LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PUTRI SHI MA SIAN


__ADS_3

Gadis itu mengangkat kepalanya ingin menjawab,


Sebelum sempat menjawab Wu Song telah memeluknya dari menangkis beberapa senjata rahasia yang dilepaskan oleh 3 orang berpakaian hitam dari balik rerimbunan daun.


Sepertinya mereka telah lama bersembunyi di sana sebelum Wu Song datang ketempat itu.


Karena bila mereka datang setelah Wu Song berada di situ, dengan pendengaran Wu Song yang tajam,


Sedikit saja bergeser Wu Song pasti akan menyadari kehadiran mereka.


Gadis itu awalnya sangat terkejut dan marah Wu Song langsung memeluknya tanpa permisi.


Tapi saat menyadari Wu Song melakukannya demi menyelamatkan nyawanya.


Selain merasa bersyukur dan berterima kasih, dia juga merasa sangat nyaman dan bahagia, jantungnya berdetak dengan sangat cepat.


Ada rasa malu senang dan bahagia menyelimuti perasaannya yang jungkir balik di buat Wu Song yang terlihat sangat tampan dan mengagumkan.


Ketiga orang itu melihat usaha mereka telah di gagalkan oleh Wu Song, mereka segera melemparkan senjata rahasia lebih banyak kearah Wu Song kemudian berusaha kabur.


Tapi gerakan mereka terhenti, tidak bisa menggerakkan tubuh mereka, karena tertotok oleh Wu Song dari jarak jauh.


Wu Song melepaskan pelukannya dari gadis itu dan berkata,


"Maafkan kelancangan ku tadi nona.."


Wu Song langsung mendekati Ketiga orang berpakaian hitam tersebut, melepaskan penutup muka mereka dan bertanya,


"Maaf apakah tuan putri mengenal mereka bertiga."


Gadis itu maju mendekati melihat wajah ketiga orang itu, kemudian dia menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku tidak mengenal mereka."


Jawab dengan jujur, cepat dan jelas..! siapa kalian..? Siapa yang menyuruh kalian..?"


ucap Wu Song memberi perintah kepada ketiga tawanannya.


Ketiga orang itu melotot membuka mulut tapi tidak bersuara.


Wu Song pun sadar mereka bertiga masih tertotok tidak bisa bergerak dan bersuara.


Wu Song melepaskan totokan urat gagunya, tapi Ketiga orang itu bukannya memberi keterangan.


Mereka malah mengakhiri hidup mereka, dengan mengunyah pul beracun, yang di simpan di dalam mulut mereka.


Sehingga Ketiga nya langsung tewas seketika di lokasi.tersebut, sebelum sempat menjawab pertanyaan Wu Song.


Wu Song menatap gadis itu dengan tidak berdaya dan berkata,


"Maaf tidak bisa membantu mu, mencari informasi."

__ADS_1


"Kedepannya tuan putri harus lebih hati-hati, jangan pergi dari istana tanpa pengawalan.."


Gadis itu tersenyum malu dan berkata,


"Tidak apa-apa, aku yang harusnya berterima kasih."


"Bagaimana bila kamu saja yang menjadi pengawal pribadi ku, biar saya bicarakan kepada ayah dan kakak ku."


"Mereka pasti akan memberikan imbalan besar untuk mu."


ucap gadis itu sambil tersenyum.


"Maaf aku..."


sebelum Wu Song menyelesaikan kalimatnya.


Terdengar suara Shi Ma Yan dari jauh berkata,


"Tidak bisa adik Sian, mana bisa kamu meminta kakak Song menjadi pengawal mu..!"


Gadis itu terkejut mendengar suara di belakangnya, dia segera menoleh dan berkata.


"Kakak kenapa kakak bisa tiba-tiba muncul di sini ?"


Shi Ma Yan yang jenaka dan suka menggoda orang langsung berkata,


"Kenapa kamu tidak suka kakak di sini ? apa kakak menganggu suasana kalian ?"


"Kakak...!! jangan bicara sembarangan..!"


Wu Song pura-pura tidak mendengar dan melihat nya, dia tahu Shi Ma Yan ini sangat jahil tidak kalah dengan Lu Fan.


Bila di ladeni atau ditegur akan jadi lebih panjang.


Shi Ma Yan sambil tertawa berkata,


"Kenapa tidak berterus-terang saja minta kakak Song menjadi pendamping mu yang akan menjaga mu seumur hidup ? ha...ha..ha...!"


"Kakak...! kakak jelek...! Sian Sian tidak mau bicara lagi dengan kakak..!"


ucap Shi Ma Sian semakin malu wajahnya merah seperti kepiting rebus.


Dia langsung membalikkan badannya pura-pura ingin meninggalkan tempat tersebut.


Shi Ma Yan tertawanya semakin ngakak dan berkata,


"Kakak Song kamu hebat kemanapun selalu menebar pesona, adikku yang manja inipun tidak terkecuali.."


Wu Song tidak ingin Shi Ma Sian salah faham, karena ocehan Shi Ma Yan yang provokatif.


Meskipun Wu Song mengagumi kecantikan Shi Ma Sian, tapi itu hanya sebatas kagum.

__ADS_1


Tapi bila bicara soal perasaan, Wu Song tidak mungkin bisa menerima gadis lain, selain Lu Ping kakak seperguruannya itu.


"Adik Yan masih banyak urusan penting tolong serius jangan bercanda lagi, di mana jendral Kam dan Jendral Wu ?"


ucap Wu Song mengalihkan pembicaraan.


Shi Ma Yan tidak berani bercanda lagi saat mendengar Wu Song ingin membahas masalah negara sifatnya menjadi serius.


Langsung berubah 180° Shi Ma Yan menoleh kearah Kasim Wei yang menyertainya dan berkata,


"Masih tidak pergi memanggil jendral Kam dan Jendral Wu kemari,. mau tunggu apa ?"


Kasim Wei terkejut dia buru-buru mengundurkan diri sambil mengumpat kesialan nya dalam hati.


Setelah Kasim itu pergi, Shi Ma Yan baru berkata,


"Maaf kakak Song, aku terpaksa bersikap kasar terhadap orang tua itu, aku tidak menyukainya."


"Tapi juga tidak bisa sembarangan memecatnya, jadi hanya dengan cara ini memaksa tua Bangka itu mengundurkan diri."


Sebelum Wu Song menjawab Shi Ma Yan menoleh kearah adiknya dan berkata, dengan serius.


"Adik Sian kamu kembali saja ke istana mu, kakak ada pembicaraan serius dengan kakak Song."


"Kamu jangan pikir macam-macam kakak Song sudah di booking sama bibi kita, dan dapat dukungan dari kakek."


Wu Song berdehem kecil dan berkata,


"Adik Yan jangan bicara sembarangan, aku dan bibi mu Shi Ma Ling cuma teman biasa."


Wajah Shi Ma Sian yang tadinya sedikit cemberut dan kecewa mendengar kata-kata kakaknya.


Kini kembali ceria dan dengan buru-buru dia bertanya,


"Benarkah kakak Song, kamu tidak sedang menipu ku kan ?"


Wu Song tidak menyadari arah pertanyaan Shi Ma Sian dia mengangguk dengan serius.


Melihat hal ini Shi Ma Yan menepuk keningnya sendiri dan berkata dalam hati,


"Kakak Song kamu mencari penyakit sendiri, kelak jangan salahkan aku, bila timbul masalah baru."


Shi Ma Sian menatap Wu Song dengan mesra dan memberikan senyum manis sebelum melarikan diri dengan wajah merah di penuhi kebahagiaan dan hati yang berbunga-bunga.


Melihat gerak-gerik Shi Ma Sian, Wu Song baru menyadari kesalahannya barusan, penolakan nya terhadap Shi Ma Ling, malah memberikan harapan kepada gadis cantik itu.


Wu Song menatap kearah Shi Ma Yan dengan tatapan tak berdaya dan penuh permohonan.


Tapi Shi Ma Yan langsung mengangkat tangannya dan berkata,


"Aku menyerah kakak Song, kalau menyangkut urusan adik manja ku itu dan bibi ku, aku tidak berani ikut campur."

__ADS_1


Wu Song menghela nafas panjang, dia tahu dia yang menebar, dia lah yang harus selesaikan sendiri.


Tidak bisa menyalahkan Shi Ma Yan dalam hal ini.


__ADS_2