang An.
Kalau saja Wu Song tahu, kedua orang inilah yang pernah di lepaskan nya, saat si wanita membuat masalah besar di kota Nan Yang.
Selain itu Wu Song juga tidak tahu bahwa kedua orang inilah yang demi membalas budinya.
Telah diam-diam membantunya membersihkan nama baik Lu Ping dan Wu Song, dari fitnah keji yang sengaja ditebarkan oleh Shi Ma Ong, untuk menjebak Wu Song.
Sehingga bermusuhan dengan Siauw Lim Si dan Xu San Pai.
Setelah rombongan pasukan Rajawali Merah yang di pimpin oleh Yue Fei pergi.
Barisan antrian paling depan pun, mulai di perbolehkan memasuki gerbang kota Chang An.
Kini semua orang bebas keluar masuk, bahkan tidak ada pemeriksaan maupun penjagaan semua berjalan bebas.
Wu Song dan Shi Ma Ling begitu masuk ke kota Chang An, Shi Ma Ling yang bertindak sebagai penunjuk jalan langsung membawa Wu Song menuju kediaman keluarga nya.
__ADS_1
Shi Ma Ling dapat memasuki kompleks istana kediaman Shi Ma Yi dengan mudah, para penjaga istana tidak ada yang berani mencegahnya.
Sebaliknya mereka berlari buru-buru masuk ke dalam kediaman melaporkan kepulangan Putri Nan Yang.
Shi Ma Yi yang mendapatkan laporan itu sangat gembira, dia segera menyuruh Kasim Lau untuk pergi menjemput Shi Ma Ling datang bertemu dengan nya.
Kasim Lau pun bergegas keluar menyambut kepulangan Putri Nan Yang anak kesayangan junjungan nya itu.
Begitu bertemu dengan Shi Ma Ling, Kasim Lau yang meski usianya lebih tua, tapi dia langsung berlutut dan menyembah Shi Ma Ling.
Dan berkata,
"Maafkan hamba yang tua ini terlambat datang menjemput kepulangan tuan putri."
Shi Ma Ling buru-buru membungkuk membangunkan Kasim tua itu, yang merupakan abdi paling setia ayahnya.
Setelah berdiri dengan tubuh membungkuk Kasim Lau berkata,
"Silahkan tuan putri ikut dengan saya, yang mulia sedang menunggu tuan putri di ruang belajar."
Shi Ma Ling mengangguk, Kemudian berjalan beriringan dengan Kasim Lau, Wu Song mengikuti mereka dari belakang.
Kasim Lau hanya melirik sekilas ke arah Wu Song, tapi dia tidak berani mencampuri urusan Putri Nan Yang.
Sebagai orang yang sangat berpengalaman, dia sangat hati-hati dalam bertindak.
Pantangan terbesar seorang abdi, adalah ingin tahu terlalu banyak urusan atasannya, apalagi sampai bertindak sok pintar.
Memberikan pendapat pribadi, yang tidak di minta oleh atasan, itu akan sangat mempercepat untuk bertemu raja akherat.
Hal paling dasar ini lah yang membuatnya bisa merangkak sampai ke posisi kepala Kasim kepercayaan Shi Ma Yi.
Kasim Lau sambil berjalan berkata,
"Syukurlah tuan putri sudah pulang, yang mulia selama ini selalu mengkhawatirkan keadaan tuan putri."
Shi Ma Ling hanya mengangguk kecil dan berjalan sedikit terburu-buru menuju ruang baca ayahnya.
Begitu sampai didepan ruang baca, terdengar dua orang Kasim penjaga pintu berteriak,
"Yang mulia putri Nan Yang dan Kasim Wei telah tiba.!"
Terdengar suara jawaban dari dalam,
"Biarkan mereka masuk..!"
__ADS_1
Pintu pun di buka oleh kedua Kasim kecil itu sambil membungkuk kan badan mereka mempersilahkan Shi Ma Ling dan Kasim Lau untuk masuk kedalam ruangan.
Sedangkan Wu Song yang tidak diundang masuk, berdiri santai didepan kedua Kasim kecil itu.