LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
HE SIONG DAN GADA TERBANGNYA


__ADS_3

Pasukan Rajawali Merah yang panik karena ular-ular berhamburan kearah mereka.


Secara otomatis mereka bergerak mundur keluar dari gerbang pintu Hu Lao Kuan.


400.000 Pasukan keluarga He yang dipimpin oleh He Siong segera bergerak maju memblokade jalan masuk kedalam gerbang dengan Tameng mereka.


Di bawah arahan Jendral Ma Yan Lung para pasukan keluarga He bergerak dengan rapi dan teratur menahan dan membalas serangan pasukan Rajawali Merah.


Mereka dengan penuh semangat terus mendorong mundur pasukan Rajawali Merah mundur menjauhi gerbang Hu Lao Kuan.


Ma Yan Lung sendiri menunggangi seekor kuda merah yang tinggi besar dan memiliki tanduk di kepalanya.


Bergerak di barisan paling depan mengayunkan tombak panjangnya menghancurkan pasukan Rajawali Merah yang berani menghalangi jalannya.


Ma Yan Lung adalah paman kandung dari He Song.


Ma Yan Lung dan adik perempuannya Ma Yan Ling adalah salah satu keturunan terakhir Jendral besar Ma Chao salah satu dari Lima jendral harimau milik negara Shu.


Kedudukan Ma Chao setingkat dengan kedudukan Guan Yu Zhang Fei Zhou Yun dan Huang Zhong.


Ma Yan Lung mewarisi kesaktian dan keberanian kakeknya Ma Chao, sehingga oleh Shi Ma Yi diangkat menjadi penguasa Xi Liang.


Adik perempuan nya Ma Yan Ling menikah dengan He Sin putra tunggal Panglima Tua He Wan.


He Siong adalah putra tunggal He Sin dan Ma Yan Ling..


Saat mendengar keponakannya dalam kesulitan dan adik perempuannya menjadi tahanan di kota Wan, setelah kota Wan jatuh ke tangan Pasukan pemberontak Rajawali Merah.


Ma Yan Lung dari Xi liang menempuh perjalanan siang dan malam secepatnya pergi ke kota Wan dengan tujuan menyelamatkan adik dan keponakannya secara diam-diam.


Tapi saat tiba di kota Wan ternyata kota Wan sudah direbut kembali oleh Pendekar Suling Hitam.


He Siong dan adik nya Ma Yan Ling juga sudah di lepaskan dari tahanan, dia lalu mulai membantu keponakannya mengumpulkan kembali Pasukan keluarga He.


Hingga mereka mendengar kabar bahwa Pasukan Rajawali Merah mulai bergerak menyerang Luo Yang.


Atas saran dari pamannya, He Siong dan pamannya membawa seluruh kekuatan pasukan keluarga He bergerak memutar.


Muncul dari Han Gu Kuan datang memberikan bantuan.

__ADS_1


He Siong dan Ouw Yang Kok mulai terlibat dalam pertempuran saling serang.


Pukulan gada He Siong yang menimbulkan angin berderu-deru seperti angin topan.


Membuat Ouw Yang Kok terdesak hebat, dia sudah mengeluarkan semua kemampuannya tapi tetap sulit mengimbangi kekuatan bocah yang seperti menggila itu.


Pukulan katak hijau nya selalu terpental saat bertemu dengan gada He Siong.


Ilmu perisai pelindung katak hijau nya juga tidak banyak membantu, beberapa kali saat berhadapan dengan gada He Siong.


Meski gada berhasil tertolak balik Ouw Yang Kok merasa tubuhnya yang terkena hantaman gada seperti remuk semua tulangnya.


Sakitnya bukan Alang kepalang, Ouw Yang Kok tidak berani sembarangan mengerahkan perisai pelindung katak hijau untuk menahan serangan gada He Siong, bila tidak sedang sangat kepepet dia tidak mau menerimanya.


Setelah berlalu puluhan jurus Ouw Yang Kok mulai berpikir untuk mundur melarikan diri.


Ouw Yang Kok yang cerdik mengandalkan hawa pukulan yang di lepaskan oleh He Siong kearahnya, untuk bergerak mundur melarikan diri dengan ilmu katak mengejar rembulan tubuhnya bergerak berlompatan dengan sangat cepat menghilang dari hadapan He Siong.


Ouw Yang Kok yang licik takut dengan He Siong yang akan mengejarnya, jadi dia melepaskan dua ekor ular mas kecil yang kebal senjata dan gigitannya sangat beracun.


He Siong yang tadinya hendak mengejar Ouw Yang Kok terpaksa membatalkan niatnya, Dia menggunakan gadanya untuk memukul dua titik emas yang sedang melesat Kearah nya.


Tubuh kedua ular itu terhempas angin pukulan He Siong menuju dua orang pasukan Rajawali Merah yang sedang bertahan dari cecaran Pasukan keluarga He.


Tanpa sempat menjerit kedua orang prajurit Rajawali Merah yang sedang sial itu langsung jatuh keatas tanah tak bergerak lagi.


Kedua ekor ular itu langsung menghilang kedalam tanah tidak terlihat lagi.


Melihat hal ini He Siong meleletkan lidahnya, bersyukur tadi tidak sampai bersentuhan dengan kedua ekor ular mas itu.


Bila tidak yang kini terkapar di atas tanah bukan lagi kedua prajurit sial itu tapi dirinya sendiri lah yang akan terkapar tak bernyawa.


Melihat keadaan Medan perang di mana pamannya berada diatas angin, He Siong pun berteriak,


"Paman tolong bantu pimpin mereka, aku ingin mencari musuh besar ku dulu..!!"


Ma Yan Lung menanggapi ucapan ponakannya dengan anggukan kepala dan berteriak,


"Pergilah..hati -hati..!"

__ADS_1


He Siong melesat meninggalkan arena pertempuran didepan gerbang Hu Lao Kuan.


Dia berlompatan ringan melewati atas kepala Pasukan Rajawali Merah menuju kearah Yue Fei dan Sin Yi yang sedang di keroyok oleh Song Chin Yuda Lin Cong Paman Hao Chin Yang Chin Hao dan Sui San.


"Yue Fei keparat... serahkan nyawa mu...!!"


teriak He Siong sebelum orangnya sampai di arena.


Paman-paman sekalian serahkan yang pria ini untuk ku ..!


ucap He Siong setelah tiba di arena.


Dia segera melepaskan serangan gadanya yang membuat Yue Fei terpental jauh puluhan meter menjauhi Istri nya Sin Yi.


Ke 7 orang itu mengangguk mereka memperketat mengurung Sin Yi agar tidak bisa bergerak mendekati Yue Fei.


Yue Fei memang seorang ahli strategi militer, tapi dalam pertempuran satu lawan satu, dia masih kalah hebat di banding istrinya.


Kini dia harus menghadapi satu lawan satu melawan bocah edan yang mengerikan ini.


Hatinya sedikit gentar, tapi dia tidak punya pilihan lain selain menghadapi He Siong yang menaruh dendam besar padanya.


Hampir semua anggota keluarga He mati ditangan Yue Fei, tentu He Siong tidak akan mengampuninya.


"Bangsat hari aku akan mengantar mu pergi minta maaf pada ayah dan kakek ku..!"


teriak He Siong sengit.


Lalu dia melompat maju mengayunkan sepasang gada beratnya kearah Yue Fei.


Yue Fei tidak berani menerima nya, dia melompat mundur menghindar dengan Wu Ying 72 Pian Pu.


Tubuhnya menghilang dan muncul ditempat lain.


Tapi He Siong begitu serangannya gagal, dia kini melepaskan gadanya yang terhubung dengan tali baja yang terikat dengan lengannya.


Sehingga dia bisa mengontrol Gada terbang nya dari jarak jauh.


Ilmu ini dia warisi dari pamannya Ma Yan Lung, ilmu ini adalah salah satu jurus andalan Ma Chao yaitu Tombak terbang (Fei Ciang ).

__ADS_1


Yang oleh Ma Yan Lung di rubah menjadi Gada Terbang (Fei Tjui ) buat keponakan nya.


__ADS_2