LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MENCARI MADU LEBAH HUTAN,


__ADS_3

Mengajarkan rapalan 9 bulan padamu apapun resikonya, suka atau duka kita tanggung bersama, apapun keputusan mu aku akan mendukung mu sesuai janjiku tadi.


Bun Houw membalikkan badannya, langsung merndekap tubuh Yi Yi erat-erat, seakan ingin menyatukan tubuh Yi Yi menjadi satu dengannya.


Bun Houw sangat terharu, atas keputusan yang diambil oleh Yi Yi ini. sepasang mata Bun Houw basah oleh airmata yang mengembang.


Bun Houw berjanji di dalam hati dia akan mencintai Yi Yi seorang seumur hidupnya.


Dia akan berusaha secepatnya sukses agar bisa memberikan kebahagian pada Yi Yi.


Yang sudah banyak mengalami penderitaan sejak memilih bersamanya.


Bahkan saat ini ingin berdekatan dengannya pun sulit karena Bun Houw belum sanggup memberikan status resmi padanya.


Bun Houw tidak dapat menahan diri lagi, dia langsung mengangkat dagu Yi Yi memberikan ciuman mesra hangat untuk meluapkan perasaannya.


Yi Yi tidak menolak dia menerima dan membalas ciuman kekasih yang sangat dia cintai ini.


Mereka berdua cukup lama meluapkan perasaan yang selama ini tertahan oleh adat kesopanan.


Saat ini mereka berdua sudah tidak perduli dengan sekitarnya, mereka hanya fokus menikmati sepuasnya, sampai nafas mereka berdua memburu. Bun Houw baru perlahan-lahan melepaskan ciumannya dari bibir Yi Yi.


Setelah nafas mereka berdua sedikit tenang, Yi Yi berkata.


"Song ke ke aku kembali kekamar dulu, besok siang aku akan berikan salinan rapalan 9 bulan padamu."


Kemudian Yi Yi berlari kembali ke kamarnya dengan riang gembira, hatinya sangat bahagia dan senang.


Begitu juga Bun Houw kembali kekamar nya berbaring dia juga tersenyum bahagia sambil memejamkan matanya.


Di kamar Xue Yen, terlihat Lu Sun berbaring sambil diapit oleh kedua Istrinya, mereka terlihat sedang ngobrol dengan santai.


Terdengar Lu Sun berkata, sedikit mengeluh.


"Wu Song ternyata sangat payah bakatnya, hanya 10 jurus 18 Tapak Penahluk Naga dia melatihnya dari pagi sampai sore baru bisa menguasainya.


Bun Houw bahkan sempat menyiapkan makan siang untuk kita, dan telah menyelesaikan penguasaan 18 Tapak Penahluk Naga ketika sore hari lewat petunjuk Lu Fan.


Bakat anak itu sangat luar biasa dan mengagumkan.


Xue Yen tiba-tiba berkata,

__ADS_1


"Kamu hanya tahu satu tidak tahu dua, langsung menjelekkan mantu sendiri dan membanggakan murid yang baru kamu kenal itu."


"Tahu kah kamu mengapa Bun Houw hari ini lebih cepat menguasai ilmu yang kamu dan Lu Fan ajarkan padanya?"


"Itu karena dia tega menelantarkan kekasihnya dan fokus dengan latihan."


"Sedangkan Wu Song, kamu kan sudah tahu bagaimana sifatnya bila Lu Ping kesal, kecewa, sedih, apalagi menangis, bagaimana kamu mau dia fokus berlatih, sudah untung dia dapat menyelesaikannya di sore hari."


"Karena menghargai mu, kalau orang lain yang melatihnya mungkin dari pagi tadi sudah ditinggalkannya pergi menghibur Lu Ping."


Mendengar penjelasan Xue Yen yang sangat masuk akal Lu Sun tidak bisa membantah.


Tiba-tiba Siau Ching bertanya?


"Aku sangat heran kenapa kamu begitu antusias mengajar Wu Song ilmu silat? padahal kamu kan tahu, mereka berdua baru menikah dan tentu perlu privasi untuk beberapa hari kedepan."


Lu Sun tergagap terkena pertanyaan Siau Ching yang mendadak itu,


"Aku...aku...aku... cuma..."


Xue Yen tiba-tiba membalikkan badannya melihat Lu Sun dengan galak sambil berkata,


"Jangan-jangan kamu sengaja ingin membalas dendam pada Lu Ping,? karena membongkar rahasia tingkah konyol dan memalukan kamu bersama biksuni sialan tidak tahu malu itu..?!!"


Lu Sun terlihat semakin gugup,


Aku..aku...aku.. dia tidak bisa menjawab dan mencari alasan tepat untuk berdalih.


Kalau Siau Ching tidak bereaksi cepat menahan Xue Yen pasti dia akan kembali habis dipukuli oleh Xue Yen yang sedang emosi.


Lu Sun cepat-cepat kabur kembali kepondoknya sendiri, tidur dengan Lu Fan.


Lu Fan yang sedang duduk dikursi santai, sangat terkejut melihat ayahnya yang datang buru-buru seperti ketakutan.


Di dunia ini yang bisa membuat ayahnya ketakutan, ya cuma istri tercinta nya Xue Yen pikir Lu Fan.


Tapi dia pura-pura bodoh bertanya,


"Ayah kenapa terlihat ketakutan begitu, ayah berbuat dosa apalagi...? hayo...?


Lu Sun langsung menjawab dengan ketus dan membanting pintu,

__ADS_1


"Anak kecil tidak perlu tahu terlalu banyak urusan orang tua, urus saja urusan dirimu sendiri!!"


Lu Fan bukannya takut dia malah tertawa ngakak..


Keesokan paginya di halaman pondok Wu Song dan Bun Houw pagi-pagi terlihat sudah siap, tapi tidak terlihat kehadiran guru mereka.


Baru setelah 2 jam menunggu Lu Fan dengan santai datang memberitahu, guru mereka berhalangan hadir hari ini.


Dan hari ini latihan diwakilkan padanya, hari ini Lu Fan hanya akan mengajari Wu Song saja, sedangkan Bun Houw boleh libur latihan.


Mendengar hal itu Bun Houw dengan senang hati langsung pergi mencari Yi Yi.


tapi sampai di pondok tempat tinggal Yi Yi, Bun Houw menemukan pondok itu kosong.


Bun Houw langsung pergi ke pondok Xue Yen, Bun Houw memutari pondok dan menemukan Yi Yi sedang berlatih dibawah arahan Xue Yen.


Bun Houw pun pergi meninggalkan halaman belakang, tidak berani mengintip latihan Yi Yi juga tidak berani mengganggunya.


Bun Houw akhirnya duduk dihalaman depan pondok Xue Yen menanti cukup lama, akhirnya Bun Houw memutuskan pergi kehutan mencari madu lebah hutan untuk Xue Yen selesai berlatih nanti.


Sedangkan Wu Song berlatih dengan serius 8 jurus sisa yang di lanjutkan oleh Lu Fan.


Mendapatkan dukungan dari Lu Ping yang dengan setia menemaninya, Wu Song cuma membutuhkan waktu sekitar satu jam 8 jurus itu sudah berhasil di kuasai nya.


Sisa waktu digunakan Wu Song, Lu Ping dan Lu Fan mengobrol santai.


"Dari obrolan ini Lu Ping akhirnya menyadari ternyata ayahnya kemarin sengaja' datang mengerjai dirinya untuk membalas dendam."


Mendengar ini Lu Ping sangat kesal dan berencana mengerjai balik ayahnya bersama Lu Fan.


Tapi Wu Song tidak setuju dan menegur mereka berdua, akhirnya mereka berdua mengurungkan niat mereka.


Menuruti saran Wu Song untuk melupakan hal itu, karena ayahnya juga sudah cukup menderita di hukum oleh ibu Xue Yen.


Sedangkan Bun Houw yang sedang mencari madu lebah, akhirnya menemukan sebuah sarang lebah yang sangat besar tergantung di akar-akar pohon yang tumbuh di dekat sebuah tebing yang tinggi.


Bun Houw terlebih dahulu menggunakan obor panjang untuk membakar dan mengasapi lebah-lebah yang berada disekitar sarang lebah.


Ketika Bun Houw sudah merasa yakin lebah-lebah sudah pada pergi, dia baru perlahan-lahan keluar dari persembunyiannya.


Berjalan mendekati sarang lebah tersebut dan mencoba mengambil sarang lebah tersebut, setelah menyingkirkan akar dan rumput liar yang tumbuh disekitar sarang lebah.

__ADS_1


Bun Houw secara tidak sengaja menemukan sebuah gua yang gelap dan dalam.


__ADS_2