LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
DILEMA BUN HOUW,


__ADS_3

Bun Houw mengerutkan keningnya dan berpikir kemudian berkata,


"Pria sejati berani berbuat berani bertanggungjawab, pangeran jangan khawatir tangkap lah aku serahkan kepada kakek mu."


"Aku tidak akan menyesal, asalkan tolong jamin keselamatan semua bawahan ku. Jangan sampai mereka terlibat dan tahu tentang masalah ini."


Si Ma Ong menepuk pundak Bun Houw sambil tersenyum lembut penuh terimakasih berkata,


"Seperti kata-kata ku di awal, aku sudah menganggap mu seperti saudara.


Bagaimana mungkin aku melemparkan semua masalah yang bukan kesalahan mu.


Untuk kamu tanggung, tidak hal itu tidak akan pernah terjadi."


"Sejak mengenal mu tidak sedikitpun aku pernah meragukan kesetiaan mu."


Bun Houw kini menghela nafas pasrah, tidak tahu lagi mau berkata apa.


Yang jelas dia merasa bersalah bila tidak bisa berbagi kesulitan dengan pangeran Si Ma Ong. Yang sudah banyak membantu dirinya,


perlahan-lahan Bun Houw bertanya,


"Lalu apa pangeran memiliki solusi lain?"


Pangeran Si Ma Ong tampak merenung kemudian berkata,


"Solusi sih sebenarnya ada, tapi sudahlah lupakan saja."


"Aku memanggil mu kesini, sebenarnya bukan ingin meminta mu berbagi masalah ini."


"Tapi aku ingin minta tolong kepada mu, bila ada hal buruk yang terjadi kepada ku."


"Tolong kamu bantu aku menjaga keluarga ku, saat ini yang bisa ku percaya dan memiliki kemampuan hanya dirimu."


"Aku jelas tidak bisa meminta bantuan Kuai Lau Jen, karena dia sebenarnya adalah orang kakek ku."


"Tapi itu semua adalah kemungkinan terburuk saja, mungkin aku yang berpikir terlalu banyak."


"Karena bagaimanapun aku tetaplah cucunya, darah lebih kental dari air.


Tidak mungkin lah hanya karena masalah kecil ini, kakek tega bertindak kejam pada ku."


"Sudahlah lupakan saja mari kita bicarakan hal lain saja, bagaimana dengan perkembangan pelatihan Pasukan baru kamu? ada masalah katakan saja."


Bun Houw mana mau melepaskan peluang sekecil apapun, selama bisa menolong pangeran Si Ma Ong.


Dia segera berkata,

__ADS_1


"Pelatihan berjalan lancar tidak ada masalah, tanpa yang mulia minta pun hamba akan mempertaruhkan nyawa hamba, untuk melindungi Yang Mulia dan keluarga yang mulia."


"Sekecil apapun peluang bila ada kemungkinan berhasil kita haru mencobanya."


"Nah yang Mulia katakan saja apa solusi lainnya, katakan saja Bun Houw akan berusaha melakukannya."


Pangeran Si Ma Ong berulangkali menghela nafas panjang, terlihat sangat berat kemudian perlahan-lahan berkata,


"Saat ini yang bisa menolong ku adalah kedua bibi ku yang merupakan anak kesayangan kakek."


"Bila mereka berdua buka suara melindungi ku, memberikan alasan yang kuat, kakek pasti tidak akan menyalahkan ku."


"Bahkan ada kemungkinan kakek akan mencabut semua hukumannya pada ku."


"Bila itu terjadi dengan dukungan kakek, meski selir jahan*m itu membakar diri di depan ayah ku."


"Ayahku akan berpikir 1000 kali bila ingin menyentuhku."


Bun Houw kurang mengerti dia segera bertanya,


"Bagaimana cara nya untuk mendapatkan dukungan kedua bibi mu? aku memiliki hubungan yang cukup akrab dengan bibi yang mulia Si Ma Yen."


"Mungkin aku bisa menemuinya meminta bantuannya, kurasa dia tidak akan menolak, bukan kah dulu aku bergabung juga karena di kenalkan olehnya.?"


"Tapi kalau bibi yang mulia yang satu lagi, aku tidak mengenalnya sehingga mungkin agak sulit."


Si Ma Ong tersenyum dan berkata,


"Karena dia sangat memanjakan bibi Si Ma Yen dan sangat menyayangi nya."


"Hanya saja tanpa alasan kuat Bibi Si Ma Yen, meski ingin membantu, juga tidak bisa."


"Alasan apa yang mulia? tolong jelaskan." ucap Bun Houw penasaran.


Pangeran Si Ma Ong Kembali menghela nafas panjang terlihat berat mengatakan nya,


Beberapa saat kemudian dia baru berkata,


"Alasan yang paling kuat adalah kamu adalah calon suami bibi Si Ma Yen, kalian saling mencintai."


"Demi mendukung cinta dan masa depan kalian , aku turun tangan terlibat dalam insiden yang semua penyebab nya adalah Jendral Bai."


"Yang menggunakan kekuasaannya berbuat sewenang-wenang mentang-mentang dia adalah kakak ipar ayah ku , bahkan hampir menyebabkan terjadinya perang besar-besaran dengan Kekaisaran Goguryeo."


Bun Houw langsung pucat mendengarnya, semua ketenangan nya lenyap.


Dia langsung membayangkan ekspresi Yi Yi saat mengetahui hal ini.

__ADS_1


Bagaimana bersedih dan kecewanya Yi Yi bila dia melakukan hal itu.


Bun Houw tertunduk lesu, seluruh tubuhnya lemas, kini dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana.


Seperti makan buah simalakama, di makan ayah mati tidak di makan ibu nya yang mati.


Pilihan yang tidak memberinya pilihan.


Pangeran Si Ma Ong menepuk pundak Bun Houw dan berkata,


"Sudahlah jangan di pikirkan lagi, anggap saja aku tidak pernah bicara, lupakan saja."


"Aku sudah cukup lega dengan janji mu tadi, sisanya biarkan saja berjalan apa adanya."


"Sudahlah sekarang sudah sore, kamu pulang lah lupakan saja pembicaraan kita barusan."


Bun Houw terus menghela nafas berat, kemudian dia mengangkat kepalanya menatap Si Ma Ong dan berkata,


"Beri aku waktu berpikir dua hari ini, aku pasti akan memberikan solusi yang memuaskan Yang Mulia."


"Lihat ini semua salahku yang banyak mulut, sekarang malah memberi mu beban pikiran."


ucap Si Ma Ong dengan penuh rasa bersalah.


Bun Houw tersenyum pahit dan berkata,


"Yang Mulia tidak boleh berkata seperti itu, itu membuat ku semakin merasa bersalah."


Bun Houw berdiri kemudian berkata,


"Baiklah Yang Mulia aku permisi dulu, sebelum 3 hari aku akan memberikan solusi terbaik, Yang Mulia tidak perlu khawatir."


Bun Houw meninggalkan kediaman pangeran Si Ma Ong dengan lesu.


Dia tidak bersemangat untuk kembali ke markas militer, dia langsung berjalan menuju kediamannya dengan kepala tertunduk lesu.


Yi Yi sangat terkejut melihat Bun Houw yang hari ini pulang begitu cepat, dia yang sudah sangat lama bersama Bun Houw, tentu sangat hapal dengan ekspresi Bun Houw saat ini.


Bun Houw pasti sedang memiliki beban pikiran yang sangat berat, yang tidak punya solusi pikir Yi Yi.


Yi Yi dengan penuh pengertian merangkul lengan Bun Houw dengan mesra, berjalan masuk kedalam rumah.


Yi Yi tidak mau banyak bicara dan bertanya yang hanya akan membuat Bun Houw semakin risau .


Yi Yi malah meminta Pelayan menyiapkan beberapa botol arak Hang Zhou kesukaan Bun Houw.


Yi Yi sebenarnya juga ingin memberitahu sesuatu hal yang penting kepada Bun Houw.

__ADS_1


Tapi melihat kondisi Bun Houw yang lagi seperti ini.


Yi Yi menjadi ragu untuk menceritakan nya pada Bun Houw, Yi Yi takut ceritanya tidak membawa kegembiraan malah membuat Bun Houw semakin gundah dan galau pikirannya.


__ADS_2