
Yue Fei sangat cerdik dia selalu bisa membuat suasana pertarungan terlihat bahwa dia menang secara untung-untungan, karena berhasil mencuri kesalahan yang di lakukan oleh musuhnya.
Setelah dia melontarkan tantangan ke arah Jendral tua He Wan, yang keluar dari gerbang menjalankan kuda merahnya dengan pelan.
Terlihat seorang pria bertubuh tinggi besar berwajah tampan dengan sepasang alis yang tebal sorot matanya juga tajam.
Dia bersenjatakan Tombak bercagak, persis dengan Feng Thian Hua Ci, di kepalanya juga di hiasi dengan sebuah topi bulu merak.
pemuda ini aslinya bernama Lu Meng, dia adalah menantu Jendral He Wan.
Karena penampilan nya yang gagah dan ganteng teman-temannya sering memujinya, sebagai titisan Lu Bu.
Karena ketampanannya inilah, putri bungsu Jendral He Wan langsung jatuh hati kepada nya.
Saat pertama kali bertemu, akhirnya dia pun di angkat menjadi menantu oleh jendral He Wan.
Setelah menjadi menantu Jendral He Wan, pujian yang datang semakin banyak, akhirnya dia semakin menjadi-jadi.
Dan benar menganggap dirinya adalah Lu Bu, dia benar-benar memesan satu set seragam dan senjata persis dengan milik Lu Bu.
Tentu saja beratnya jauh berbeda bila di bandingkan dengan Feng Thian Hua Ci asli yang ada ditangan Lu Sun.
Dia bahkan memilih seekor kuda putih yang dia cat dengan warna merah, sehingga mirip dengan kelinci merah, milik Lu Bu.
Karena di cat jadi sewaktu kuda tersebut berkeringat catnya akan luntur, jadi mirip dengan kelinci merah yang bila berkeringat.
Mengeluarkan keringat berwarna merah.
Saat dia keluar dari gerbang hati Yue Fei langsung tergetar di buatnya.
Yue Fei menatap dengan terkejut, bagaimana Legenda dewa perang yang sudah lama tiada, kini bisa muncul didepan gerbang kota Wan.
Tangan Yue Fei yang menggenggam tombak sedikit gemetar dan berkeringat melihat kharisma yang ditunjukkan oleh pemuda gagah didepan nya itu.
Yue Fei membatin hari ini sungguh sial bisa ketemu dengan Legenda perang seperti ini.
Kelihatannya hari ini akan menjadi hari peringatan kematian nya di tahun depan.
Pemuda itu menunjuk kearah Yue Fei dengan Hua Ci nya dan berkata,
"Kamu sungguh bernyali berani datang mengacau di sini.!"
"Kemarilah bila berani .."
__ADS_1
Suara nya yang berat dan angker membuat hati Yue Fei menjadi semakin dingin.
Dengan membulatkan tekad Yue Fei memacu kudanya maju mendekati pemuda itu.
Yue Fei tidak tanggung-tanggung dia langsung mengerahkan tenaga puncak Im Yang Sen Kung nya yang baru berada di level 9.
Yue Fei juga sudah menyiapkan jurus ke 19 dan 20 dari tombak pembunuh naga.
Tapi Yue Fei sedikit heran dengan reaksi Jendral He Wan yang menutup mukanya kemudian membalikkan badannya.
Ada apa ini pikir Yue Fei curiga, tapi akhirnya Yue Fei membulatkan tekadnya.
Membuang semua ketakutan nya, Lalu dia melesat ke udara memutar-mutar tombaknya siap melepaskan serangan terkuatnya.
Belum juga serangan di lepaskan terlihat Pemuda itu menarik mundur kudanya kemudian berpacu dengan cepat kembali masuk kedalam benteng.
Ada apa ini pikir Yue Fei, Kenapa dia melarikan diri jangan-jangan ini adalah tipu muslihatnya, pikir Yue Fei.
Tapi semakin dipikir Yue Fei semakin merasa ada yang tidak beres.
Akhirnya iseng-iseng Yue Fei melepaskan pukulan Fei Long Cai Thian kearah punggungnya.
Saat hawa pukulan Yue Fei menyentuh punggung pemuda itu.
Pemuda itu terpental jatuh dari atas kudanya, babak belur, terinjak kuda.
Ternyata hanya gertaknya saja yang besar hasil nya nol.
Yue Fei tidak menahan nya, dia membiarkan Lu Bu kw3 merangkak ketakutan masuk kedalam gerbang dengan topi bulu merak nya sebelah patah sebelah lagi miring tidak karuan.
Hua Ci mainannya di tinggalkan begitu saja.
Aksinya itu mengundang gelak tawa, baik dari pihak Yue Fei maupun dari pihak Pasukan pelindung kota Wan.
Wajah Jendral He Wan merah padam menahan malu, melihat lelucon yang ditunjukkan oleh artis pemeran Lu Bu yang kini menjadi menantunya.
Saat semua orang sedang tertawa, kini dari dalam gerbang berjalan keluar seorang anak kecil berusia 10 tahun bertelanjang dada, hanya mengenakan celana saja.
Tapi dia membawa dua senjata gada berukuran besar, yang digendong dikedua bahunya, sehingga terlihat sangat kontras.
Anak kecil itu tiba-tiba berteriak,
"Kakek biarkan aku mewakili mu...!"
__ADS_1
Wajah Jendral He Wan yang tadinya merah padam, kini terlihat tersenyum gembira dan menatap cucunya dengan bangga.
Anak kecil tersebut bernama He Siong, dia adalah cucu dari Jendral He yang sejak lahir memiliki kekuatan di luar nalar.
Karena memiliki bakat dan struktur tulang langka, seperti sewaktu Lu Sun kecil dulu.
Bahkan yang ini kualitas tulang nya masih lebih baik dua tingkat di atas Lu Sun.
Berat kedua gada yang dipegangnya, sengaja di buat khusus sebuah gada itu beratnya sama dengan berat Feng Thian Hua Ci milik Lu Sun.
Yue Fei menatap nya sambil tersenyum, permainan apalagi ini yang di mainkan oleh jendral tua keras kepala itu.
Pikir Yue Fei dalam hati, Yue Fei menatap anak yang sedang berjalan mendekati kearahnya dan berkata,
"Anak kecil cepat kembali ke ibu mu, paman tidak punya permen di sini bukan tempat main-main untuk mu."
Anak itu menatap Yue Fei dengan marah dan berkata,
"Aku datang menerima tantangan mu mewakili kakek ku, bukan mau minta permen dari mu."
"Ayo cepat turun hadapi aku.!"
Selesai berucap anak itu memukulkan salah satu gadanya keatas tanah yang menimbulkan gempa hebat .
Membuat kuda yang ditunggangi Yue Fei tidak bisa berdiri stabil dan terguling.
Untungnya Yue Fei dengan sigap terbang dari atas punggung kuda tersebut.
Sehingga terhindar dari jatuh terhimpit kudanya sendiri.
Yue Fei mendarat ringan di atas tanah bagian lain, tapi dia tetap di buat terhuyung-huyung, oleh efek getaran tanah.
Akibat menerima hantaman gada anak kecil itu.
Yue Fei memandang anak kecil tersebut dengan sepasang mata terbelalak tak percaya, keanehan apalagi pikirnya heran.
Tadi yang terlihat gagah dan kuat malah menjadi lelucon.
Kini yang terlihat kecil lemah, ternyata malah mengerikan.
Yue Fei mulai mengolah otak dan berhati-hati dalam menghadapi bocah didepan nya ini.
Anak itu yang sudah tidak sabar, tidak memberikan Yue Fei waktu banyak berpikir.
__ADS_1
Dia mulai bergerak menyerang Yue Fei dengan sepasang gadanya yang mengeluarkan bunyi mengaung-ngaung saat di ayunkan.
Debu pasir batu berhamburan saat gada berat itu menghantam tempat kosong, karena Yue Fei selalu berpindah tempat menghindari serangannya dengan Wu Ying 72 Pian Pu.