LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
BUN HOUW DAN YI YI TIBA DI CHANG AN


__ADS_3

Sesampainya di danau, tempat tersebut tidak terlihat ada apa-apa, seperti tidak pernah terjadi sesuatu saja.


Lu Ping mencoba mencari lebih teliti, akhirnya dia menemukan beberapa potong papan perahu.


Dan terakhir secara tidak sengaja dia menemukan sebuah sepatu yang biasa di pakai Wu Song.


Lu Ping sangat mengenalnya karena sepatu ini dia yang pilih dan berikan pada Wu Song.


Lu Ping terduduk lesu di pinggir danau, sambil memeluk sepatu Wu Song airmata mulai jatuh membasahi pipinya.


Dia teringat tadi pagi-pagi Wu Song masih datang mengantarkan pangsit kesukaan nya.


Menunjukkan Wu Song tidak pernah melupakan dirinya.


Adalah dia yang mengusir Wu Song kembali ke Se Se, seandainya pagi itu mereka sarapan bersama.


Berpelukan saling cerita isi hati masing-masing lebih banyak, mungkin hal ini tidak akan terjadi.


Lu Ping menyalahkan dirinya sendiri, dan akhirnya menangis tersedu-sedu sambil memeluk sepatu Wu Song dan bergumam sendiri,


"Song ke ke kamu dimana sekarang?"


Kita tinggalkan sejenak Wu Song yang sedang mencari jalan keluar dari Neraka Perut Bumi sambil menyempurnakan ilmu nya dibawah bimbingan Hua Thian.


Dan Lu Ping yang sedang bersedih karena kehilangan Wu Song.


Mari kita lihat Bun Houw dan Yi Yi setelah kejadian keributan Lu Fan dan Lu Sun ayahnya.


Mengapa ketika Wu Song Lu Ping dan Se Se kembali ke lembah tidak melihat bayangan mereka berdua.


Beberapa hari setelah kejadian menghebohkan tersebut, Bun Houw dan Yi Yi berlutut di depan Lu Sun Xue Yen dan Siau Ching.


Bun Houw sambil menundukkan kepalanya berkata,


"Guru maafkan murid yang kurang berbakti, murid ingin mohon pamit keluar dari lembah memperluas pengalaman dan mengejar cita-cita murid."


Lu Sun akhir-akhir agak sedikit tertekan, Wu Song tertimpa masalah.


Otomatis kehidupan rumahtangga anaknya Lu Ping di ujung tanduk.


Sedangkan Lu Fan putranya yang sedang patah hati dan kecewa dengannya menghilang tanpa kabar.


Terhadap permintaan Bun Houw ini,


dia menanggapinya dengan hambar,


"Baiklah bila itu keinginan mu, aku tidak akan melarang mu.


Lagipula yang bisa ku ajarkan semua telah ku ajarkan, kini tergantung dengan kreatifitas dari dirimu sendiri dalam pengembangannya."

__ADS_1


"Ingat jangan pernah melakukan kejahatan demi mencapai tujuan hasilnya tidak akan baik buat diri mu." ucap Lu Sun mengingatkan.


"Baik Guru murid akan mengingatnya.." jawab Bun Houw hormat.


Lu Sun membungkuk membangunkan Bun Houw menepuk-nepuk bahunya .


kemudian mengeluarkan sekantung uang mas dan sekantung uang perak, memberikan kepada Bun Houw sambil berkata,


"Berpetualang tidak membawa uang itu tidak bisa, terimalah gunakan sebaik-baiknya."


Bun Houw menerimanya dan mengucapkan,


"Terimakasih Guru."


Lu Sun tersenyum lalu mundur ke sisi Xue Yen dan Siau Ching.


Di sebelah Bun Houw terlihat Yi Yi ikut berlutut,


Dia kemudian ikut berkata,


"Guru dan Ibu Guru terimakasih banyak atas Budi baik kalian murid juga mohon pamit ."


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Anak baik jaga dirimu baik-baik, semoga semua berjalan lancar."


Xue Yen maju mengangkat Yi Yi dan memeluknya dengan erat, seakan-akan tidak rela melepas kepergian murid yang sangat dia sayangi ini.


Bun Houw dan Yi Yi akhirnya berjalan keluar dari lembah.


Di mulut lembah terlihat seorang pemuda tampan bertubuh tinggi besar menghadang perjalanan mereka.


"Kalian berdua sudah lupa ya dengan aku? mau pergi pun tidak mengabari ku?"


ucap Pemuda tersebut dengan wajah kesal.


Bun Houw maju mereka berangkulan sejenak kemudian Lu Fan berkata,


"Jaga diri mu baik-baik kakak Bun, ingat jaga kakak Yi Yi baik-baik jangan biarkan hal buruk menimpanya, jangan kecewakan dan bikin dia sedih atau aku tidak akan memaafkan mu."


Bun Houw mengangguk dan menjawab,


"Tentu adik Fan, aku pasti akan menjaga dan menyayangi Yi Yi dengan baik."


Yi Yi memegang tangan Lu Fan dan berkata,


"Bila menyukainya jangan pernah menyerah dan melepaskan nya, agar tidak ada sesal dalam hidup mu."


Lu Fan mengangguk airmatanya menitik dia kemudian memalingkan wajahnya dari berkata,

__ADS_1


"Jaga dirimu baik-baik kak.."


Setelah itu Lu Fan terbang ke atas Jin Tou Yun dan melesat meninggalkan tempat itu.


Bun Houw dalam hati harus mengakui Lu Fan sangat kuat dan memiliki kesaktian luar biasa, kini dia ragu dengan bermodalkan tenaga sakti gabungan 9 matahari dan 9 bulan LV 17 dia sanggup mengatasi Lu Fan.


Matanya terbuka saat melihat jurus rahasia Lu Fan kemaren sewaktu terjadi kehebohan dengan Lu Sun ayahnya.


Setelah Lu Fan pergi Yi Yi bertanya,


"Bun Houw ke ke kemana tujuan kita sekarang? apa rencana mu?"


Bun Houw menggandeng tangan Yi Yi dan berkata,


"Kita ke Chang An, aku ingin bangun karir dari militer, aku akan ikut pendaftaran seleksi prajurit di sana."


Yi Yi mengangguk dan tersenyum bahagia dia berkata,


"Aku akan selalu mendukung semua keputusan mu."


Bun Houw mengelus kepala Yi Yi sambil terus melangkah bergandengan tangan melanjutkan perjalanan.


Setelah menempuh perjalanan hampir satu bulan, Bun Houw dan Yi Yi akhirnya tiba di kota Chang An yang besar dan ramai.


Begitu sampai di Chang An Bun Houw mencari rumah kontrakan.


Setelah berkeliling hampir setengah harian, akhirnya Bun Houw menemukan sebuah rumah kontrakan dipinggiran kota.


Meski kecil tapi sangat asri dan rapi harganya pun tidak mahal.


Bun Houw menoleh kearah Yi Yi meminta pendapat Yi Yi,


Yi Yi mengangguk gembira sambil merangkul lengan Bun Houw dengan mesra.


Melihat Yi Yi juga menyukainya, setelah mendapatkan kesepakatan harga Bun Houw langsung membayar uang sewa selama 1 tahun.


Kemudian Bun Houw dan Yi Yi yang kelaparan memutuskan pergi mencari makan terlebih dahulu, karena dari pagi mereka belum makan sama sekali.


Mereka terlalu sibuk mencari rumah kontrakan sampai lupa makan.


Tidak jauh dari rumah kontrakan mereka, ada sebuah restoran yang besar dan mewah.


Pengunjungnya sangat ramai, meskipun saat ini sudah melewati jam makan siang.


Aroma masakan yang wangi terbawa angin masuk ke hidung Bun Houw dan Yi Yi membuat mereka semakin kelaparan.


Bun Houw menggandeng Yi Yi untuk masuk ke restoran tersebut tapi Yi Yi menahan tangan Bun Houw berkata,


"Bun Houw ke ke kita cari tempat makan yang lain saja."

__ADS_1


Bun Houw tahu Yi Yi khawatir dengan harga makanan ditempat mewah seperti ini tentu sangat mahal.


Yi Yi ingin berhemat tidak ingin sembarangan menghamburkan uang bekal pemberian Guru Lu Sun.


__ADS_2