
Lu Sun yang melihat keadaan rakyat suku Han di sana mengerutkan alisnya, terjadi kesenjangan sosial yang berbeda jauh.
Rakyat terlihat hidupnya sangat menderita, pakaian mereka kumuh kotor dan kurang terurus.
Mereka rata-rata menjadi pekerja bangsa lain, seperti bangsa Goguryeo, Thai Yang, Persia, juga bule bermata biru berambut putih kekuningan.
Sedangkan orang-orang asing itu terlihat hidup penuh kemewahan, bahkan di kota itu terang-terangan di adakan pelelangan budak.
Di mana yang diperjualbelikan adalah anak kecil anak gadis dan pemuda dari suku Han.
Melihat hal ini emosi Lu Sun hampir meledak, Untung nya Xue Yen yang mendampingi Lu Sun memberi kode ke Lu Sun agar tidak ikut campur
Lu Sun kembali tenang, karena misi utamanya masih banyak, dia belum bisa ikut campur yang mungkin membuat orang mencurigainya.
Lu Sun juga berpikir percuma saja menghajar pedagang budak, karena permasalahan utama ini bukan mereka.
Tapi kerajaan Goguryeo lah yang menjadi biang kerok sumber masalah.
Asalkan nanti bisa mengusir mereka kembali ke negri mereka sendiri, maka permasalahan di sini akan menjadi mudah mengaturnya.
Mereka bertiga memilih memasuki sebuah restoran besar dan sangat ramai pengunjungnya.
Lu Sun mengajak Xue Yen dan Lu Fan, memasuki restoran tersebut mencari sebuah meja kosong kemudian mereka bertiga duduk menunggu Pelayan restoran datang menawarkan menu masakan kepada mereka.
Tak lama kemudian seorang pelayan datang menghampiri meja mereka dan berkata,
"Tuan dan nyonya mau pesan apa ?"
Lu Sun tidak memperdulikannya, dia fokus memasang telinga mencari informasi yang bisa dia dengar dari pembicaraan orang-orang di dalam restoran.
Xue Yen yang hafal selera makan suaminya, dengan cekatan memesan beberapa macam menu kesukaan Lu Sun dan Lu Fan.
Sambil menunggu makanan datang mereka bertiga memperhatikan keadaan di sekitar .
Tapi mereka tidak mendapatkan informasi yang terlalu penting dari pembicaraan mereka yang hadir di sana.
Salah satu informasi yang paling penting hanya petunjuk tempat tinggal Raja Kim Douk dan putrinya Kim soo.
Tak lama kemudian menu pesanan Xue Yen datang, Lu Sun dan Lu Fan tersenyum puas.
Mereka segera menyantap dengan lahap, meski Lu Sun sangat menikmati makanan didepan nya.
Tapi dia tidak pernah lupa mengambilkan beberapa macam lauk sayuran buat Xue Yen, yang lebih suka makan sayur-sayuran dan sup.
__ADS_1
Ketika mereka bertiga sedang asyik makan, tiba-tiba banyak tamu mulai pergi meninggalkan restoran.
Suasana rumah makan yang tadinya ramai kini mendadak terlihat sepi dan agak langgeng.
Dari arah pintu depan Restoran Lu Sun melihat seorang gadis cantik berpakaian baju tradisional Goguryeo, ditemani oleh dua dayang .Dan beberapa orang pengawal pribadinya
Lu Sun menebak kemungkinan gadis tersebut adalah putri Kim soo sesuai dengan cerita Sui San.
Dan ketiga pengawal itu Lu Sun menduga salah satu dari mereka adalah Pemuda tampan yang berilmu tinggi seperti yang juga Sui San informasikan tadi pagi.
Lu Sun yang tidak mau terlihat menyolok selesai makan, dia mengajak Lu Fan dan Xue Yen meninggalkan restoran itu.
Berbaur dengan pengunjung yang juga sedang meninggalkan tempat itu.
Lu Sun mengambil penginapan yang tepat berseberangan dengan restoran tersebut.
Meski harga kamar nya sedikit mahal.
Tapi dari jendela kamar mereka Lu Sun bisa mengamati kearah pengunjung restoran.
Lu Sun mengambil dua kamar, satu buat Lu Fan satu lagi untuk dia dan Xue Yen.
Begitu memasuki kamar Lu Sun langsung duduk di pinggir jendela kamar, mengamati gerak-gerik putri tersebut dan ketiga pengawalnya.
Kalau dia, dia akan langsung mendatangi tempat kediaman raja' Kim Douk.
Mencari raja tersebut kemudian membunuhnya bersama ke tiga pengawal sakti itu.
Sisanya baru serahkan kepada paman Song Chin untuk mengurusi semua nya.
Untuk hewan suci bukan nya ayahnya ada Naga hitam panggil aja mahluk itu kemari, daripada mahluk itu tiap hari kerjaannya cuma tidur.
Seperti binatang pajangan, yang cuma menghabiskan sumber daya makanan saja.
Lu Fan menikmati fasilitas kamar dengan mandi sepuasnya berendam air hangat yang wangi.
Xue Yen juga sama dengan Lu Fan, dia juga meninggalkan Lu Sun duduk seorang diri di pinggir jendela.
Dia sendiri asyik menikmati berendam air hangat di dalam sebuah Tong besar yang disediakan pihak penginapan sebagai fasilitas kamar mandi dalam.
Lu Sun menunggu cukup lama akhirnya rombongan yang ditunggu-tunggu nya dari tadi muncul juga.
Lu Sun menyambitkan sebuah kertas kecil kearah Putri Kim dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Tapi sebelum gulungan kertas kecil itu menyentuh Putri Kim.
Sebuah kaki terjulur menangkis sambitan dari Lu Sun, lalu dia mencungkil gulungan tersebut diudara dengan ujung kakinya.
Baru menangkap gulungan tersebut dengan tangannya dan memberikan kepada Putri Kim .
Lu Sun kagum dengan kecepatan kaki orang itu, kelihatannya dia lah anak muda tampan dan sakti yang di ceritakan oleh Sui San.
Putri Kim menerima dan membuka gulungan kertas tersebut dengan hati-hati dan membacanya.
Sepasang alisnya yang indah terlihat berkerut saat membaca isi surat pendek Lu Sun yang berbunyi,
"Ku tunggu kedatangan mu di kuil luar kota."
Putri itu menoleh ke atas mengedarkan pandangannya mencari-cari siapa yang misterius yang memberinya surat tersebut.
Tapi dia tidak melihat ada siapapun yang mencurigakan di sana.
Pemuda tampan itu berdiri di samping putri Kim dan bertanya,
"Ada apa Tuan Puteri.?"
Putri Kim memberikan gulungan kertas tersebut kepada pemuda itu, dia sendiri dengan penasaran terus melihat keatas.
"Putri aku tahu tempat itu mari kita temui dia disana."
"Kita lihat siapa dia ? dan apa maunya ?"
Putri Kim mengangguk kemudian berjalan meninggalkan tempat itu, mengikuti pengawalnya menuju Kuil yang terletak di luar kota.
Lu Sun sendiri sudah tidak terlihat di kamarnya, dia sudah melesat pergi menunggu, kedatangan Putri Kim di kuil bobrok yang terletak di luar kota, tidak terlalu jauh dari dermaga.
Begitu putri Kim dan pengawalnya memasuki halaman kuil tersebut terlihat Lu Sun yang bertangan tunggal berdiri dengan lengan baju kanan melambai-lambai tertiup angin sedang menanti kedatangan mereka.
Pemuda itu sambil tertawa berkata,
"Angin apa yang membuat legenda hidup seperti anda mengundang kami datang ketempat ini.?"
Lu Sun sedikit heran, kenapa pemuda ini bisa mengenalinya, padahal ini adalah Pertemuan mereka yang pertama kali.
Tapi Lu Sun tidak ingin banyak berbasa-basi, dia segera bergerak menyerang putri Kim dengan cakarnya.
Pemuda itu dengan sigap menangkis cengkraman Lu Sun dengan kakinya di mana dia berjungkir balik dengan tangan sebagai penopang.
__ADS_1
"Deesss..!"