LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MISI BARU BUN HOUW,


__ADS_3

Bun Houw membaca surat itu dia mengerutkan alisnya dan berpikir keras, perlahan-lahan dia meletakkan kertas tersebut di atas meja.


Berdiri terpaku berpikir keras, kira-kira tindakan apa yang harus di ambil.


Bun Houw termenung hampir sejam tidak ada yang berani mengganggunya.


Mereka hanya berdiri diam saling pandang, kemudian menundukkan kepala mereka.


Menunggu perintah dari Bun Houw.


Bun Houw akhirnya menghela nafas panjang dan berkata,


"Bekerja dibawah Jendral begini, benar-benar suatu ketidakberuntungan buat kita."


"Cepat atau lambat nyawa kita akan tergadai di buatnya."


"Alung dan Yue Fei tolong kalian bawa beberapa orang kepercayaan kalian."


"Alung kamu pergi menyelidiki informasi laut timur, cari nelayan paling berpengalaman tanyakan kondisi laut sedetil mungkin, terutama dalam 1 bulan kedepan."


"Yue Fei kamu lakukan penyelidikan bagian darat di perbatasan timur, dapat kan informasi selengkapnya dari para pemburu dan penduduk setempat."


"Buat peta geografis sedetil mungkin, cari tahu juga iklim dan cuaca di sana untuk 1 bulan kedepan."


"Waktu kalian adalah 1 bulan apapun hasilnya harus segera memberikan laporan kepada ku."


"Kalian berlima pergi selidiki kekuatan kelebihan dan kelemahan pasukan dari goguryeo itu, batas waktu kalian 1 bulan."


"Kita berkumpul di kota Xiang Ping 1 bulan dari sekarang, kalian bersiap-siap lah."


"Pasukan utama aku yang pimpin, siang ini juga akan berangkat."


"Panggil wakil komandan Chu kemari, ada yang ingin ku bicarakan dengan nya." pesan Bun Houw sebelum ke 7 orang itu pergi.


Setelah ke 7 bawahnya keluar tenda tak lama kemudian, wakil komandan Chu datang menghadap.


"Wakil komandan Chu, tolong lakukan persiapan siang ini kita harus segera berangkat menuju Xiang Ping."


"Bawa ransum yang cukup untuk 1 tahun kedepan, berikan surat ini ke bagian pengurus perbekalan militer minta mereka menyiapkan nya."


Komandan Chu mengangguk, setelah memberi hormat dia terburu meninggalkan kamp militer mereka pergi urus masalah perbekalan.


Bun Houw sendiri sedang membaca ulang, surat tugas yang diterimanya.


Surat itu meminta Bun Houw membawa seluruh pasukannya berangkat ke Xiang Ping.

__ADS_1


Untuk mengatasi serangan yang datang dari kerajaan Goguryeo, yang kini sedang berusaha menguasai dermaga


Kota Xiang Ping.


Di dalam surat juga di jelaskan Pasukan pendukung dari Jendral Bai 3 bulan mendatang baru akan menyusul kesana memberikan bantuan.


Yang membuat Bun Houw kesal adalah, sebelum menerima tugas kenapa tidak dipertimbangkan baik-baik.


Jarak yang harus di tempuh dari Chang An ke Xiang Ping,


Kenapa tidak memberikan kesempatan ini kepada Jendral di Bei Ping, Ping Yuan dan Ye yang lebih dekat.


Tambah lagi mereka yang cuma ada 5000 Pasukan di suruh kesana memberi bantuan, sedangkan Pasukan pendukung yang berjumlah 30.000 malah berangkatnya 3 bulan kemudian.


Bukankah ini sama saja ingin Bun Houw dan pasukannya mengantar nyawa kesana.


Benar-benar tindakan yang tidak punya dasar pertimbangan yang jelas.


Dan lebih lucunya, mereka cuma di suruh berangkat, tanpa diberitahu informasi jelas tentang musuh yang akan mereka hadapi nantinya.


Komandan Chu Kembali dengan tergesa-gesa dan memberikan laporan,


"Maaf ketua, pihak perbekalan hanya bisa memberikan ransum selama 6 bulan pada kita."


Bun Houw tersenyum ini sudah dalam tebakannya, makanya dia minta ransum selama 1 tahun.


Ditambah perbekalan nya sendiri, ransum untuk 9 bulan itu sudah lebih dari cukup untuk misi kali ini.


Bun Houw menjawab,


"Tidak apa-apa, jalankan saja apa adanya, ayo kita segera berangkat sekarang."


Dalam perjalanan ketika melewati kaki bukit, Bun Houw membawa beberapa kebutuhan untuk 6 bulan mengunjungi bukit tempat tinggal Yi Yi.


Sementara Pasukan nya duduk beristirahat di kaki bukit.


Yi Yi terkejut melihat kedatangan Bun Houw, yang baru saja pergi kini sudah kembali lagi.


Yi Yi bertanya dengan heran menatap Bun Houw,


"Bun Houw ke ke ada apa kenapa begitu cepat sudah kembali lagi?"


Bun Houw mengangkat beberapa perbekalan menaruhnya di dapur, kemudian menjawab,


"Sayang aku dapat tugas di tempat yang sangat jauh, mungkin 6 bulan kemudian baru bisa kembali."

__ADS_1


Yi Yi hatinya sangat sedih dan kecewa, tapi dia tetap tersenyum penuh pengertian.


Berusaha memahami bahwa semua ini terjadi diluar kehendak Bun Houw, Bun Houw juga terpaksa karena tuntutan pekerjaan.


Yi Yi memegang tangan Bun Houw dan berkata,


"Hati-hatilah cepat pergi cepat pulang, aku akan menunggu mu pulang."


Bun Houw merasa sangat tidak enak dengan Yi Yi, tapi dia juga tidak berdaya.


Tidak tahu mau bicara apa lagi, akhirnya dia hanya mengangguk, mencium kening Yi Yi. Kemudian membalikkan badannya pergi meninggalkan Yi Yi sendirian.


Yi Yi berdiri melepas kepergian Bun Houw, perlahan-lahan bayangan punggung Bun Houw menghilang dari hadapan nya.


Yi Yi berdiri dengan wajah berlinang air mata, melihat bayangan punggung pria yang sangat dia cintai itu perlahan-lahan menghilang dari hadapannya.


Kemudian Yi Yi membalikkan badannya menutup mulutnya menahan tangis berlari masuk kedalam rumah.


Semua ini tak terlepas dari tatapan mata penuh rasa iba dan sedih dari pria bertopeng.


Setelah menghela nafas panjang.


Dia pun melesat pergi kembali ke depan gua yang dia jadikan tempat tinggal.


Setiap pagi di pagar depan rumah Yi Yi, selalu di gantung binatang hasil buruan yang sudah dipotong dan dibersihkan.


Yi Yi sempat curiga siapa pengirimnya, jadi dia diam-diam mengawasi siapa pengirim bahan makanan itu.


Yi Yi akhirnya memergoki yang mengirim bahan makanan adalah seorang berpakaian prajurit militer.


Yi Yi tidak bisa melihat wajahnya, tapi Yi Yi tidak terlalu perduli lagi, karena Yi Yi berpikir itu adalah orang suruhan Bun Houw. Untuk mengurus perbekalan makanan nya.


Setelah menggantung hasil buruan yang sudah di bersihkan di pagar prajurit itu akan langsung pergi tanpa menoleh menuruni bukit.


Setelah agak jauh dari rumah Yi Yi, dan memastikan tidak ada yang mengikutinya.


Dia akan melesat dengan ringan dan cepat, menuju bukit yang berseberangan dengan tempat tinggal Yi Yi.


Sampai didepan sebuah gua, prajurit itu baru melepaskan seragam prajuritnya, kemudian mengenakan topeng besi miliknya.


Baru duduk bermeditasi di atas batu besar yang terletak di depan gua.


Perlahan-lahan tubuhnya di kelilingi oleh 7 buah energi pedang yang berwarna-warni seperti pelangi dalam posisi melayang diatas batu.


Setiap 3 hari sekali selalu ada seekor merpati putih terbang menuju bukit di mana Pria bertopeng besi itu bermeditasi.

__ADS_1


Merpati putih itu akan dengan jinak hinggap di atas batu tempat pria bertopeng besi bermeditasi.


__ADS_2