
Yang paling menyebalkan adalah putranya yang duduk di meja menghabiskan makanan yang selesai dimasak.
Dengan kesal Lu Sun berteriak,
"Lu Fan semua orang sibuk kamu malah enak-enak makan,! cepat pergi bawa meja dan kursi panjang kesini.!"
Lu Fan tidak berani banyak membantah lagian perutnya sudah hampir kenyang.
Dia segera membawa meja dan kursi panjang ke halaman dapur, lalu mulai memindahkan satu persatu makanan yang sudah di masak Bun Houw. Dari meja dapur yang didudukinya tadi.
Lu Sun cepat-cepat duduk mencari posisi kemudian mengambil sumpit dan hendak mengambil makanan, tapi tangannya terhenti diudara dipegang lembut Siau Ching yang tersenyum sambil menggelengkan kepala dan berbisik, "Yang masak belum makan jangan bersikap seperti Lu Fan."
Lu Sun tersenyum canggung melirik kedua Istrinya kemudian menarik kembali sumpitnya sambil berkata,
"Aku sedikit lapar, Xue Yen masakannya juga enak dan banyak lagi."
Setelah berkata, Lu Sun mengambil tangan Xue Yen dan menciumnya dengan lembut.
Xue Yen wajahnya menjadi merah tapi tersenyum senang.
Siau Ching tidak terlalu memperdulikan tingkah Lu Sun yang berusaha menutupi rasa malunya tadi.
Lu Fan juga menyiapkan nasi ke mangkuk yang di susun rapi berdasarkan tempat duduk masing-masing orang.
Kemudian meletakkan sebaskom nasi didepan ayahnya.
Lu Sun mengerutkan alis kemudian menatap Lu Fan "maksudmu apa bajingan...!?"
Lu Fan sambil nyengir menjelaskan,
"Nafsu makan ayah kan sedikit tidak normal, makanya nasinya saya letakkan di sini agar ayah lebih mudah mengambilnya."
"Jadi ayah tidak perlu duduk tegak, duduk tegak mengambil nasi, nanti malah mengganggu selera makan yang lain."
Sepasang alis Lu Sun yang tebal semakin dalam kerutnya,
"mengganggu jidat mu, emang nafsu makan mu sendiri normal..?" sinis Lu Sun.
"Ooh kalau nafsu makan ku sekarang sangat normal ayah tidak perlu risau, tenang saja." ucap Lu Fan santai sambil duduk disebelahnya.
Lu Sun baru mau memakinya, tangannya kembali disentuh Siau Ching sambil menggelengkan kepalanya.
Lu Sun menelan kembali makiannya kemudian menyentuh tangan Siau Ching dengan lembut dan menganggukkan kepalanya.
Kemudian acara makan bersama pun dimulai, Lu Sun tidak berhenti memuji masakan Bun Houw yang enak.
Bun Houw menanggapi nya dengan tersenyum, memasak memang salah satu bakat dan keahlian Bun Houw.
__ADS_1
Makanya Jendral Xie mau repot-repot dari perbatasan membawanya pulang kerumah.
Lu Sun makan dengan lahap, dan setiap mangkuknya kosong, Lu Fan dengan penuh perhatian menambahkan nasi untuk ayahnya.
Lu Sun sambil ngobrol sambil cerita dan terus makan, tidak sadar sebaskom nasi didepan nya kini telah kosong.
Lu Fan makannya benar biasa saja, karena sebenarnya dia sudah hampir kenyang karena curi start dulu tadi.
Ketika Lu Sun masih ingin menambah nasi lagi, dia baru sadar sebaskom nasi didepan nya telah ludes berpindah kedalam perutnya.
Dia melirik Lu Fan, yang sedang melihatnya sambil tersenyum mengejek.
Lu Fan kemudian berdiri dan membawa baskom kosong itu ke dapur.
Dan mengisi baskom itu dengan nasi sampai menggunung, kemudian dia bawa dan letakkan di depan Lu Sun.
Tindakan Lu Fan ini membuat semua orang yang sedang makan berhenti makan, dan menatap kearah baskom berisi nasi yang menggunung.
Wajah Lu Sun menjadi merah padam menahan malu, saat ini perasaan sulit dikatakan dia seperti mau menangis tidak bisa, tertawa tidak sanggup, marah tidak mungkin, duduk salah, berdiri salah.
Lu Fan tersenyum senang melihat gaya konyol ayahnya yang terjebak, sesaat kemudian dia berkata, tanpa dosa.
'Ayo lanjutkan makannya jangan kaget dan terhenti makannya hanya karena sebaskom nasi."
Wu Song yang sedang minum sup sampai tersedak dan terbatuk-batuk Lu Ping sibuk membantunya menepuk-nepuk punggung Wu Song.
"Fan Er kalau kamu sudah kenyang kembali ke kamar mu saja,"
Lu Fan mengangguk dengan mimik lucu melihat ke ayahnya,
"baik ibu.." jawabnya kemudian dia melanjutkan kata-katanya,
"Ayah aku mau tidur dulu, silahkan lanjutkan makannya jangan malu-maluin nasi masih banyak."
Setelah berkata, dia cepat-cepat kabur.
Lu Sun tidak bisa berkata-kata, dia hanya menghela nafas panjang sambil bergumam,
"Dosa apa yang kulakukan sehingga bisa punya anak kaya gini?"
Siau Ching terlihat terus membelai punggung suaminya.
Tiba-tiba terdengar suara Lu Fan menjawab dari jauh,
"Dosa terlalu genit ayah,..!'
Lu Sun yang sedang minum menjadi tersedak terbatuk-batuk.
__ADS_1
Begitu juga dengan Wu Song dia kembali tersedak kuah.
Kini suara batuk guru dan murid itu bersaut-sautan seperti tidak ada yang mau saling mengalah.
Setelah batuk guru dan murid mereda suasana meja makan menjadi sepi.
Untuk memecahkan suasana canggung Siau Ching menanyakan kemampuan masak Bun Houw dipelajarinya dari mana ?
Bun Houw mulai bercerita darimana pengetahuan masak itu dia dapatkan.
Mulai dari tempat kerja paksa sampai kekediaman Yi Yi semua di ceritakan dengan jelas oleh Bun Houw.
Karena cerita Bun Houw suasana meja makan kembali hidup dan tidak sepi seperti tadi.
Mereka semua kembali ngobrol dengan ceria sambil makan.
Sedangkan Lu Fan sudah tertidur pulas di kamarnya, dia tidur sambil tersenyum puas.
Setelah makan Lu Sun dan kedua Istrinya kembali kekamar untuk istirahat.
Sebelum kembali' kekamar Lu Sun berpesan pada Bun Houw mulai saat ini tugas masak diserahkan kepada nya.
Dengan imbalan Lu Sun akan menerima nya menjadi murid penutup dan mewariskan semua ilmu miliknya pada Wu Song dan Bun Houw.
Wu Song dan Bun Houw serentak mengucapkan terima kasih.
Terutama Bun Houw dia langsung berlutut di depan Lu Sun dan membentur kan jidatnya kelantai sebanyak 3 kali dengan penuh semangat.
Setelah Lu Sun dan kedua Istrinya kembali kekamar, Wu Song, Lu Ping, Yi Yi membereskan semua cucian bekas makan dan masak.
Sedangkan Bun Houw melakukan meditasi penyerapan khasiat ikan yang dia makan dengan cukup banyak.
Khasiat ikan kali ini sangat berbeda dari yang biasanya, karena Lu Fan menangkap ikan yang ada didalam gua guru Xiang Lung.
Butuh waktu 2 jam bagi Bun Houw untuk menyerap khasiat ikan tersebut, sesuai petunjuk yang Wu Song berikan.
Kemampuan Bun Houw berkembang pesat, dengan bantuan khasiat ikan lele putih yang ada di lembah.
Setelah Bun Houw menyelesaikan penyerapan nya, Wu Song dan Bun Houw kembali ke pondok baru mereka.
Sedangkan Lu Ping dan Yi Yi kembali ke pondok Siau Ching.
Keesokan paginya Wu Song dan Bun Houw kembali membangun pondok kedua, berkat bantuan dari Lu Fan pondok dapat selesai sebelum sore hari.
Meski Bun Houw sempat meninggalkan pekerjaan membangun pondok.
Pergi menyiapkan makan siang untuk mereka semua nya.
__ADS_1
Tapi perginya Bun Houw tidak terlalu berpengaruh dengan kehadiran Lu Fan membantu Wu Song.