
Hong San, Hong Ti, Hong Sin dan Hong Kun langsung menjatuhkan diri berlutut dan berkata,
"Maafkan kami berempat telah mengganggu ketenangan Susiok (Paman Guru) bertiga dari meditasi."
Ketiga biksu itu terlihat sudah tua, usia mereka mungkin sudah menembus 100 tahun, mereka bertiga terlihat kurus dan lemah dengan pakaian jubah kedodoran.
Yang menunjukkan mereka bukan orang biasa, adalah pancaran aura lembut dari tubuh mereka, dan sepasang mata mereka yang mencorong tajam seperti mata naga sakti.
Mereka bertiga adalah biksu Wu Ming, Wu Sin,.Wu Se mereka bertiga adalah paman guru dari Hong San dan ketiga adik seperguruannya.
Mereka telah mengundurkan diri dan bertapa di gunung belakang ini selama 30 tahun lebih.
Wajah ke tiga pendeta tua ini sangat bijaksana, dan selalu tersenyum lembut.
Mereka menatap kearah murid keponakan mereka, kemudian biksu Wu Ming orang pertama dari ketiga biksu tua berkata,
"Kalian berempat bangunlah, Shaolin dalam masalah kami bertiga sebagai bagian dari Shaolin juga tidak bisa lepas tangan."
Lalu biksu Wu Ming menoleh kearah Wu Song dan berkata,
"Anak muda di sini tidak ada biksu bernama Beng San, silahkan anda tinggalkan tempat ini."
Wu Song menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Seorang Biksu tidak boleh berbohong, tapi apa yang ditunjukkan ke 3 murid keponakan mu itu, membuat saya tidak bisa percaya begitu saja."
Biksu Wu Sin dan Wu Se menutup kedua mata mereka dan berkata,
"Omitofho....! San Chai...San Chai...!"
Biksu Wu Ming tetap tersenyum ramah dan bertanya,
"Lalu apa yang bisa kami lakukan agar anda percaya.?"
Wu Song berkata dengan tegas,
"Kalian tidak perlu melakukan apapun, cukup biarkan aku memeriksanya sendiri."
Biksu Wu Ming mengangguk dan berkata,
"Baiklah silahkan anda periksa pondok kami, tapi gua terlarang di belakang pondok kami
__ADS_1
anda tidak di perkenankan memasukinya."
"Susiok Couw kami sedang melakukan meditasi tertutup kedatangan mu bisa mengganggunya."
Wu Song menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Justru yang ingin ku datangi adalah gua misterius itu, Hong San Fang Cang mengatakan nya tadi, Beng San sedang bertobat."
"Mungkin di sanalah tempat dia melakukan pertobatan."
Biksu Wu Ming tersenyum bijak dan berkata,
"Baiklah bila anda tidak percaya dan memaksa, maka tiada cara lain tundukkan kami bertiga, setelah itu kamu boleh lakukan apa saja."
Biksu Wu Sin dan Wu Se menempelkan tangan mereka di kedua pundak Wu Ming sedangkan Wu Ming membentuk pertahanan 20 matahari mengelilingi tubuh mereka dan sebuah Lonceng emas mengeluarkan cahaya lembut melindungi tubuh mereka bertiga.
Sekilas tiada bedanya dengan kekuatan yang di ciptakan kempat biksu tingkatan Hong.
Hanya saja bila di perhatikan lebih teliti jelas jauh berbeda, energi kelembutan yang di pancarkan nya lebih luas dan pekat.
Yang akan membuat serangan energi lawan akan terpental, sebelum menyentuh perisai pelindung cahaya Lonceng emas.
Cahaya Lonceng emas yang melindungi tubuh mereka juga lebih tebal dan kokoh.
Wu Song tubuhnya berubah menjadi sebuah pedang raksasa berwarna merah dan biru, Wu Song kembali menggunakan Jen Cien He Ie dengan kekuatan dukungan Im Yang Sen Kung.
Bayangan pedang raksasa biru merah melesat kearah cahaya Lonceng emas.
Kini tidak di tebaskan melainkan meluncur berputar-putar seperti mata bor.
Membawa udara dingin membeku dan panas membakar, tapi saat mendekati sasaran,.aura lembut dari cahaya emas menetralisir semua.
Bayangan pedang raksasa tertahan tidak bergerak, terhenti diudara tapi masih terus berputar-putar seperti mata bor hanya tidak bisa maju.
Wu Song meningkatkan kekuatan nya sampai level 15 perlahan-lahan pedang mulai bisa bergerak maju sedikit demi sedikit menembus cahaya lembut yang menahannya.
Wu Song terus menambah kekuatan nya setahap demi setahap, Pedang raksasa perlahan-lahan tapi pasti akhirnya bersentuhan dengan bayangan lonceng emas.
Menimbulkan bunyi yang menyakitkan telinga, karena akibat benturan dua logam yang bergesekan.
Bunga api kecil memercik menyelimuti pertemuan kedua benda logam itu.
__ADS_1
Wu Song sudah mengerahkan Im Yang Sen Kung sampai level 18, tapi kelihatannya belum membuahkan hasil apa pun.
Perisai lonceng emas itu sangat tebal dan keras tidak dapat ditembus.
Seperti ada tenaga lembut tak kasat mata yang terus mendorong nya mundur menjauh.
Wu Song di samping geram juga kagum dengan kekuatan gabungan tiga biksu didepannya.
Wu Song akhir mengerahkan sampai full Kekuatan Im Yang Sen Kung, yaitu level 20 level maximal miliknya.
Putaran pedang raksasa menjadi lebih cepat dan lebih kuat melesat kedepan, mencoba menembus perisai lonceng emas yang terlihat tidak bergeming sama sekali.
Ketiga biksu itu masih tersenyum lembut menatap Wu Song, seperti kakek yang tersenyum melihat kenakalan cucunya.
Pedang raksasa Wu Song tiba-tiba bergerak mundur, saat 20 bulan dan matahari mengitari pedang tersebut .
Pedang baru kembali melesat maju dengan kekuatan 2 kali lipat lebih dahsyat.
Untuk sesaat senyum biksu Wu Sin dan Wu Se lenyap mata mereka sedikit terbelalak, melihat Wu Song dapat merapalkan kedua tehnik yang saling berlawanan sampai level 20.
Tapi biksu Wu Ming tetap terlihat tenang, dan senyum yang menghiasi bibirnya yang keriput tidak pernah hilang.
Dengan perlahan dia berkata,
"Wu Sin, Wu Se fokus kita bisa mengatasinya."
Wu Sin dan Wu Se tersadar mereka menempel telapak tangan yang lain, di lengan mereka yang sedang memegang pundak biksu Wu Ming kakak seperguruan mereka.
Bayangan Lonceng emas kini bersinar lebih terang dan cahaya lembutnya semakin kuat, bayang Pedang raksasa perlahan-lahan Sirna.
Wu Song terpental keluar dari lokasi pertempuran, seperti layang-layang putus menabrak pepohonan dibelakangnya.
Pohon-pohon yang ditabrak oleh Wu Song bertumbangan, Tetapi Wu Song tidak mengalami luka sama sekali, setelah terpental keluar dari area hutan yang membatasi area kuil dan area belakang kuil.
Wu Song setelah menjejakkan kaki di atas tanah, dia kembali terbang ke lokasi pertempuran, sambil memegang sebatang suling di tangannya.
Tubuh Wu Song di lindungi tenaga 9 matahari dan 9 bulan level 20 sehingga meski tubuhnya terpental menabrak pohon dia sama sekali tidak terluka.
Wu Song sudah melihat Kekuatan pertahanan ketiga biksu tua itu, tiada jalan lain pikir Wu Song.
Selain mengeluarkan ilmu dari kitab Naga Semesta, tapi Wu Song tidak mau menggunakan pedangnya dia dan ketiga biksu ini tidak memiliki permusuhan.
__ADS_1
Dia dan mereka hanya berbeda pandangan dan memiliki pendapat dan kepentingan yang berbeda, sehingga terjadi bentrokan ini.
Wu Song mulai merapal jurus pertama Naga Semesta menggetarkan Bumi,