
Tapi bila kamu ingin aku kembali menjadi raja dan merebut kembali tahta ku.."
"Aku tanpa berpikir dua kali akan segera berangkat pergi memenuhi permintaan mu, setelah aku berhasil aku akan kembali menjemput mu sebagai permaisuri ku.."
Mi Mi menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak sayang..aku justru sangat khawatir akan ambisi mu yang belum padam.."
"Aku takut kamu suatu hari akan menyesali nya.."
"Tapi bila tekad mu sudah bulat, ingin hidup tenang di sini, tentu saja aku sangat bahagia dan menyambut keputusan mu ini dengan senang hati."
"Segala nama kekuasaan dan harta bagi ku itu hanya barang pelengkap kehidupan saja, yang terpenting adalah kita bisa hidup bersama."
Raja Sanggha tersenyum dan mengangguk sambil berkata,
"Kamu benar sekali sayang, mari kita lewati sisa hidup kita dengan tenang, tanpa mencampuri berbagai pertikaian politik dan urusan negara.."
"Hari makin malam cuaca semakin dingin, ayo kita masuk ke kemah mu untuk beristirahat.."
ucap Raja Sanggha sambil membimbing Mi Mi masuk kedalam tenda mereka.
Sementara itu ditempat yang jauh, di kota Luo Yang, setelah pertempuran besar terjadi.
Rombongan Lu Sun juga meninggalkan kota Luo Yang menuju lembah Alam penebus dosa Dewa Buangan.
Awalnya rombongan Lu Sun berangkat bersama dengan rombongan Pasukan Naga Hitam yang dipimpin oleh ke 7 saudara Lu Sun.
Tapi saat tiba di persimpangan jalan menuju kota Xia Pi mereka pun berpisah dan mengambil jalan masing-masing.
Lu Sun memilih menggunakan kereta kuda, adalah agar Lu Fan dan Wu Song bisa beristirahat dengan santai sambil perlahan-lahan memulihkan Kekuatan mereka.
Dalam keadaan seperti ini, baik Wu Song maupun Lu Fan mereka tidak bisa menggunakan kesaktian mereka untuk terbang.
Seluruh energi dan kekuatan mereka telah terkuras habis, untuk bisa kembali ke semula paling cepat mereka membutuhkan waktu 2 sampai 3 tahun.
Lu Sun sendiri meski tidak separah keadaan Lu Fan dan Wu Song, tapi dia juga memerlukan waktu 1 atau 2 tahun untuk memulihkan diri.
Dari kondisi mereka bertiga yang paling parah adalah Wu Song.
Meski Wu Song tidak mengatakan apa-apa, tapi di dalam hati dia tahu betul.
Pertempurannya dengan Lee Yong yang terlalu memaksakan diri, telah membuat dirinya dalam kurun waktu 10 tahun kedepan, tidak bisa lagi memainkan ilmu pedang Naga Siluman Semesta.
Dengan kehadiran Sonia, Lu Fan dan Wu Song cukup terbantu di sepanjang perjalanan mereka Sonia lah yang dengan telaten merawat luka-luka yang di alami oleh Wu Song dan Lu Fan.
Sedangkan Xue Yen sendiri terlalu sibuk merawat luka-luka yang di alami oleh Lu Sun dan dirinya sendiri.
__ADS_1
Meski luka-luka mereka tidak fatal dan tidak membahayakan jiwa mereka.
Tetapi luka-luka tersebut sedikit banyak cukup menganggu aktivitas perjalanan mereka.
Di sepanjang perjalanan yang hampir memakan waktu satu bulan perjalanan.
Selain berlatih memulihkan kondisi kekuatan mereka, Wu Song dan Lu Fan mengajarkan berbagai macam ilmu ke Sonia.
Mereka berdua berharap kelak ilmu-ilmu itu bisa bermanfaat bagi Sonia saat dia kembali ke Persia nanti.
Sonia menyambut dengan baik dan melatih semua ilmu itu dengan serius.
Setelah menempuh perjalanan sebulan lebih, akhirnya rombongan Lu Sun berhasil kembali ke kediaman mereka di lembah.
Begitu rombongan itu tiba, Lu Sun langsung di sambut oleh Siau Ching yang tersenyum lembut menunggunya di depan pintu rumah.
Begitupula dengan Wu Song, Lu Ping dan Se Se yang masing-masing menggendong seorang bayi yang sedang tertidur pulas dalam pelukan mereka.
segera berlarian maju menyambut kedatangan Wu Song dengan tangan terbuka.
Mereka bertiga berangkulan mesra, lalu berjalan masuk kedalam pondok tempat tinggal mereka dengan penuh kebahagiaan.
Berbeda dengan Wu Song yang bisa tersenyum bahagia bersama kedua istrinya.
Lu Fan sebaliknya terlihat takut-takut dan tersenyum canggung turun dari kereta yang di belakangnya mengintil Sonia yang berjalan dengan kepala tertunduk.
"Sayang aku.."
"Tidak perlu banyak bicara..ayo kita bicarakan di dalam rumah.."
potong Lin Lin cepat, lalu dia membalikkan badannya dengan wajah cemberut berjalan masuk kedalam pondok.
Setelah tiba di dalam pondok, Lin Lin mengambil tempat duduk berhadapan dengan Lu Fan dan berkata,
"Nah sekarang ceritakan lah semuanya dengan jelas dan siapa gadis ini..?"
Lu Fan terlihat gugup, dia tidak tahu mau memulai cerita darimana.
Sesekali dia melirik kearah Sonia, lalu kembali lagi melihat kearah istrinya Lin Lin yang sedang menanti penjelasan darinya.
Setelah menghela nafas berulang-ulang mengumpulkan kekuatan dan keberanian akhirnya Lu Fan pun berkata,
"Sayang kamu jangan salah paham diantara kami tidak ada hubungan apa-apa selain pertemanan.."
Lin Lin tersenyum sinis dan berkata,
"Kalau tidak ada apa-apa kenapa musti gugup ?"
__ADS_1
"Siapa namanya ? kenapa dia ikut dengan mu kemari ? apa yang telah kamu lakukan padanya ?"
Mendengar serangkaian pertanyaan Lin Lin Lu Fan terlihat puas dan gelisah dengan panik dia mengangkat sepasang tangannya kedepan dan menggoyangkan tangannya, sambil berkata.
"Nama nya Sonia... semua ini tidak seperti yang kamu bayangkan.."
"Begini ceritanya.."
Lu Fan terlihat sibuk bercerita sambil menggerak-gerakkan tangannya, seperti seekor monyet bercecoetan bercerita dengan antusias..
Melihat tingkah laku suaminya, Lin Lin tertawa di dalam hati.
Tapi di luar dia tetap pura-pura bersikap dingin.
Sebenarnya dia sangat percaya dengan Lu Fan yang dia tahu memang sangat mencintainya, tidak mungkin pernah berani menghianati cinta mereka.
Dia bersikap begini hanya ingin memberi Lu Fan pelajaran agar lain kali saat berhadapan dengan gadis lain harus lebih hati-hati dan tidak sembarangan memberi harapan kepada mereka.
Yang nantinya hanya akan membawa kesulitan bagi dirinya sendiri.
Setelah Lu Fan menutup ceritanya.
Lin Lin melihat kearah Sonia dan berkata,
"Apakah semua yang di ceritakan oleh suamiku barusan sudah tepat ? apakah ada bagian yang dia kurangi atau tambah-tambah kan ?"
"Kalau ada Tolong Nona Sonia bisa bantu perjelas, jangan takut aku akan memberikan keadilan bagi mu.."
Lu Fan kini menatap kearah Sonia dengan jantung berdebar-debar ketakutan.
Sonia melirik kearah Lu Fan sekilas lalu dia mengangkat kepalanya menatap Lin Lin Dan berkata,
"Semua yang di katakan Fan ke ke sudah tepat, hanya Fan ke ke kelihatannya melupakan cerita bagaimana dia memberikan obat menolong nyawa ku.."
"Dan bagaimana dia membantu ku berganti pakaian."
ucap Sonia sambil tersenyum menatap Lu Fan
Lu Fan langsung terbatuk-batuk dari mempelototi Sonia dengan tatapan kesal.
Ayo dukung author ada cerita bagus AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU sudah 100 bab lebih jamin tidak kalah seru.
Nanti bila kalian dukung cerita tersebut hingga tamat dengan stabil.
Aku akan berikan lanjutan cersil yang lebih seru.
Tapi syaratnya dukung dulu karya baru ku itu sampai tamat.
__ADS_1
.