
Bun Houw sambil tersenyum penuh haru mengelus kepala Yi Yi dan berbisik,
"Sejak ikut dengan ku, aku tidak pernah sekalipun bisa mentraktir mu makan enak."
"Untuk kali ini, aku harap kamu tidak menolaknya mari kita nikmati saja."
"Jangan berpikir terlalu banyak, semua sudah dalam perhitungan ku, kamu jangan khawatir ok.?"
Yi Yi mengangguk karena dia memang jarang menolak apapun permintaan Bun Houw padanya, bahkan boleh di bilang dia tidak pernah menolak keinginan Bun Houw.
Mungkin karena dia terlalu mencintai
Bun Houw, yang ada dipikiran seluruh nya adalah untuk kepentingan Bun Houw.
Dia bahkan telah melupakan keinginan pribadi nya.
Tidak ada lagi keinginan lain selain melihat Bun Houw senang dan bahagia.
Mereka berdua berjalan masuk kedalam Restoran seorang pelayan menghampiri mereka.
Kemudian membantu mereka mendapatkan tempat duduk, Bun Houw hapal makanan kesukaan Yi Yi dia hanya memesan beberapa macam masakan kesukaan Yi Yi saja.
Tapi Yi Yi menambahkan dua macam menu yang disukai Bun Houw.
Bun Houw dan Yi Yi saling bertatapan keduanya menjadi tersenyum.
Tak lama kemudian makanan pesanan mereka datang, mereka mulai menyantap makanan dihadapan mereka dengan lahap. Masing-masing terlihat sibuk mengambilkan lauk buat pasangan mereka.
Terutama Yi Yi dia sangat memperhatikan dengan detil semua kebutuhan Bun Houw.
Sampai sumpit mangkok gelas yang akan di gunakan Bun Houw dia yang mengelapnya terlebih dahulu.
Sewaktu Bun Houw sedang makan,
dia juga dengan penuh kasih sayang mengelap keringat di dahi Bun Houw.
Sepanjang perjalanan semua pakaian Bun Houw dia yang mencucinya, kalau ada yang sobek dia yang menambalnya.
Semua ini dia lakukan dengan sukarela, muncul dari inisiatif nya sendiri tanpa disuruh ataupun di minta.
Sebagai seorang nona besar putri seorang jendral besar, yang memilki puluhan Pelayan dirumahnya.
Semua yang Yi Yi lakukan untuk Bun Houw sudah terhitung sangat luar biasa.
Selagi mereka asik makan tiba-tiba ada keributan, antara tiga orang gadis cantik dengan seorang pemuda yang membawa kipas dan di belakangnya berdiri 4 orang gadis berbaju putih dengan wajah tertutup cadar tipis.
Keributan mereka berakhir dengan perkelahian, dua orang gadis yang kelihatannya adalah pelayan sekaligus pengawal dari gadis berbaju merah.
Terlihat menerjang dengan pedang ditangan kearah pemuda yang menggunakan kipas baja sebagai senjata
Satu kibasan dari pemuda yang memegang kipas baja itu, membuat kedua gadis pengawal terpental.
Kemudian jatuh terkapar di lantai kehilangan nyawa, dengan luka menganga di bagian leher.
__ADS_1
Gadis berbaju merah sangat marah melihat kematian kedua pengawal setia nya, dia mencabut pedangnya dan menerjang Pemuda yang memegang kipas baja tersebut.
Hanya dalam dua gebrakan gadis itu terpental hampir jatuh dari lantai dua kebawah.
Bila itu terjadi gadis tersebut pasti akan mengalami patah tulang.
Bun Houw tiba-tiba menghilang dari tempat duduknya, menggunakan ilmu 72 langkah tanpa bayangan ajaran Wu Song.
Menangkap pinggang gadis itu membawanya terbang ke dalam Restoran kembali.
Gadis itu menatap Bun Houw sampai tak berkedip, seumur hidup ini adalah pertama kalinya dia dipeluk pria selain ayahnya.
Dan pria yang mencuri pertama kalinya, adalah seorang pemuda yang sangat tampan dan kelihatannya memiliki kesaktian tinggi.
Gadis itu terpesona sampai lupa mengucapkan terima kasih, dan tidak menyadari dia kini sudah bisa berdiri sendiri.
Pria tersebut sudah melepaskan pelukan dipinggangnya, dia masih belum melepaskan rangkulannya dari leher pria itu.
Sampai terdengar suara,
"Nona kamu baik-baik saja kan.?"
Dengan terkejut dan tersadar dia cepat-cepat melepaskan rangkulan dari pria tersebut dengan malu-malu dan wajah merah dia berkata,
"Terimakasih .."
Ying Ying yang melihat semua kejadian itu hanya tersenyum penuh pengertian.
Bun Houw kini menoleh menatap tajam Pria ber kipas baja itu.
Pria itu hanya tersenyum mengejek dan berkata,
"Jangan suka mencampuri urusan orang, atau anda akan menyesal kehilangan angsa ditukar dengan seekor bebek entok."
Gadis baju marah sangat marah tubuhnya gemetar kedua alisnya sampai berdiri.
Dia menunjuk Pria yang membawa kipas baja dengan marah dan berkata,
"Kau... bajingan apa maksud kata-kata mu?"
Pria ber kipas baja itu tidak lain tidak bukan adalah Ouwyang Kok, sejak kekalahannya melawan Wu Song kipasnya hancur.
Dia sengaja khusus mencari penempa senjata terbaik di ibukota membuat kan sebuah kipas baja.
Ouwyang Kok tertawa renyah dan berkata,
"Sudah jelas-jelas tahu masih bertanya?"
"Apa perlu ku ulangi dan memperjelas nya?" ucap Ouwyang Kok sambil tertawa mengejek.
Gadis baju merah sangat marah emosinya sudah naik sampai ubun-ubun.
Gadis mana yang tidak akan marah didepan pria yang menarik perhatiannya.
__ADS_1
Dia direndahkan dikatakan sebagai seekor bebek buruk rupa.
Gadis baju merah menunjuk Ouwyang Kok dengan ujung pedang nya dan berkata,
"Kau... bajingan busuk..!!"
"Aku akan mengadu nyawa dengan mu..!!" ucap Gadis baju merah ingin menerjang ke arah Ouwyang Kok.
Terdengar Bun Houw berkata,
"Nona tahan emosi mu jangan terpancing oleh ucapannya.
Serahkan dia padaku, biar aku yang mengurusnya."
Mendengar suara Bun Houw, hati gadis baju merah itu menjadi tenang..
Gadis itu menatap Bun Houw dengan mesra dan berkata,
"Budi baik In Kong (Tuan Penolong) hari ini seumur hidup aku Kwan Ce Lin tidak akan melupakan nya."
"Nona Kwan tidak perlu sungkan menjauh lah atau segera tinggalkan tempat ini, serahkan urusan di sini padaku." ucap Bun Houw yang masih menatap Ouwyang Kok dengan waspada.
Ouwyang Kok Kembali tertawa mengejek sambil berkata,
"Sudah cukup kalian ngobrol?, tuan muda mu tidak begitu banyak waktu untuk mendengarkan obrolan kalian."
"Kalau belum cukup kamu ikut saja si bebek entok ini pulang kerumahnya, lanjutkan perbincangan kalian sepuasnya."
"Asal tinggalkan angsa cantik itu untukku, kalian boleh segera gelinding dari sini." ucap Ouwyang Kok sambil tertawa mengejek.
Bun Houw yang mulai terpancing emosinya berkata,
"Jaga mulut kotor mu, atau kamu akan menyesal."
Ouwyang Kok tertawa dan berkata,
"Menyesal apa? tunjukkan kemampuan mu, siapa yang akan menyesal masih belum tahu"
Bun Houw tidak mau melayani perdebatan lebih jauh dengan Ouwyang Kok, yang jelas agak feminim ke banci-bancian sehingga sangat jago bersilat lidah.
Bun Houw jelas bukan tandingannya dalam hal ini.
Bun Houw langsung melepaskan kang Lung You Hui jurus pertama dari Hang Lung Se Pa Cang (18 Tapak Penahluk Naga).
Ouwyang Kok tidak gentar sama sekali melihat sepasang Naga Mas yang melesat kearahnya.
Dia pernah menghadapi orang yang menggunakan jurus ini.
Ouwyang Kok menyimpan kipasnya, tubuhnya mendekam dilantai keluar bunyi dari mulutnya,
"KOK...KOK...KOK...!!"
.
__ADS_1