
Lu Ping yang kini terlihat sedikit lebih gemuk dengan perut sedikit besar terlihat agak lucu.
Dia sedang tersenyum manis menatap Wu Song.
Di sebelahnya berdiri Utari yang juga sedang tersenyum manis menatap Wu Song.
Bila orang awam sudah jelas akan memilih terpesona menatap Utari yang memiliki kecantikan khas timur tengah.
Tapi buat Wu Song Utari hanya terlihat seperti rumput liar, Lu Ping terlihat seperti batu permata yang sangat berharga.
Utari jelas sedikit kecewa melihat Wu Song yang jangankan mengucapkan terima kasih dan tersenyum kepadanya, bahkan sekedar melirik pun tidak.
Wu Song yang melihat senyum Lu Ping seperti sepotong besi yang bertemu magnet.
Dia sejenak terpaku terpesona, lalu perlahan-lahan berjalan mendekatinya semakin dekat semakin cepat.
Tahu-tahu Lu Ping sudah berada dalam pelukannya, Wu Song memeluk Lu Ping dengan erat seolah-olah takut Lu Ping akan terbang pergi dari sisinya.
Lu Ping juga memeluk Wu Song dengan penuh kebahagian, tapi dia tidak bisa terlalu merapat.
Terganjal oleh perutnya yang mulai membesar di usia kandungan yang sudah memasuki bulan ke 4.
Wu Song tidak berkata-kata hanya matanya sedikit berkaca-kaca dan terus membelai rambut Istrinya dengan penuh kasih sayang.
"Song ke ke bagaimana kabarmu setelah kita terpisah di Xu San kemarin ?"
tanya Lu Ping sambil menengadahkan kepalanya menatap Wu Song.
Wu Song menunduk dan mencium kening istrinya dengan lembut lalu menjawab,
"Aku baik-baik saja, hanya hati ku saja yang sangat cemas dan ingin segera menemukan mu."
"Untungnya kamu selalu memakai pakaian Zirah pusaka jadi aku bisa sedikit lebih tenang."
"Dalam pencarian ku secara kebetulan bertemu dengan Putri Utari."
""Ehh Ohh ya Putri Utari di mana dia ?"
ucap Wu Song tanpa dosa dan dia baru teringat.
Utari lah yang telah pergi membantunya menjemput Lu Ping kemari dan dia belum mengucapkan terimakasih kepada Putri Utari.
Saat Wu Song menoleh dia hanya melihat bayangan punggung Utari yang sedang berjalan pergi sambil menghapus air mata di wajah nya.
Utari yang merasa di abaikan oleh Wu Song sudah sangat kesal sedih dan kecewa, ditambah dengan adegan kemesraan yang dipertontonkan Wu Song kepadanya seolah sedang mengejeknya.
Membuat Utari tidak tahan lagi melihatnya, dia pun membanting kakinya dengan kesal lalu berbalik badan berjalan pergi sambil menangis.
__ADS_1
Lu Ping yang melihat sikap Putri Utari sebagai wanita yang lebih halus perasaan nya tentu saja dia tahu apa yang terjadi dengan putri itu.
Lu Ping sambil menggelengkan kepalanya menatap suaminya dan berkata,
"Kamu lagi-lagi bermain api dan melukai perasaan wanita."
Aku... ucap Wu Song tidak dapat melanjutkan kata-katanya.
Sambil menghela nafas panjang dan berkata,
"Sudahlah biarkan saja, besok-besok baru mengucapkan terimakasih kepada nya juga belum terlambat."
Setelah itu Wu Song menatap Lu Ping dengan serius dan berkata,
"Sayang kamu jangan salah paham, aku tidak bermain api apalagi menggodanya."
"Aku hanya memberikan pertolongan ketika dia di kejar-kejar oleh sekelompok pasukan."
ucap Wu Song sambil mengingat di mana ada sikap nya yang menggoda Utari.
Lu Ping menatap Wu Song sambil tersenyum dan berkata,
"Aku percaya padamu, kamu tidak mungkin pergi menggodanya."
"Tapi pasti ada tindakan mu yang tanpa sengaja telah mengusik perasaan gadis yang polos itu."
"Tidak ada, aku kemudian menyusuri sungai kearah hulu mencari mu, ditengah jalan secara tidak sengaja baru kembali bertemu dengan nya."
"Dia memintaku menolong keluarganya, aku langsung menolaknya karena aku harus cepat-cepat menemukan mu."
"Lalu...?" tanya Lu Ping ingin tahu.
Wu Song dengan hati-hati menuntun Lu Ping duduk di kursi panjang yang ada di taman.
Baru dia duduk disamping Lu Ping sambil memeluk Lu Ping dia menceritakan semua kejadian yang dia alami secara rinci kepada Lu Ping sampai selesai.
Semuanya dia ceritakan dengan jujur tanpa ada yang ditutupi.
Setelah mendengar cerita Wu Song sampai habis Lu Ping menatap Wu Song kemudian dia tertawa menutup mulutnya.
Wu Song hanya menatap bodoh menunggu komentar istrinya.
Lu Ping dengan telunjuknya menunjuk jidat suaminya dan berkata
"kamu ini baik ilmu silat maupun sastra begitu pintar, mengapa dalam hal ini selalu bodoh dan ceroboh."
"Aku tanya pada mu, apakah tubuh ku boleh sembarangan di sentuh oleh pria lain selain kamu, ayah dan adik ku.?"
__ADS_1
Wu Song sedikit kaget dan cepat-cepat menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tentu tidak boleh..!"
Lu Ping sambil tersenyum dan berkata,
"Lalu kenapa saat dia terpeleset dan terkilir kamu pergi memegangnya ? terus kenapa kamu pergi menggendongnya di punggung mu,? Kenapa kamu kembali merangkul pinggang nya dan membawa dia terbang mencari kakaknya ?"
"Dan didepan umum kenapa kamu biarkan dia bebas menggandeng tangan mu ?"
"Bukan kah semua tindakan mu ini sama dengan mencuri kesempatan dan tidak mau bertanggung jawab.?"
"Aku...aku...aku .. " ucap Wu Song gugup dan agak takut, takut Lu Ping salah paham dan marah dengan nya.
Lu Ping tersenyum lembut dan tidak marah lalu berkata,
"Aku tahu kamu hanya berniat baik dan ingin menolongnya, tapi cara mu yang salah hanya akan menimbulkan salah paham."
"Sepanjang perjalanan harusnya kamu biarkan dayangnya yang menolongnya, karena kamu toh tidak menyuruhnya ikut."
"Apalagi sampai menggendongnya di punggung, gadis mana yang akan membiarkan seorang pria menggendongnya seperti itu bila dia tidak menyukainya.?"
"Mengenai pergi menolong kakaknya kamu bisa menenteng kerah bajunya, atau kamu bisa memintanya memegang suling mu dengan erat."
"Di pesta umum kamu juga harusnya bisa menolak nya dengan tegas."
"Bila sudah seperti sekarang, kamu tidak bisa mengelak nya lagi, kamu tidak bisa lepas dari masalah ini begitu saja."
"Sayang apa maksudmu dengan bertanggung jawab, kamu jangan menakuti ku."
"Cukup satu Se Se aku sudah pusing dan sangat merasa bersalah pada mu, jangan muncul pula Se Se baru kedua."
ucap Wu Song panik dan cemas.
"Udah aku tidak perduli lagi dengan kerajaan ini mau diratakan atau tidak oleh Raja Angga, lebih baik kita pergi sekarang."
ucap Wu Song menarik tangan istrinya.
Tapi Lu Ping menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak bisa itu namanya tidak bertanggung jawab."
"Lalu aku harus bagaimana ?" ucap Wu Song cemas dan panik.
"Jangan bilang aku harus menikahinya, lebih baik aku berikan tangan ku ini padanya seperti tindakan guru dulu."
Lu Ping langsung cemberut mendengar ucapan Wu Song dia langsung memberikan jeweran di telinga Wu Song.
__ADS_1
.