
Koai Lau Jen sendiri kemudian pergi ke dapur memesan koki menyiapkan makanan kesukaan Fu San kakak seperguruannya.
Sementara itu Yi Han mengajak ayah baru nya ke kamar mandi dan dia berkata,
"Ayah..ayah pasti sudah sangat lama tidak mandi, Biar saya bantu ayah mandi dan membersihkan punggung ayah."
Fu San tersenyum lembut dan berkata,
"Bagi kami kultivator, mandi ataupun tidak bukan masalah nak, karena kami saat bermeditasi seluruh kotoran kuman dan lain sebagainya akan menguap hilang dengan sendirinya."
"Tapi kamu anakku yang berbakti ingin memandikan ayah, tentu ayah sangat gembira,
Bagaimana mungkin ayah bisa menolaknya."
ucap Fu San sambil membelai kepala anaknya.
Begitu mendapat persetujuan dari ayahnya,
Yi Han langsung membantu ayahnya melepaskan pakaian, menggunakan gayung menyiram tubuh ayahnya dengan hati-hati.
Yi Han membantu mencuci rambut ayahnya sampai bersih dan tidak kusut dan lengket-lengket lagi.
Yi Han kemudian baru menggosok daki-daki yang menempel ditubuh ayahnya dan menyiramnya sampai bersih.
Sebelum ayahnya masuk untuk berendam di dalam Tong air yang tersedia, Yi Han pun bertanya,
"Ayah bagaimana bila saya bantu ayah merapikan rambut jenggot dan kumis ayah, agar lebih rapi.?"
Dengan air mata bercucuran karena terharu Fu San menganggukkan kepalanya, dia tidak sanggup menjawab dengan kata-kata.
Karena suaranya tercekat di tenggorokan di penuhi rasa haru.
Selama hidupnya selain Ling Mei istrinya dulu, tidak pernah ada orang yang memperhatikan dirinya.
Yi Han melakukan semua dengan gembira dan tulus, karena dia benar-benar merindukan kasih sayang sebuah keluarga.
Yi Han sebenarnya adalah anak yang sangat baik dan berbakti, semua sikapnya yang ugal-ugalan dan tidak bertanggungjawab selama ini.
Sengaja dia lakukan tujuan nya cuma satu yaitu ingin menarik perhatian kakaknya yang terlalu sibuk dan serius bekerja mencari uang.
Setelah di cukur dan di bersihkan jenggot dan kumis nya oleh Yi Han, dan rambutnya juga sudah dirapikan.
Kini Fu San bagaikan orang yang berbeda dia bagaikan di lahirkan kembali, Fu San terlihat sangat tampan dan gagah.
Dari wajahnya orang akan mengira dia adalah seorang pria matang berusia 40 tahun, tidak ada yang menyangka umurnya bahkan lebih tua dari Koai Lau Jen.
Setelah rapi dan bersih, Yi Han baru mempersilahkan ayahnya berendam sampai puas di kamar mandi.
Sedangkan dia keluar dari kamar mandi pergi mencari Koai Lau Jen untuk mempersiapkan beberapa stel baju ganti untuk ayahnya.
Yi Han kemudian kembali kekamar sambil membawa beberapa stel pakaian ganti untuk ayahnya.
Yi Han membawa satu stel pakaian ganti untuk ayahnya yang dia gantungkan ditempat gantungan baju, di dalam kamar mandi.
__ADS_1
Setelah itu dia baru berkata,
"Ayah bila sudah selesai, pakaian ganti ayah saya gantung di sini."
ucap Yi Han tanpa menoleh Kemudian meninggalkan kamar mandi.
Fu San menjawab, dengan tertawa gembira
"Ha...ha...ha...! Baik.. sebentar lagi ayah akan berganti."
Setelah berganti rapi dan keluar dari kamar mandi Yi Han menatapnya dengan senyum puas.
Fu San sambil tersenyum bertanya,
"Bagaimana penampilan ayah mu sekarang ?
Yi Han tersenyum lebar dan mengacungkan jempol kearah ayahnya dan berkata,
"Keluar dari sini akan ber antri para gadis melamar menjadi istri baru ayah..."
Fu San mempelototi anaknya tapi mulutnya tersenyum dia berkata,
"Anak nakal jangan bicara sembarangan, seumur hidup ayah cuma mencintai ibu mu Ling Mei seorang."
"Setelah dia pergi, kini harapan cinta dan kasih sayang ayah hanya akan ayah alihkan kepada mu saja."
"Anak baik kemarilah.."
Yi Han dengan bingung berdiri dari tempat duduknya , berjalan menghampiri ayahnya.
Setelah itu dia berbisik, ditelinga Yi Han.
"Anak ku ini adalah Cincin penyimpanan, di dalam ada berbagai harta dan semua ilmu simpanan ku, juga berbagai macam sumber daya untuk meningkatkan kemampuan mu."
"Ingat ini rahasia, jangan pernah cerita ke siapapun, atau nyawa mu akan berada dalam bahaya."
"Cara penggunaannya sangat mudah, kamu cukup bayangkan apa yang kamu mau, maka benda itu akan muncul."
"Begitu juga bila kamu ingin lihat isi di dalam nya kamu cukup bayangkan saja."
"Kalau mau menyimpan sesuatu, kamu tinggal panggil nama barang itu, sambil membayangkan barang tersebut masuk kedalam, maka barang itu akan langsung tersimpan kedalam."
Yi Han mencobanya dan tersenyum senang berkata,
"terimakasih ayah, tapi bila ayah ingin nyimpan sesuatu gimana ?"
Fu San tertawa dan berkata,
"Ya tinggal titip di kamu kan beres."
Fu San Kemudian berjalan kearah cermin melihat wajahnya di sana, kemudian berkata.
"Anak ku kamu menyulap ku jadi Terlihat begitu muda ini kurang baik."
__ADS_1
Yi Han menatap bingung dan bertanya,
"Memangnya kenapa ayah ?"
Sambil tersenyum Fu San menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Nanti akan muncul godaan tidak perlu, yang datang dari para wanita."
Yi Han tadi berpikir kenapa, rupanya masalah ini.
Yi Han sambil tertawa, berkata.
"Bukannya ini bagus ayah ?"
Fu San tersenyum dan berkata,
"Sudahlah di jelaskan juga saat ini kamu tidak akan ngerti, suatu hari nanti kamu akan paham sendiri."
"Yi Han kamu harus rajin berlatih ya, agar kuat dan bisa menjaga diri."
Yi Han mengangguk dan berkata,
"Baik ayah, ayah ayo kita makan masakan ini khusus di siapkan buat ayah."
Fu San mengangguk, tapi dia tidak menyentuh masakan cuma makan buah-buahan saja.
Yi Han menatap dengan bingung dan berkata,
"Ayah kenapa cuma makan buah.?"
Fu San sambil tersenyum berkata,
"Ini adalah makanan terbaik buat kesehatan, makanan seperti ini yang paling cocok untuk orang berusia seperti ayah."
Yi Han mengangguk, tapi dia tetap melanjutkan makannya dengan lahap.
Selesai makan Yi Han pun berkata,
"Ayah besok pagi kita harus kembali ke Chang An, membantu pangeran Shi Ma Ong."
"Yang juga memilki permusuhan dengan Pendekar Suling Hitam Wu Song."
Fu San mengangguk dan berkata,
"Atur saja ayah akan mengikuti kemauan mu."
Mendengar jawaban Fu San, hati Yi Han bergolak hebat, apakah sudah benar dia melibatkan ayahnya yang hidupnya sangat kasihan.
Dengan permusuhan tidak perlu, yang ayahnya sendiri tidak paham.
Hanya percaya sepenuhnya kepada dia, bila nanti terjadi sesuatu dengannya bukan kah, dia akan sangat berdosa.
Tapi di sisi lain dia juga takut, bila dia membangkang dari perintah yang terkena masalah bukan hanya dia dan ayahnya.
__ADS_1
Tapi kakak tercintanya tentu akan ikut terlibat, karena khawatir dengan kakaknya Yi Han memilih mengikuti sambil melihat situasi saja.
Toh ayahnya bukan orang biasa yang mudah di lukai oleh siapapun.