
"Fan er stok Ling Che yang pernah kamu berikan dulu tinggal sedikit, kamu bisa membantu ayah mencarinya lagi tidak ?"
Tanya Yao Su sambil menyumpit lauk di meja buat Lu Fan menantunya.
Lu Fan menerimanya dan berkata
"Terimakasih ayah, tentu saja bisa."
"Kalau berangkat pagi ini, mungkin esok lusa sudah bisa kembali, kira-kira cukup tidak persediaan ayah sampai saya kembali.?"
.
"Tenang saja Fan er persediaan masih cukup untuk 1 bulan lagi, gunakan sekalian waktu ini untuk berekreasi bersama Lin Lin."
"Sekalian mengunjungi ayah ibu mu."
ucap Yao Su sambil tersenyum.
Lin Lin memegang tangan suaminya dan berkata,
"Aku ingin ikut ke lembah mengunjungi ayah ibu mu... sejak menikah aku tidak pernah sekalipun berbakti dan pergi menemui mereka."
Lu Fan mengangguk dan berkata,
"Boleh saja, tapi cukup temui kedua ibu ku saja, yang laki lupakan saja."
"Mahluk itu belum jinak agak cabul dan genit, sebaiknya menjauh darinya."
ucap Lu Fan sambil tertawa.
Yao Su menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Lin Lin kamu tidak boleh mendengarkan ucapan Fan er, dia tidak pernah serius."
"Fan er kamu sudah punya istri, sebentar lagi akan jadi ayah, kamu mau kelak anak mu juga bersikap seperti ini pada mu."
ucap Yao Su menegur Lu Fan.
Lu Fan mengangguk dan berkata,
"Ajaran ayah sangat tepat, Fan er akan mengingatnya dan berusaha berubah."
"Bagus anak baik ini makan lagi yang banyak, di dapur masih ada kalau kurang."
ucap Yao Su sambil menyumpitkan lauk ke mangkuk Lu Fan.
__ADS_1
Terhadap ayahnya Lu Sun, Lu Fan tidak takut dan segan, tapi terhadap Yao Su Lu Fan sangat penurut dan sungkan.
Padahal di seluruh daratan Cina semua orang pasti takut dan segan terhadap Lu Sun, sedangkan Yao Su bahkan pencuri kelas teri di Xiao Pei juga tidak takut dengan nya.
Kenapa Lu Fan bisa begitu takut dan segan dengan ayah mertuanya ini.
Ini bukan faktor Lin Lin, ini murni sepenuhnya Lu Fan sangat menyayangi dan mengagumi sosok Yao Su yang sabar dan bijaksana dalam bersikap.
Lu Fan sangat kagum Dengan kesetiaan Yao Su, yang memilih hidup sendirian, Setelah ditinggalkan mati oleh ibu Lin Lin.
Sehingga sejak bayi sampai besar Yao Su lah yang mengurus dan merawat Lin Lin sampai dewasa seorang diri.
Yao Su kemudian memberi nasehat pada Lin Lin agar menjaga sikap dan harus sopan terhadap mertuanya.
Tidak boleh melawan mertuanya, harus rajin dan penurut.
Yao Su sedikit khawatir karena Lin Lin tumbuh besar bersamanya, yang terlalu memanjakan putrinya sejak kecil.
Lin Lin mendengarkan semua nasehat ayahnya dan mengangguk tidak membantah.
Setelah menyelesaikan sarapan pagi bersama, Lu Fan dan Lin Lin pun menggunakan Jin Tou Yun berangkat menuju lembah.
Saat tiba di mulut lembah, Lu Fan melihat seorang gadis sedang berdiri bingung di depan lembah tidak tahu cara untuk masuk kedalam lembah.
Lembah memang di pasang segel formasi oleh Lu Sun, bila bukan anggota keluarga, tidak ada yang bisa masuk dan keluar dari lembah sesuka hati.
Lu Fan membawa Lin Lin mendarat di hadapan gadis itu dan bertanya,
"Eh nona bercadar kenapa kamu sampai datang kemari ?"
Lu Fan tersenyum nakal menatap gadis di depannya, Lu Fan menebak kedatangan gadis ini mungkin ada hubungannya dengan Wu Song kakak iparnya itu.
Gadis itu memberi hormat kearah Lu Fan dan berkata dengan sopan,
"Tuan muda Lu, senang bertemu dengan anda di sini, tujuan kedatangan ku kali ini adalah ingin menemui ayah tuan muda, dan meminta bantuan darinya."
Lu Fan sambil tersenyum lebar berkata,
"Ingin menemui ayah ku atau ingin menemui kakak ipar ku ? tolong jelaskan dengan jelas."
"Atau jangan-jangan ingin menuntut keadilan kepada ayah ku, karena kakak Wu Song jangan...telah melakukan hal itu padamu ?"
Ucap Lu Fan sedikit terkejut.
Gadis di depannya langsung merah wajahnya, mendengar ucapan Lu Fan yang terus terang itu.
__ADS_1
Gadis itu adalah Shi Ma Ling putri Nan Yang,
Shi Ma Ling dengan malu-malu menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Bukan-bukan hal itu Tuan muda Lu jangan salah paham, ini murni menyangkut masalah kerajaan dan rakyat banyak."
Lu Fan mengangguk dan berkata,
"Baiklah bila nona ingin bertemu dengan ayah, ayo mari ikut dengan kami, kebetulan kami juga ingin masuk kedalam menemui ayah ibu kami.."
Lu Fan kemudian membuka segel Formasi, lalu membawa Lin Lin Dan Shi Ma Ling ikut dengan nya berjalan memasuki lembah.
Sementara Lu Fan sedang memasuki lembah, di kota Xiao Pei sendiri beberapa saat setelah kepergian Lu Fan.
Terlihat sebuah rombongan besar dan panjang sedang bergerak memasuki kota Xiao Pei.
Para penjaga gerbang sangat terkejut, melihat kedatangan rombongan besar tersebut.
Dia segera mengutus salah satu pengawalnya, untuk pergi mengabari walikota Xiao Pei.
Begitu mendengar berita itu, walikota Xiao Pei langsung bergegas datang ke gerbang kota dengan tergopoh-gopoh menyambut kedatangan raja muda Shi Ma Liang yang kedatangan nya sangat mendadak.
Walikota Xiao Pei yang baru bernama Lie Kui, langsung membawa Shi Ma Liang dan beberapa pengawalnya untuk tinggal di rumahnya.
Tiba di kediaman Walikota Lie Kui yang sederhana, istri anak-anak dan dua orang pembantu.
Terlihat sibuk di dapur menyiapkan hidangan untuk menyambut tamu penting, sesuai pesan dari lie Kui terhadap istrinya.
Dalam perjamuan tersebut Shi Ma Liang baru menceritakan apa yang terjadi di kota Pu Yang sehingga dia terpaksa mengungsi ke Xiao Pei.
Walikota Lie Kui hanya terbengong pucat mendengar cerita Shi Ma Liang, dia dapat menebak bencana sebentar lagi akan mengguncang Xiao Pei.
Lie Kui segera menyuruh orang kepercayaannya pergi mengundang Lu Fan, menantu Yao Su yang sakti.
Tapi beberapa saat kemudian, pengawalnya kembali melapor bahwa Lu Fan sedang keluar kota.
Paling cepat mungkin 1 Minggu baru akan kembali ke Xiao Pei.
Mendengar hal ini, wajah Lie Kui menjadi pucat tak berdaya.
Lie Kui dan Shi Ma Liang terlibat pembicaraan serius guna menghadapi invasi dari Alung dan Zhou Xuan.
Sedangkan rombongan pasukan Macan Hitam di atur untuk menempati, kamp pelatihan Pasukan penjaga kota Xiao Pei untuk sementara waktu.
Dalam sekejap saja kota Xiao Pei yang sepi dan tenang, kini di penuhi dengan Pasukan Macan Hitam.
__ADS_1
Yang terlihat sibuk hilir mudik di kota tersebut mempersiapkan pertahanan di kota tersebut.