
"Mereka juga manusia terbuat dari darah dan daging sama seperti kalian, kalian makan nasi mereka juga makan nasi."
"Yang membuat perbedaan adalah latihan yang mereka dan kalian terima, jadi berlatihlah dengan giat."
"Bertempur lah dalam kelompok, aku yakin kalian bisa memenangkan pertempuran nanti."
"Semangat lah..!"
Ucapan Si Topeng Besi di sambut dengan sorak Sorai para pasukan dengan penuh kegembiraan.
Si Topeng Besi mengangkat tangannya, suara pun kembali hening dia kembali berkata,
"Sekarang beristirahatlah dengan baik besok akan kita lanjutkan ke jurus berikutnya."
"Sekarang biarlah dengan tertib..!"
Si Topeng Besi kemudian memberi hormat kepada panglima Sie dan ke tiga Jendral nya.
Lalu dia pun menghilang dari tempat tersebut, dia bergerak secepat mungkin ke tempat tinggal Thian San dan ibunya Yi Yi.
Saat Si Topeng Besi sampai di taman didepan kamar Thian San, anak itu yang terlihat sedang duduk termenung menunggunya.
Begitu melihat kedatangan nya, langsung berlari menghambur kedalam pelukan Si Topeng Besi dan berkata,
"Kakak Tampan kenapa lama sekali baru pulang ?"
Si Topeng Besi membelai kepala Thian San dan berkata,
"Paman harus membantu kakek mu melatih pasukan..San San anak baik paman yakin San San pasti akan mengerti.."
"Begini biar San San tidak bosan, bagaimana bila San er belajar dan menghapal beberapa rapalan ini."
Thian San menatap bingung kearah si Topeng Besi dan berkata,
"Buat apa kakak tampan, San San lebih suka kakak tampan temani San er bermain."
Si Topeng Besi tersenyum dan berkata,
"San er mau tidak seperti ini..?"
Si Topeng Besi tiba-tiba terbang melayang di udara, melayang kesana-kemari dengan ringan.
Kemudian dia turun menggendong Thian San ikut melayang dan berputar-putar melihat pemandangan dari atas.
Thian San bersorak kegirangan dan terus tertawa-tawa.
Si Topeng Besi kemudian membawa Thian San kembali mendarat di taman dan berkata,
"Bila San er rajin berlatih ilmu yang paman ajarkan, San er pasti bisa terbang sendiri."
__ADS_1
"Selain itu lihatlah ini..."
Dengan mudah si Topeng Besi mengangkat sebuah patung batu berbentuk singa, kemudian melempar-lemparnya keatas dengan ringan.
Lalu mengembalikan ketempat semula dan berkata,
"Bagaimana San er tertarik tidak ?"
Thian San menatap dengan sepasang mata nya yang berbinar binar dan cepat-cepat menganggukkan kepalanya.
Sambil tersenyum Si Topeng Besi kemudian memberi petunjuk kepada Thian San, cara mengumpulkan tenaga sakti dan mengolahnya menjadi Chi.
Kemudian menurunkan rapalan dan cara melatih Tenaga Sakti energi pedang pelangi, kepada Thian San.
Si Topeng Besi hanya menurunkan ilmu tenaga sakti dan ilmu meringankan tubuh, dia tidak mengajarkan ilmu jurus silat apa pun ke Thian San.
Si Topeng Besi ingin Thian San fokus melatih kecepatan dan kekuatan, sedang kan jurus bisa menyusul.
Lebih baik lagi bila kelak setelah Thian San besar dan berkelana menghadapi berbagai pertempuran.
Dia bisa menciptakan jurusnya sendiri berdasarkan pengalaman dan pemikiran nya sendiri.
Sambil melatih dan menemani Thian San, Si Topeng Besi sering menoleh mencari-cari keberadaan ibu Thian San.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu oleh nya muncul, Yi Yi datang membawa beberapa macam masakan buat makan malam.
Melihat keakraban Thian San dan Si Topeng Besi Yi Yi tersenyum senang.
"Ayo kit makan malam bersama, coba kamu cicipi beberapa macam masakan ku ini."
"Maaf bila kurang enak, aku tidak pandai memasak."
ucap Yi Yi sedikit malu.
Si Topeng Besi hanya mengangguk dia tidak menolak ajakan Yi Yi.
Si Topeng Besi mencicipi masakan buatan Yi Yi, sedangkan Yi Yi menatap dengan cemas menunggu komentar dari Si Topeng Besi.
Si Topeng Besi mengangguk dan berkata,
"Enak.."
Yi Yi tersenyum lega mendengar ucapan Si Topeng Besi.
Thian San juga menyumpit beberapa lauk dan mencobanya, tapi baru satu suap.
Thian San langsung memuntahkan nya kemeja dan berkata,
"Ibu kenapa asin sekali.."
__ADS_1
Yi Yi terkejut dia segera mencicipinya sendiri, begitu masakan tersebut masuk kedalam mulutnya, seperti anaknya dia juga memuntahkan masakan tersebut.
Dengan tatapan tidak enak dan wajah merah padam menahan malu Yi Yi berkata,
"Maaf aku..."
Si Topeng Besi tersenyum lembut dan berkata "tidak apa-apa, biar aku bawa ke dapur dan memanaskan ulang kalian tunggu disini sebentar."
Dengan cekalan Si Topeng Besi membawa semua masakan kembali ke dapur dan memasak ulang.
Tak lama kemudian dia telah kembali, dan berkata.
"Ayo kit makan.."
Thian San mencobanya, dia mengacungkan jempol kearah Si Topeng Besi, kemudian memakannya dengan lahap.
Yi Yi yang melihat hal ini ikut mencobanya, dan saat makanan tersebut masuk kedalam mulutnya dia sedikit terbelalak dan menatap si Topeng Besi dengan wajah tidak percaya.
Yi Yi merasakan masakan kreasi ulang si Topeng Besi rasanya sangat mirip dengan masakan Nenek Yang.
Yi Yi menatap si Topeng Besi dan bertanya dengan curiga, Tuan Pendekar apakah kenal atau punya hubungan dengan Nenek Yang.
Si Topeng Besi menatap Yi Yi dengan heran dan bertanya kembali.
"Siapa Nenek Yang ? aku tidak mengenalnya."
Saat mendengar pertanyaan si Topeng Besi, Yi Yi tersenyum kecewa, tadinya dia sedikit berharap Si Topeng Besi mengenalnya.
Sehingga bisa membantunya mencari dan membujuk Nenek Yang agar kembali lagi.
Karena si Topeng Besi masih menunggu jawabannya, Yi Yi pun berkata,
"Maaf aku mengira Tuan Pendekar mengenalnya, karena rasa masakan kalian sangat mirip."
Lalu secara singkat Yi Yi menceritakan, betapa pentingnya Nenek Yang yang sangat banyak Budi dan jasanya kepada dia dan Thian San.
Tanpa Nenek Yang, mungkin Yi Yi dan Thian San tidak bisa hidup sampai hari ini.
Si Topeng Besi mengangguk mengerti, tidak membantah hanya menjadi pendengar yang baik.
Tak terasa acara makan-makan bersama mereka pun selesai.
Setelah melanjutkan dengan beberapa obrolan ringan, Yi Yi kemudian mengucapkan terima kasih dan pamit kembali ke kamarnya bersama Thian San.
Si Topeng Besi meski ada keinginan terus berdekatan dengan Yi Yi, tapi dia tidak berani menahan dan menunjukkan perasaannya.
Dia hanya menanggapinya dengan mengangguk menyetujui Yi Yi kembali ke kamarnya.
Setelah Yi Yi kembali ke kamar bersama Thian San, si Topeng Besi duduk termenung seorang diri, dia mengeluarkan sebuah kotak emas kecil yang di dalamnya berisi sebatang permen yang sudah berubah warna kehitaman.
__ADS_1
Itu adalah sebatang permen yang sudah sangat lama, sudah kadaluarsa tidak layak buat di konsumsi lagi.
Tapi tidak tahu kenapa si Topeng Besi terus menyimpannya seperti barang pusaka.