LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
INVASI KE PU YANG,


__ADS_3

Lima hari kemudian di kediaman Jendral Sie, terlihat di ruangan tamu, Jendral Xie, Yi Yi, Shi Ma Ling, Shi Ma Yan, dan Jendral Kam mereka berlima berlutut di hadapan Kasim Wei.


Kasim Wei yang berdiri di hadapan mereka terlihat membawa sebuah gulungan kain berwarna kuning.


Begitu gulungan kain terbuka, kelima orang itu langsung menempelkan dahinya di atas lantai dan berkata,


"Semoga yang mulia panjang umur sampai 10.000 tahun lamanya."


Setelah itu Kasim Wei pun membacakan Titah Kaisar, yang intinya meminta Shi Ma Ling dan Shi Ma Yan agar segera kembali ke istana.


Serta mengangkat kembali Jendral Xie sebagai panglima tertinggi kerajaan dan memimpin 3 angkatan bersenjata.


Kemudian Kasim Wei dengan hati-hati menggulung kembali Titah tersebut dan menyerahkan kepada Panglima Xie.


Serta memberikan sebuah stempel Wewenang menggerakkan Pasukan yang terbungkus kain kuning.


Panglima Xie menerima nya dengan kedua tangan di angkat keatas dan kepala tertunduk dalam posisi berlutut.


Setelah itu mereka berlima pun berdiri, Panglima Xie selaku tuan rumah kemudian menyiapkan jamuan kecil menyambut Kasim Wei.


Sambil duduk dan menikmati teh dan makanan ringan yang di sajikan oleh tuan rumah, Kasim Wei menceritakan kondisi terbaru yang terjadi di istana saat ini.


Termasuk kekalahan Pasukan Kerajaan yang di pimpin oleh Jendral Bai Lun, dalam usaha merebut Chang An.


Panglima Xie dan Jendral Kam saling pandang mereka berdua tersenyum sinis.


Mereka sangat tahu bagaimana karakter dan kemampuan Jendral Bai itu, bagi mereka tak heran bila Pasukan mengalami kekalahan.


Justru akan aneh bila dia bisa berhasil merebut Chang An.


Tapi mereka berdua memilih diam dan terus mendengarkan apa yang di ceritakan oleh Kasim Wei sampai selesai.


Setelah berbasa-basi sejenak, Kasim Wei, Shi Ma Ling dan Shi Ma Yan serta Jendral Kam pun pamit meninggalkan kediaman Panglima Xie.


Ditengah jalan Shi Ma Ling tiba-tiba berkata,


"Sekarang situasi sangat mendesak, maaf aku tidak bisa ikut kalian Kembali ke istana."


"Yan er tolong jelaskan pada ayah mu, bibi tidak ikut kembali ke istana, Karena bibi harus pergi ke lembah menemui dan meminta pertolongan dari Sang Jendral Naga Hitam."


"Satu-satunya harapan kita saat ini, untuk menghadapi Shi Ma Ong si penghianat itu, Yang di dukung oleh Sie Bun Houw.""

__ADS_1


"Kita hanya bisa meminta bantuan dari Lu Sun Sang Jendral Naga Hitam, guru Sie Bun Houw."


Shi Ma Yan mengangguk dan berkata,


"Bibi tenang saja, aku pasti akan menjelaskan pada ayahanda."


"Ayahanda paling menyayangi bibi, ayahanda pasti mengerti."


Kasim Wei menatap khawatir dan berkata,


"Tapi situasi sekarang di mana-mana sedang panas, tuan putri menempuh perjalanan seorang diri.'


"Bila terjadi sesuatu dengan tuan putri, kepala hamba yang rendah ini pasti tidak akan terselamatkan."


"Mohon tuan putri pertimbangkan lagi."


Shi Ma Ling tersenyum kemudian menepuk bahu Kasim Wei dan berkata,


"Terimakasih atas perhatiannya, paman Wei tidak perlu khawatir, aku akan berhati-hati dan aku akan menyamar sebagai pria, untuk mengurangi masalah dalam perjalanan ini."


Kasim Wei menghela nafas panjang, kemudian berkata,


"Baiklah tuan putri harus hati-hati jangan mencampuri urusan orang lain, cepat pergi cepat pulang."


Sementara itu ditempat lain, Terlihat sebarisan Pasukan berseragam merah dan mengenakan jubah bergambar Rajawali Merah.


Terlihat sedang bergerak mendekati Kota Pu Yang, dari panji-panji yang mereka bawa, dapat di kenali inilah Pasukan Rajawali Merah, bentukan Sie Bun Houw.


Di barisan paling depan terlihat seorang pemuda ganteng berwajah keras, sepasang alisnya tebal hitam, sepasang matanya menyorot tajam bagaikan mata seekor harimau.


Brewok tipis yang melingkar dari atas bibir sampai dagu, menambah kejantanan pria tersebut.


Pemuda ganteng tersebut mengendarai seekor kuda hitam yang tinggi besar, terlihat berotot, dari tampilannya dapat di pastikan itu adalah seekor kuda pilihan


Di sebelahnya terlihat seorang gadis cantik yang menggendong sepasang pedang di punggungnya, dan menaiki seekor kuda berwarna coklat, meski agak kecil tapi terlihat sangat gesit dan cekatan.


Mereka berdua adalah Alung dan istrinya Yang Chai Ni.


Alung adalah tangan kanan Xie Bun Houw, sedangkan Yang Chai Ni adalah istri Alung.


Yang Chai Ni ini bukan gadis sembarangan, dia adalah putri tunggal ketua Thian San Pai, Yang Su.

__ADS_1


Meski tidak mendapatkan persetujuan dari ayahnya, gadis ini tetap nekad menikah dengan Alung.


Baru seminggu mereka menikah, tugas pun datang.


Alung harus berangkat untuk menahlukkan Pu Yang.


Sesuai instruksi yang diberikan oleh Shi Ma Ong kepada Bun Houw, Setelah mendapatkan kabar, kaisar mulai bergerak menyerang Chang An.


Shi Ma Ong dan Yi Dao sendiri setelah berhasil merekrut Raja Pedang Zhou Wei dan Roda Maut Wen Pu, saat ini bersama Zhou Wei Raja Pedang dan Wen Pu Roda Maut, mereka sedang dalam perjalanan menuju Shouchun berkumpul dengan Pasukan Bun Houw.


Bun Houw tidak punya pilihan lain, selain dengan berat hati menyampaikan hal ini kepada Alung.


Alung sangat setia tanpa banyak bicara, dia langsung menerima tugas tersebut.


Istri Alung memilih untuk ikut karena dia tidak mau di tinggal dan berpisah dari Alung.


Maka berangkatlah pasangan muda-mudi pengantin baru ini.


Memimpin 30.000 Pasukan Rajawali Merah untuk menahlukkan kota Pu Yang.


Yang merupakan salah satu kota gudang ransum perbekalan bagi ibukota selain Kota Chen Liu dan kota Wan.


Kota Pu Yang sama dengan kota Chen Liu memiliki sebuah dermaga, yang bisa menjadi pusat perdagangan juga pusat pertahanan.


Untuk menghadapi invasi dari negara Liau (Khitan) negara bar-bar sekutu dari Shi Ma Ong.


Kota Pu Yang di pimpin oleh adik Kaisar Shi Ma Hui, yaitu Shi Ma Liang.


Shi Ma Liang sejak kecil sudah sangat menyukai seni militer dan ilmu beladiri, dia adalah murid tunggal dari 9 biksu Tibet.


Yang kemudian oleh sembilan biksu tersebut di pertemukan dengan biksu Hui Neng dari Siauw Ling Si.


Dan mendapatkan petunjuk ilmu Lonceng emas dan 8 jurus tapak Buddha.


dari Biksu Hui Neng.


Sehingga kemampuan nya meningkat dengan pesat.


Dia di tugaskan di Pu Yang, karena tidak cocok dengan Jendral Bai Lun kakak ipar kaisar Shi Ma Hui.


Setelah pindah ke Pu Yang, Shi Ma Liang mendidik dan membentuk pasukan sendiri yang dia latih khusus menjadi Pasukan yang sangat kuat dan sangat disegani.

__ADS_1


Sebelum munculnya Pasukan Rajawali Merah didikan Bun Houw.


Di Pu Yang sendiri ada 150.000 Pasukan, sedangkan di dermaga Dun Qiu ada 30.000 Pasukan.


__ADS_2