LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MENYERAP KHASIAT IKAN DI LEMBAH,


__ADS_3

Kakak Wu Song salah, kamu tenang saja.


Gak ada dia masih ada aku, semakin kamu bisa menggoda dan membuatnya marah.


Semakin banyak aku akan mengajarimu ilmu kesaktian.


Bun Houw terbelalak tidak percaya menatap pria muda yang bisa terbang melayang dihadapan nya.


Wu Song melihat keatas kemudian berkata, sambil pura-pura marah.


"Bocah nakal, tidak menghormati kakakmu sendiri, dan selalu menggoda dan membuatnya marah"


"Cepat turun jangan tidak sopan, nanti ku laporkan pada ibu Siau Ching baru tahu rasa."


Lu Fan langsung cepat mendarat dan berkata,


"Jangan kak Wu Song ampun, ya aku salah aku minta maaf apakah begitu sudah boleh?"


Wu Song tertawa sambil mengelus kepalanya dengan penuh kasih sayang dan berkata,


"Aku cuma bercanda adik ku, mana sampai hati aku melaporkan mu."


"Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?"


Lu Fan pun tertawa dan berkata sambil merangkul Wu Song,


"Aku tahu kakak Song adalah yang paling baik didunia ini, Kakak Song selalu sibuk melindungi ku, mana tega dia melaporkan ku."


"Kabarku sangat baik, aku sudah mewarisi semua ilmu mama Xue Yen lihat ini." ucap Lu Fan mengayunkan cakarnya kearah salah satu pohon yang berjarak 10 meter dari mereka.


Pohon itu langsung remuk menjadi tepung bagian yang terkena sinar putih cakarnya.


Pohon itu langsung tumbang menimbulkan suara hiruk pikuk.


Bun Houw kembali memandang dengan terbelalak dan matanya seperti mau copot dari sarangnya.


Otaknya langsung berpikir cepat mencari cara untuk melakukan pendekatan dan mengorek semua ilmu rahasia bocah muda yang sangat mengerikan ini.


Sekilas lihat Bun Houw tahu bocah ini sangat hormat dengan Wu Song, tapi kemampuan bocah itu jauh melampaui Wu Song.


Wu Song menepuk bahu Lu Fan dan berkata,


"Bagus kamu banyak kemajuan dibandingkan terakhir kita bertemu aku turut senang."


Ooh ya, bagaimana kabar guru dan kedua ibu guruku..?


Lu Fan memainkan matanya sambil tertawa nakal berkata,


"Ayah dan kedua ibu ku sehat, hanya seperti biasanya ada kabar apalagi selain berkasih-kasihan dengan Ibu ku."

__ADS_1


"Dan menerima hukuman dari ibu Xue Yen karena laporan kakak dulu soal biksuni cantik."


"Sambil melirik kearah Xue Yen yang tertunduk merasa tidak enak, Wu Song bertanya dengan khawatir,


"Jadi maksudmu Ibu guru Xue Yen tiap hari memarahi dan menghukum guru."


Lu Gan sambil tersenyum lucu berkata,


"Tidak juga mereka sering bermesra-mesra juga, cuma ada kalanya bila ibu Xue Yen marah dengan ayah."


"Kemudian menghukum ayah dengan berat sambil mengungkit-ungkit soal biksuni cantik."


Wu Song bernafas lega dia khawatir hubungan gurunya dan ibu Xue Yen retak gara-gara Lu Ping.


Wu Song melirik kearah ikan bakarnya dan berkata,


Ikan sudah matang ayo kita makan beramai-ramai, Ohh Ya lupa mengenalkan kalian.


Sambil menunjuk Bun Houw dan Yi Yi, Wu Song memperkenalkan nya pada Lu Fan.


"Ini saudara juga teman masa kecilku namanya Bun Houw dan yang disebelah nya Yi Yi kekasih sekaligus calon istrinya."


Kemudian Wu Song menepuk bahu Lu Fan dengan bangga berkata,


"Di seluruh lembah ini selain Dewa Sun Wu Kung dan ayahnya Lu Sun yang juga merupakan Guru ku dan ayah Ping Er."


"Kenalkan namanya adalah Lu Fan."


Bun Houw melangkah maju memberi hormat sambil berkata,


"Kenalkan namaku Bun Houw aku sangat mengagumi kesaktian mu, kedepan nya saya berharap adik Fan bisa mengajari dan memberikan petunjuk kepada ku."


Yi Yi juga melangkah maju memberi hormat dan berkata dengan suara lemah lembut,


"Adik Fan namaku Yi Yi maaf kedatangan kami merepotkan adik Fan dan keluarganya."


Lu Fan mengoyang-goyangkan tangannya dan berkata dengan ramah,


"Tidak..tidak repot sama sekali, aku malah senang mempunyai banyak teman baru."


Kemudian melirik kearah Bun Houw dengan senyum kurang enak Lu Fan berkata,


"Semua ilmu ku adalah ilmu rahasia, tanpa mendapat ijin dari pemilik ilmu aku tidak berani mengajarimu."


"Tapi aku berjanji akan mengenalkan mu, pada guru-guru ku, bila mereka setuju tentu dengan senang hati aku akan mengajarimu. ucap Lu Fan menghibur Bun Houw.


Bun Houw tersenyum ramah sambil berkata,


"Terimakasih banyak adik Fan maaf jadi merepotkan mu."

__ADS_1


Lu Fan mengoyang-goyangkan tangannya sambil berkata,


Kakak Bun Houw adalah saudara kakak Wu Song jadi jangan terlalu sungkan.


Mereka berlima makan bersama dan asyik ngobrol, Lu Ping masih kesal dia tidak mau banyak bicara.


Wu Song mengupas daging ikan dan menyuapi Lu Ping, perhatian dari Wu Song perlahan-lahan membuat Lu Ping melupakan kekesalannya.


Sehingga suasana pun menjadi cair dan tidak begitu tegang lagi seperti sebelumnya.


Bun Houw mengeluarkan sebotol arak Hang Zhou dan memberikan kepada Lu Fan untuk menyicipinya.


Awalnya Lu Fan menolak karena dia tidak terbiasa minum arak, tapi setelah dibujuk Bun Houw.


Ketika Lu Fan mencoba buka penutup guci arak, dia mencium bau wangi yang menyegarkan, sehingga dia pun tertarik untuk mencobanya karena penasaran.


Setelah minum satu teguk Lu Fan menjadi ketagihan dan ingin terus .meminum arak itu karena rasanya yang manis dan Wangi.


Tapi Wu Song melarangnya, Wu Song menjelaskan pada Lu Fan agar menikmati nya sedikit-sedikit sehari cukup satu cawan. Jangan banyak-banyak rasanya akan lebih nikmat dan nyaman di badan.


Bila minum sekaligus efeknya bisa mabuk tidak bisa mengendalikan diri, sewaktu bangun tidur nanti kepala akan terasa sangat sakit.


Jadi efek buruknya lebih banyak bila minum banyak-banyak sekaligus.


Lu Fan mengangguk dan mengikuti saran Wu Song tanpa banyak membantah.


Setelah makan dua ekor ikan Bun Houw mulai merasa tubuhnya tidak nyaman, begitu pula Yi Yi wajahnya merah dan terlihat gelisah dan kegerahan.


Wu Song membantu Bun Houw dengan memberi penjelasan cara menyerap kekuatan khasiat dari ikan yang di makannya.


Sedangkan Yi Yi diajarkan ilmu pernafasan 9 matahari oleh Lu Ping untuk menyerap khasiat ikan yang dimakan Yi Yi.


Butuh waktu setengah jam bagi Bun Houw dan Yi Yi untuk menyerap khasiat ikan tersebut.


Tapi setelah setengah jam kemudian Bun Houw dan Yi Yi membuka mata mereka.


Mereka berdua merasa tubuh mereka menjadi sangat segar dan ringan.


Wu Song menjelaskan khasiat dari ikan-ikan itu, Bun Houw mendengarnya dengan sangat antusias dan tertarik.


Setelah mendengar penjelasan Wu Song, melihat ikan bakar masih tersisa dua ekor.


Dengan bersemangat Bun Houw memakannya semua kemudian melakukan proses penyerapan seperti ajaran Wu Song tadi.


Setelah berhasil menyerap khasiat ikan, kini Bun Houw merasakan tubuhnya dibanjiri tenaga sakti.


Bun Houw mencoba memainkan beberapa jurus ajaran Wu Song, hasilnya kini sangat memuaskan.


Dia merasa setiap jurus yang dilepaskannya kini mengandung kekuatan pukulan tenaga dalam.

__ADS_1


__ADS_2