
Ouw Yang Mo masih terus meluncur tanpa henti kearah Xue Yen.
Di saat lapisan es Xue Yen tinggal satu lapis dan mulai mengalami retakan.
Xue Yen mengigit bibirnya menahan rasa nyeri di pundaknya yang terasa sangat mengganggu.
Dia mengempos seluruh semangatnya untuk mencoba menahan serangan Ouw Yang Mo.
"Plakkk...!"
Sepasang Tapak penuh hawa sakti bertemu di udara.
Wajah Xue Yen terlihat pucat, sudut bibirnya mengalirkan darah segar.
Tapi dia sudah tidak punya jalan mundur sambil mengigit bibirnya, Xue Yen dengan sekuat tenaga berusaha mendorong dan mementalkan Ouw Yang Mo.
Ouw Yang Mo tersenyum gembira melihat kondisi Xue Yen saat ini.
Sambil tersenyum gembira dia melayang kan tangannya yang lain ingin menotok dada Xue Yen yang tanpa penjagaan, karena tangannya yang lain sedang tergantung tak berdaya.
Xue Yen tentu tidak tinggal diam, dia menggunakan kakinya untuk menahan serangan tersebut.
Tapi Akibat bertumpu dengan sebelah kaki, tubuhnya terdorong mundur hingga hampir menempel tanah.
Ouw Yang Mo tersenyum gembira dan berkata,
"Menyerahlah boneka cantik, jangan melawan lagi."
"Kalau kamu bersedia ikut dengan ku, aku akan nikahkan kamu dengan keponakan ku yang tam... Arrghhh....!!"
ucapan nya belum selesai Ouw Yang Mo menjerit histeris.
Wajahnya yang tadinya penuh senyum kemenangan, kini sepasang matanya melotot alisnya yang tebal berkerut hingga menyatu.
Keringat sebesar jagung membasahi wajahnya yang pucat.
Dia mundur terhuyung-huyung kebelakang sambil menyemburkan darah dari mulutnya, kedua tangan nya dia gunakan menutupi dadanya yang berlubang dan dari sela-sela jarinya merembes keluar darah yang bercucuran yang berasal dari luka di dadanya.
Tadi dia sudah sempat menotok beberapa jalan darahnya menghentikan pendarahan, tapi kelihatannya lukanya terlalu parah.
Akhirnya tubuh tinggi besar itu terhempas ke belakang jatuh keatas tanah dengan terlentang tidak bergerak lagi.
Sebuah pedang pelangi menari-nari di Udara, bergerak sendiri membunuhi Pasukan Rajawali Merah yang berada di sekitarnya.
__ADS_1
Seorang pria tampan dengan rambut berkibar-kibar tertiup angin, dia terlihat sangat gagah dan tampan, sayang sepasang matanya terlihat tertutup rapat.
Dia berdiri di sisi seorang wanita cantik yang sedang berlutut memeluk Xue Yen sambil menangis.
"Guru...guru...guru... maafkan Yi Yi...guru... maafkan Yi Yi..!"
"Yi Yi terlambat datang...guru bangun guru...!"
"Lihatlah ini Yi Yi murid mu...ayo guru bangun.. bertahanlah...hu...hu...hu...hu..!"
Xue Yen membuka matanya perlahan-lahan dan berkata,
"Anak bodoh guru belum mati, .. kenapa kamu..menangis seperti itu."
"Di kantong ku ada pil nirwana, berikan aku dua butir..!"
ucap Xue Yen dengan lemah.
Yi Yi sangat gembira sambil tersenyum dengan airmata bercucuran, dia buru-buru mengeluarkan botol obat yang disimpan diikat pinggang gurunya.
Lalu mengeluarkan dua butir pil berwarna putih, ditangannya dan membantu memasukkan nya kemulut gurunya.
Pria yang berdiri di sampingnya mengeluarkan sebuah tempat air minum kulit dari cincinnya dan memberikan kepada Yi Yi.
"Makasih Yang Ta ke..."
Lalu Yi Yi membantu gurunya minum, untuk mendorong obat yang di mulut gurunya, agar bisa masuk kedalam perut.
"Bantu aku duduk bersila Yi Yi.."
ucap Xue Yen yang wajahnya mulai ada rona merahnya, tidak sepucat tadi lagi.
Sementara itu pria yang di panggil oleh Yi Yi sebagai Yang Ta ke, dia adalah Yang Jian Si Topeng Besi.
Tadi dia tiba lebih dahulu di banding Pasukan yang di bawanya, dia meninggalkan Pasukan nya menyusul di belakang, yang dia percayakan kepada Ayah mertua nya untuk memimpin.
Dia sendiri terbang bersama istrinya Yi Yi untuk memantau situasi didepan dari udara.
Karena matanya tidak bisa melihat, dia hanya bergerak mengikuti arahan istrinya.
Yi Yi melihat gurunya sedang terdesak hebat, dan dalam keadaan kritis.
Dia segera meminta Yang Jian untuk membantunya.
__ADS_1
Yang Jian langsung melepaskan hawa energi Pedang pelangi, yang melesat secepat kilat menembus dada dan menghancurkan jantung Ouw Yang Mo.
Tanpa Ouw Yang Mo sempat memberikan perlawanan sedikitpun. Setelah menewaskan Ouw Yang Mo.
Yang Jian membawa Yi Yi mendarat di dekat Xue Yen, lalu dengan pedang pelangi nya, dia membersihkan area disekitar mereka.
Sehingga tidak ada satupun Pasukan Rajawali Merah yang berani mendekat ke lokasi,
di mana Yang Jian berdiri gagah menjaga istri.dan guru Istrinya yang sedang terluka.
Berkat penjagaan Yang Jian, Xue Yen bisa memulihkan diri dengan tenang tanpa ada yang berani mengganggu.
Sehingga Xue Yen bisa memanfaatkan khasiat pil nirwana untuk memulihkan luka dalamnya secara maksimal.
Setelah Xue Yen pulih Yi Yi membantu gurunya menyambung kembali sambungan bahu Xue Yen yang terlepas, dengan di bantu salep penyambung urat dan otot milik Yang Jian.
Tidak sampai setengah jam kondisi bahu Xue Yen pun bisa di pulihkan Kembali.
Xue Yen memimpin Yi Yi, Yang Jian dan Pasukan Naga Hitam menembus kepungan Pasukan Rajawali Merah yang kini kehilangan pimpinan karena Yue Fei dan Sin Yi tengah sibuk menghadapi kepungan Song Chin,
Lin Cong, Yuda, paman Hao, Chin Yang, Chin Hao, dan Sui San.
Akhirnya Xue Yen berhasil bergabung kembali dengan Pasukan utama yang di bawa Lu Sun.
Melihat kedatangan Xue Yen dalam keadaan baik-baik saja, hati Lu Sun menjadi lebih tenang.
Dia bisa lebih fokus sekarang bersama Naga Hitam yang membantunya menghadapi tekanan Pasukan Rajawali Merah yang sangat banyak .
Karena kalah jumlah Lu Sun memberi perintah agar Pasukan Naga Hitam bertahan sambil mundur sedangkan barisan belakang terus merangsek menghancurkan Pasukan Yue Fei.
Lu Sun meminta Xue Yen Yang Jian Yi Yi fokus menghancurkan dan mendesak Pasukan Rajawali Merah pimpinan Yue Fei.
Berkat bantuan dari Yang Jian dengan energi Pedang pelangi nya.
Pasukan Naga Hitam bisa bergerak mundur menekan sisa kekuatan pasukan Yue Fei dengan mudah.
Sementara itu di dalam benteng Hu Lao Kuan, jendral Kam yang tadinya terdesak hebat oleh pasukan ular Ouw Yang Kok dan Pasukan Rajawali Merah yang sudah mulai merangsek masuk melalui gerbang pintu Hu Lao Kuan.
Tiba-tiba tertolong dengan kedatangan seorang bocah berusia 12 tahun memegang sepasang gada labu.
Bocah itu datang memimpin 400.000 Pasukan dari Wan, dia adalah keturunan terakhir Panglima tua He Wan, yang telah gugur dalam tugas mempertahankan Kota Wan dan Wu Kuan.
Sepasang gada bocah tersebut yang bergerak menimbulkan angin puyuh dahsyat bergulung-gulung, berhasil memukul mundur pasukan ular Ouw Yang Kok terbang berhamburan kembali kearah Pasukan Rajawali Merah yang sedang merangsek maju.
__ADS_1
Akhirnya bocah tersebut berhadapan langsung dengan Ouw Yang Kok.