LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PERTEMPURAN DI DEPAN HU LAU KUAN


__ADS_3

Yue Fei yang hampir berangkat melakukan serangan ke Hu Lao Kuan, mendadak menghentikan pergerakannya.


Saat dia mendapat laporan kini Lu Fan yang menggantikan Wu Song menjaga Hu Lao Kuan.


Yue Fei pernah dengar cerita dari Bun Houw soal kesaktian Lu Fan yang tidak bisa di buat main-main, bahkan Zhou Wei yang mengalami kecacatan sampai sekarang, itu semua adalah karena Lu Fan.


Setelah berpikir sejenak Yue Fei memanggil pemberi laporan itu, membisikkan sesuatu kepada nya.


Kemudian Yue Fei terlihat berbicara berdua dengan Koai Lau Jen cukup lama.


Setelah itu dia kembali ke tendanya tidak jadi berangkat menyerang.


Para pasukan dan bawahannya meski heran, tapi mereka semua bubar dengan tertib kembali ketempat berlatih masing-masing tanpa banyak bersuara.


Mereka percaya Jendral mereka yang sangat cerdas itu, tidak pernah melakukan sesuatu tanpa pertimbangan dan alasan jelas.


Mereka percaya apapun yang di putuskan oleh Yue Fei itulah yang terbaik buat mereka.


Sehari kemudian di Luo Yang dan Hu Lao Kuan tersebar gosip, bahwa di Xiao Pei ada kejadian serangan Anjing liar yang khusus membongkar dan merusak kuburan penduduk.


Saat gosip ini sampai ke telinga Lu Fan wajah dan tubuhnya kembali berubah hijau, matanya bersinar kemerahan terang.


Sekali bergerak dia langsung terbang dengan Jin Tou Yun menuju Xiao Pei tanpa memperdulikan teriakan Jendral Wu dan Jendral Kam yang mencoba menghentikannya.


Agar tidak terperangkap siasat licik dari Jendral musuh Yue Fei yang terkenal cerdik dan banyak akalnya.


Benar saja sesuai dugaan dari Jendral Kam dan Jendral Wu baru saja setengah jam Lu Fan pergi.


Yue Fei sudah datang bersama seluruh kekuatannya menyerang Hu Lao Kuan.


Melihat hal ini jendral Wu meminta Pasukan panah, katapult, balista.


Semua bersiap menunggu perintah darinya.


Sedangkan Jendral Kam mempersiapkan seluruh pasukan tameng dan tombak untuk bertahan.


Mempertahankan gerbang Hu Lao Kuan dari balik tembok benteng yang di batasi pintu besi yang tebal dan kuat.


Saat Pasukan Rajawali Merah pimpinan Yue Fei memasuki jangkauan wilayah sasaran tembak.


Yang sudah di beri tanda oleh Wu Song jauh-jauh sebelum Hu Lao Kuan di datangi oleh pasukan Yue Fei.

__ADS_1


Jendral Wu memberi perintah kepada Pasukan catapult agar melepaskan tembakan batu kearah Pasukan Rajawali Merah.


Melihat tanda dari Jendral Wu Pasukan catapult segera melepaskan tembakan.


Batu batu sebesar perut kerbau berterbangan memenuhi udara kemudian menghantam keatas Pasukan Rajawali Merah yang sedang bergerak cepat mendekati benteng Hu Lao Kuan.


Begitu batu-batu itu mendarat di atas tanah terdengar suara dentuman dahsyat di mana-mana, debu pasi tanah batu berhamburan ke mana-mana.


Bummm...! Bummm...! Bummm...!"


Pasukan Rajawali Merah bergerak menghindar sambil terus bergerak maju.


Tembakan Catapult berhasil memperlambat pergerakan mereka yang terus berusaha merangsek maju mendekati benteng Hu Lao Kuan.


Tembakan Catapult tidak bisa cepat, meski sangat kuat dan dahsyat daya hantamnya.


Tapi diperlukan waktu cukup lama untuk mengisi ulang dan Kembali melepaskan tembakan.


Sementara Catapult sedang mengisi ulang, Jendral Wu kembali memberi perintah Pasukan balista bergerak menyerang.


Pasukan Rajawali Merah memang Pasukan yang terdidik dengan baik mereka lincah kuat dan tidak takut mati.


Terus bergerak maju seperti tidak punya rasa takut, mereka tidak perduli dengan mayat teman mereka yang bergelimpangan disekitar mereka.


Ketika memasuki jarak tembak Pasukan panah dan balista, Pasukan Pimpinan Jendral Wu mendapatkan kode dari jendral Wu, untuk melepaskan tembakan habis-habisan tanpa berhenti.


Pasukan catapult juga kembali melepaskan tembakan kedua kalinya kearah Pasukan Rajawali Merah.


Tapi Pasukan Rajawali Merah terus bergerak maju sambil mengangkat tameng di atas kepala mereka.


Tameng mereka adalah tameng yang di desain khusus oleh Bun Houw ringan tapi sangat kuat tidak mudah pecah oleh hantaman senjata sekuat apapun dari musuh.


Panah-panah yang di lepaskan Pasukan Jendral Wu saat membentur tameng Pasukan Rajawali Merah berguguran begitu saja.


Bahkan menempel pun tidak, hanya hantaman dari panah balista yang kuat yang berhasil membuat pasukan Rajawali Merah terpental mundur kebelakang.


Tapi mereka tetap selamat dan tidak terluka sedikitpun.


Di pihak Pasukan Jin sangat terkejut melihat hal itu, sebaliknya di pihak Pasukan Rajawali Merah berteriak-teriak dengan penuh semangat dan terus bergerak maju.


Hanya hantaman batu pelontar yang berhasil memakan korban tapi tidak banyak.

__ADS_1


Setelah berada di bawah benteng para pasukan Rajawali merah mulai beterbangan melonjak keatas benteng melakukan pertempuran jarak dekat.


Sebagian lagi mencari posisi tinggi dan strategis melepaskan anak panah membubuhi para pasukan Jin yang bertahan di atas benteng.


Di dalam hiruk pikuk suara jeritan kesakitan kematian dan teriakan menyemangati semangat tempur para pasukan.


Tiba-tiba sebuah alunan musik aneh datang dari tengah-tengah Pasukan Rajawali Merah.


Yang melepaskan tiupan seruling berbentuk ular kobra itu, adalah seorang pemuda tampan berpakaian putih bersih, terlihat sangat perlente modis rapi dan bersih.


Dia lah Ouw Yang Kok, kini dia hadir tanpa ditemani beberapa pelayan cantik, yang selain menjadi pelayan juga bertugas menjadi gundiknya itu.


Para pelayan cantik ini sudah tewas saat berhadapan dengan Pasukan pimpinan Si Topeng Besi beberapa waktu lalu.


Tak lama kemudian Pasukan Jin yang berada di balik benteng, mulai kelabakan, entah dari mana datangnya.


Tiba-tiba di sekitar mereka banyak sekali bermunculan rombongan ular, yang datang menyerang mereka dengan sangat ganas.


Di saat kondisi sedang kritis di mana jendral Kam dan Jendral Wu hampir mengambil keputusan untuk mundur dari Hu Lao Kuan.


Menuju Han Gu Kuan seperti pesan Wu Song kemaren.


Tiba-tiba dari arah Utara muncul Xue Yen yang memimpin pasukan Naga Hitam dari dermaga Guan Du datang memberikan bala bantuan.


Pasukan Naga Hitam yang meski hanya berjumlah 50.000 orang, tapi mereka memiliki kemampuan masih diatas Pasukan Rajawali Merah.


Kemunculan Pasukan Naga Hitam yang menyerang dengan kompak dan ganas seperti baling-baling mesin pemotong rumput.


Berhasil menahan pergerakan pasukan Rajawali Merah mendekati Hu Lao Kuan.


Pukulan es abadi yang terus di lepaskan oleh Xue Yen membuat pasukan Rajawali Merah banyak yang mati membeku.


Melihat hal ini Yue Fei dari jarak jauh memberi kode ke Ouw Yang Mo untuk segera maju menghadapi Xue Yen.


Ouw Yang Mo yang bertubuh tinggi besar pun langsung terbang melewati para pasukan, seperti seekor kalong raksasa'.


Hanya dalam waktu sekejap dia sudah berhasil menghadang di depan Xue Yen, dengan mendekam di atas tanah mengeluarkan bunyi,


"Kok..! Kok...! Kok...!"


yang sangat keras lalu terbang kedepan, menyambut Tapak Es Abadi yang di lepaskan Xue Yen.

__ADS_1


"Blaarrr...!"


__ADS_2