
Si Ma Jian menghela nafas lega, dia menyadari sifat keras kepala cucu mantunya.
Bila dia sudah memutuskan membawa Cin Hai tidak ada orang yang dapat menghentikan nya.
Pihak kerajaan sekalipun akan berpikir dua kali bila ingin berkonfrontasi dengan nya.
Satu-satunya orang yang selalu bisa mengendalikan dan memahami sifat keras kepala Wu Song cuma Ceng Ceng cucunya.
Untungnya Ceng Ceng sudah memikirkan hal ini jauh-jauh hari, sehingga saat dia tidak ada sekalipun tidak akan timbul masalah dalam perebutan hak asuh Cin Hai.
Wu Song sambil tersenyum sedih berkata,
"Kek bolehkah saya bertemu Cin Hai saat ini, setelah ini aku tidak tahu kapan lagi bisa datang melihatnya."
Si Ma Jian tersadar dari lamunannya, ketika mendengar permintaan Wu Song, dia cepat-cepat meminta kepala pelayannya pergi memanggil bibi Hua dan membawa Cin Hai datang keruangan santai.
Si Ma Jian kembali mengisi teh ke cawan Wu Song dan Lu Ping, kemudian dia berkata,
"Sambil menunggu kedatangan bibi Hua ayo kita minum teh bersantai sejenak."
Wu Song dan Lu Ping mengangkat cawan mencium wanginya, baru perlahan-lahan meminum teh di dalam cawan.
Sambil menyeduh teh Si Ma Jian bertanya sambil melirik Wu Song,
"Setelah ini apa rencana mu kedepan nya..?"
Sambil menghela nafas Wu Song meletakkan cawan ditangannya kemudian berkata,
"Ping Er menyarankan agar kami bertamasya jalan-jalan ke danau barat ( Si Hu ) menurut Ceng Ceng pemandangan disana sangat indah."
"Aku sendiri saat ini sebenarnya belum memiliki rencana dan tujuan pasti." ucap Wu Song sambil menghela nafas,.
Si Ma Jian mengerti perasaan Wu Song yang saat ini sangat galau karena baru kehilangan Ceng Ceng dia sendiri pun sama.
Bila bukan karena kesedihan kehilangan cucu tersayang, dia juga tidak mungkin setiap hari menghabiskan waktu dengan menyeduh teh di ruangan santai ini.
Mungkin saran Lu Ping saat ini adalah pilihan yang paling tepat buat menghibur perasaan Wu Song saat ini. pikir Si Ma Jian dalam hati.
Si Ma Jian sebagai orang berpengalaman dia dapat menebak Lu Ping sangat mencintai cucu mantunya ini.
Cuma kelihatannya cucu menantunya saat ini belum bisa melupakan Ceng Ceng.
__ADS_1
Si Ma Jian di dalam hatinya hanya bisa berharap Wu Song segera keluar dari lingkaran kesedihan dan dapat segera menemukan pengganti Ceng Ceng sehingga Wu Song bisa segera menyongsong masa depan dengan lebih baik.
Saat mereka larut dalam pikiran masing-masing bibi Hua datang membawa Cin Hai .
Wu Song berjalan mendekati bibi Hua, bibi Hua dengan hati-hati menyerahkan Cin Hai kepada Wu Song.
Cin Hai yang sedang tidur pulas terbangun tapi dia menangis, Cin Hai menatap Wu Song kemudian tertawa.
Melihat tingkah Cin Hai sambil tersenyum mata dan hidung Wu Song kembali basah.
Wu Song bercanda dengan Cin Hai yang membuat anak itu tertawa cekikikan.
Beberapa saat kemudian Wu Song menyerahkan Cin Hai kepada Si Ma Jian dengan berat hati.
Cuma semua ini adalah pesan terakhir Ceng Ceng, bagaimana keras kepala Wu Song juga tidak berani melanggar janjinya pada Ceng Ceng.
Begitu Cin Hai pindah ke tangan Si Ma Jian bayi tersebut tiba-tiba menangis sangat keras.
Mungkin perasaan halus bayi itu dapat merasakan Wu Song ayahnya akan pergi meninggalkan dirinya.
Wu Song sejenak tertegun, jantungnya seperti sedang diremas-remas, mendengar tangisan keras Cin Hai.
Karena tidak tahan Wu Song akhirnya kembali mengambil alih Cin Hai dari tangan bibi Hua.
Dengan ajaib setelah berada dalam gendongan ayahnya Cin Hai langsung berhenti menangis.
Sesaat kemudian Cin Hai tidur dalam dekapan Wu Song, sambil menghela nafas Wu Song berkata,
"Maafkan ayahmu yang tidak menjalankan tanggungjawab dengan baik anakku.
Ayah terpaksa melakukan ini, karena ayah tidak berdaya menolak permintaan terakhir ibu mu."
"Maafkan ayah ibu mu nak, disaat kamu sangat membutuhkan kasih sayang dari kami, kami malah meninggalkan mu."
"Tumbuhlah menjadi sehat dan kuat bersama kakek buyut mu, kapan-kapan ayah akan kembali menjenguk mu."
Setelah itu perlahan-lahan Wu Song mengembalikan Cin Hai kepada bibi Hua.
Cin Hai yang sudah terlelap tidak menangis lagi.
Wu Song menatap Cin Hai sekali lagi dengan berat hati, Wu Song mencium tangan Cin Hai.
__ADS_1
Setelah itu dia memohon pamit pada Si Ma Jian, sambil mengucapkan terima kasih.
Sebelum Wu Song pergi kepala pelayan memberikan sebuah bungkusan kain yang berisi pakaian baru, uang, tempat minum dari kulit dan makanan kering sebagai bekal perjalanan Wu Song.
Wu Song menerima dan menyimpan semua nya kedalam cincin nya, kemudian mengucapkan terimakasih kepada kepala pelayan dan kakek Si Ma Jian.
Setelah itu Wu Song berbalik badan berjalan pergi meninggalkan kediaman perdana menteri .
Lu Ping mengikuti Wu Song dia berjalan disampingnya dia tidak berani menggandeng tangan Wu Song karena mereka masih berada di kediaman Si Ma Jian.
Setelah keluar dari kediaman Si Ma Jian Lu Ping langsung menggandeng tangan Wu Song dengan mesra.
Wu Song tidak menolaknya dia hanya melirik ke Lu Ping sejenak dia melihat Lu Ping sedang tersenyum bahagia.
Wu Song tidak tahu apa yang sedang dipikirkan Lu Ping dan dia juga malas mencari tahu.
Saat ini Wu Song merasa hanya tubuh kasarnya saja sedang berjalan meninggalkan kediaman Si Ma Jian.
Tapi sebagian besar rohnya masih tertinggal di sana tidak rela berpisah dari Ceng Ceng dan anaknya.
Hampir seminggu Wu Song dan Lu Ping berjalan menyusuri berbagai desa dan kota untuk menuju kota Hang Zhou dimana wisata Danau Barat (Si Hu) berada.
Selama perjalanan Wu Song hanya berjalan dengan linglung mengikuti kemanapun Lu Ping membawanya.
Disepanjang jalan Wu Song lebih banyak termenung, sekali-sekali dia akan tersenyum tapi senyumnya terlihat seperti agak dipaksakan.
Beberapa kali mereka singgah dikota yang cukup ramai, dimana terdapat restoran dan rumah makan yang besar dan mewah.
Wu Song tetap terlihat tidak begitu berselera untuk makan, beberapa kali karena menu tersebut adalah menu kesukaan Ceng Ceng.
Wu Song malah terlihat larut dalam kenangan dan kesedihan sehingga kehilangan nafsu makan.
Lu Ping menghadapinya dengan sangat sabar, dia memaklumi kondisi Wu Song saat ini yang belum bisa menerima kenyataan kepergian Ceng Ceng.
Mereka beberapa kali menghadapi gangguan perampok di jalan maupun preman setempat yang mencari gara-gara karena melihat kecantikan Lu Ping.
Tapi Wu Song terlihat tidak perduli dan membiarkan Lu Ping menyelesaikan semua sendirian.
Akhirnya mereka berdua tiba dikota Hang Zhou, setelah memesan Penginapan.
Lu Ping langsung mengajak Wu Song pergi ke danau barat (Si Hu)
__ADS_1