LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MENINGGALKAN LEMBAH ALAM PENEBUS DOSA DEWA BUANGAN


__ADS_3

Li Se Se tersenyum dan memegang tangan Lu Ping kemudian berkata,


"Ping Cie Cie terimakasih banyak, sudahlah tidak ada yang perlu di sesali jalani saja."


"Sudah malam kasihan kak Wu Song sendirian di sana, kembalilah ke kamar kalian." ucap Se Se penuh pengertian.


"Percayalah hati esok akan lebih baik." ucap Se Se memberi hiburan pada Lu Ping juga pada dirinya sendiri.


Lu Ping mengangguk dan berkata,


"Baiklah kamu juga istirahat dengan baik, besok pagi kita bertiga akan memulai pertualangan baru."


"Mimpi indah," ucap Lu Ping mengelus kepala Se Se kemudian keluar dari kamar Se Se.


Begitu Lu Ping keluar, Se Se membalikkan badannya bahunya bergetar keras.


Seluruh kekuatan yang di kerahkan untuk tidak memperlihatkan kesedihannya, di depan Lu Ping.


Kini bagaikan tanggul yang jebol tak terbendung.


Lu Ping membuka pintu kamar melihat kamarnya kosong tidak terlihat Wu Song,


Tapi begitu dia melangkah masuk kedalam kamar.


Wu Song langsung merangkulnya dari belakang, Lu Ping kaget dan menjerit kecil.


Ketika menyadari yang memeluknya adalah Wu Song.


Lu Ping bersandar pasrah di dada suaminya, Wu Song yang sudah sangat rindu akan kemesraan yang selama ini banyak terganggu.


Tidak melewatkan kesempatan sekali ini, dia langsung mencumbu Lu Ping dari belakang, menciumi tengkuk leher telinga dan bibir Lu Ping.


Kemudian mengangkat Lu Ping ke ranjang mereka, membaringkan Lu Ping pelan-pelan.


Menurunkan kelambu dan mematikan lampu minyak diatas meja dengan kibasan tangannya.


Sesaat kemudian terdengar desah halus dan suara nafas memburu dari balik kelambu.


Wu Song melepaskan semua keinginan yang tertahan selama beberapa waktu ini.


Keesokan paginya Wu Song bangun duluan, Wu Song tersenyum puas menatap Istrinya yang cantik masih tidur pulas tanpa berbusana hanya tertutup selimut saja.


Wu Song keluar dari pondoknya menuju dapur mempersiapkan sarapan dan semua pekerjaan yang dari dulu selalu ia kerjakan.


Seperti mengisi air mengumpulkan kayu kering memasak air dan membuat sarapan.


Tapi sambil memasak Wu Song sedikit heran dari kemarin pulang dia tidak melihat Bun Houw maupun Yi Yi juga Lu Fan kemana mereka semua pikir Wu Song dalam hati.

__ADS_1


Wu Song mandi buru-buru, kemudian menata dengan rapi semua sarapan di atas meja makan dekat dapur.


Wu Song teringat suasana mereka dulu makan bersama beramai-ramai ada canda ada tawa, tanpa sadar dia tersenyum sendiri.


Setelah tersadar dari lamunannya Wu Song cepat-cepat membawa sebagian sarapan menuju pondoknya.


Di depan pondok Wu Song bertemu dengan Se Se yang sedang termenung, Wu Song melewati nya pura-pura tidak melihat.


Wu Song bukannya sombong, dia hanya tidak ingin memberi harapan pada Se Se.


Semakin besar harapan, akan semakin sedih dan menderita bagi Se Se.


Karena Wu Song tidak mungkin menerima ataupun membalas perasaan nya.


Tiba-tiba Se Se berdiri di samping Wu Song dan berkata,


"Wangi banget sarapannya buat aku ya?, terima kasih."


Se Se langsung menyambarnya dari tangan Wu Song dan membawanya ke dalam kamarnya.


Wu Song hanya berdiri bengong, baru mau mencegahnya gadis itu sudah terlanjur masuk kedalam kamarnya.


Wu Song hanya bisa menghela napas tak berdaya, Wu Song berpikir lebih baik menyiapkan air mandi buat Lu Ping saja.


Setelah Lu Ping mandi baru sarapan bersama di dapur saja.


Wu Song menyiapkan semua di kamar agar tidak di sambar lagi oleh Se Se yang nakal.


Wu Song kemudian mencium pipi istrinya dan membangunkan nya, setelah Lu Ping bangun Wu Song berkata,


"Kamu pasti masih lelah mandilah biar segar, aku menunggu diluar, setelah mandi kita sarapan bersama di dapur."


Lu Ping tersenyum mengangguk memegang wajah Wu Song menciumnya dengan lembut dan berkata,


"Terimakasih sayang."


Lu Ping tanpa sungkan bangun tanpa busana berjalan ke Tong berisi air mandi dan mulai mandi didepan Wu Song sambil tersenyum.


Wu Song cepat-cepat keluar dari kamar sebelum nanti terhipnotis dan kembali bergulat diranjang.


Wu Song duduk di depan pondok menunggu Lu Ping selesai mandi.


Tiba-tiba ada bau Wangi lembut yang datang dari sebelahnya.


Wu Song merasa wangi ini agak asing, Lu Ping tidak pernah mengeluarkan wangi seperti ini.


Ketika Wu Song melirik kesebelah nya, ternyata yang duduk di sampingnya bukan

__ADS_1


Lu Ping tapi Se Se si gadis nakal itu.


Gadis itu duduk merangkul lutut sambil menatap dirinya dengan terpesona.


Wu Song sedikit terpesona oleh kecantikan dan harum yang keluar dari rambut dan tubuh Se Se yang duduk begitu dekat dengan nya.


Tanpa sadar bayangan ketika gadis itu terlentang bugil muncul di pikiran nya.


Wu Song kaget cepat-cepat menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan bayangan yang tidak pantas itu.


Kemudian cepat-cepat berdiri menjauh membalikkan badannya tidak berani menatap Se Se.


Terdengar suara tawa renyah dari Se Se, kemudian Se Se Kembali mendekati Wu Song dan bertanya


"Song ke ke kamu kenapa?"


Wu Song seperti tersengat ular mendengar suara yang lembut itu.


Seluruh bulu ditubuhnya berdiri merinding.


Wu Song cepat-cepat menghindar tidak menjawab terburu-buru masuk kedalam kamar nya.


Kebetulan Lu Ping sudah selesai mandi dan sedang menyisir rambut, Lu Ping heran melihat gerak-gerik Wu Song yang terlihat panik.


"Kamu kenapa sayang kok terlihat gelisah dan ketakutan.?" tanya Lu Ping menatap heran kearah Wu Song.


"Tidak apa-apa, biar aku membantumu membuang air ini," ucap Wu Song cepat kemudian membawa tong berisi air bekas mandi Lu Ping keluar.


Wu Song sambil membuang air di Tong besar itu memaki diri sendiri.


Wu Song mulai was-was, mulai kini dia harus lebih jaga jarak dari gadis nakal itu.


Agar tidak terjadi hal-hal yang bisa membuat nya menyesal seumur hidup.


Tapi Wu Song diam-diam mengakui Se Se benar-benar sangat cantik dan menggoda.


Jadi kedepannya, dia harus lebih hati-hati dan menjaga jarak darinya.


Se Se sendiri tersenyum senang di dalam kamar nya teringat Wu Song yang salah tingkah karena berada di dekatnya.


Wu Song setelah membuang air di Tong dan menyimpan Tong airnya di dekat kamar mandi.


Dia baru kembali ke pondok, tapi dia tidak berani menunggu di depan pondok lagi takut di goda dan di ganggu Se Se yang nakal.


Wu Song mau masuk kamar tapi pintu terbuka dari dalam Lu Ping sudah keluar dari kamar.


Wu Song bernafas lega segera menggandeng tangan Istrinya menuju dapur untuk sarapan.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian terlihat sebuah kereta bergerak meninggalkan Lembah Alam Penebus Dosa Dewa Buangan.


__ADS_2