
Sebenarnya bila Wu Song seorang diri dengan kemampuannya, bukan hal sulit bagi Wu Song untuk bisa terbang ke pinggir danau, tapi kini dia bersama Se Se.
Bila dipaksakan sebelum sampai di pinggir danau yang jaraknya cukup jauh dari pinggiranny.
Tubuhnya pasti akan turun menapak air sebagai pijakan, agar bisa terbang lebih jauh lagi.
Sekarang masalahnya air danau sedang tidak dalam kondisi tenang, tapi dalam posisi bergelombang hebat.
Salah perhitungan sedikit menapak tempat kosong tercebur kedalam danau, habislah mereka berdua.
Maka nya Wu Song ragu, dalam keraguan sesaat saja.
Sampan kecilnya telah tertarik masuk kedalam pusaran lenyap tertelan kedalam pusaran.
Sebenarnya apa yang terjadi, mengapa danau yang tenang bisa tiba-tiba bergolak hebat.
Bila orang berpikir secara mistik.
Ini pasti karena Wu Song dan Se Se melakukan perbuatan a nonoh disembarang tempat, sehingga menyinggung penunggu di sana.
Tapi faktanya bukan itu, faktanya adalah Lembah ini dulunya adalah sebuah kawah gunung berapi raksasa yang pada jutaan tahun yang lalu terjadi letusan hebat.
Setelah melalui proses pemulihan alam, kawah gunung berapi tersebut berubah menjadi lembah Selaksa Obat.
Dengan pusat kawah terbentuk menjadi sebuah danau.
Karena ada pergerakan magma didalam perut bumi yang bergolak dahsyat.
Maka terjadi gempa dahsyat di permukaan bumi.
Akibat dari gempa hebat di lembah Selaksa Obat, dasar danau mengalami keretakan kemudian merekah membentuk jurang yang dalam didasar danau.
Akibat gempa air danau menjadi bergolak dan membentuk gelombang besar.
Ketika dasar danau merekah akibat gempa, air danau membentuk pusaran hebat,
air danau tertarik kedalam jurang yang terbentuk di dasar danau.
Begitu gempa mereda jurang yang terbentuk menutup kembali.
Wu Song dan Se Se secara tidak sengaja tersedot kedalam perut bumi.
Untungnya mereka tidak melewati tempat jalur aliran magma diperut bumi.
Sehingga mereka selamat dan muncul di dunia lain.
Tapi karena sempat melewati wilayah hampa udara Wu Song dan Se Se pingsan dan kini terdampar di pinggir pantai disebuah pulau yang di kelilingi lautan luas tanpa batas.
Seorang kakek berjubah putih muncul di pinggir pantai saat dia merasakan pulau kosong yang sudah dia tempati selama ratusan ribu tahun kini ada tamu yang datang berkunjung.
Kakek itu melihat ada dua orang yang tergeletak pingsan dipinggir pantai, satu pria dan satunya lagi wanita.
__ADS_1
Mereka tergeletak dalam posisi tanpa busana, Si kakek mengebutkan tangannya kearah dua orang yang pingsan itu.
Seketika tubuh kedua orang itu tertutup pakaian sederhana milik si kakek.
Kakek itu dipergelangan tangannya ada sebuah gelang mirip punya Lu Sun.
Mungkin di sanalah pakaian yang dia berikan pada kedua orang itu tersimpan.
Kakek itu kemudian dengan ringan menggendong kedua tubuh itu dipundaknya.
Kakek itu tiba-tiba menghilang dan muncul lagi didepan sebuah pondok sederhana.
Kakek itu memberikan masing-masing sebutir pil kedalam mulut Wu Song dan Se Se.
Kemudian meletakkan kedua telapak tangannya 5cm diatas kepala Wu Song dan Se Se.
Dalam 5 menit Wu Song dan Se Se pun terbangun dari pingsannya mereka berdua merasa tubuh mereka berdua sangat ringan.
Mereka melihat ada seorang kakek berjanggut alis dan rambut semuanya berwarna putih.
Tapi heran nya wajah kakek itu sangat bersih tanpa kerutan seperti wajah orang berusia 20 tahunan.
Kakek itu membuka matanya dan tersenyum kearah Wu Song dan Se Se, saat tersenyum kakek tersebut terlihat sangat tampan.
Se Se sampai terbengong melihatnya, tapi sesaat kemudian dia tersadar wajahnya menjadi merah karena malu.
Kakek tersebut sambil tersenyum berkata,
Setelah itu dia pergi meninggalkan Wu Song dan Se Se di ruangan tersebut.
Se Se segera mengenakan pakaian sederhana dari kakek itu yang agak kebesaran.
Wu Song juga melakukan hal yang sama, hanya saja pakaian tersebut pas dengan tubuhnya.
Se Se melihat-lihat sekitarnya dan bertanya,
"Song ke ke, ada dimana kita? apakah kita masih hidup?"
Wu Song menggelengkan kepalanya sambil menjawab,
"Aku juga kurang tahu, tapi kelihatannya kita berdua masih hidup."
"Kita tunggu saja, nanti bisa kita tanya kan pada kakek tadi maka semua akan jelas."
Wu Song menatap Se Se sedikit cemas,
"Kamu bagaimana? apa kamu baik-baik saja?"
Se Se mengangguk dan menjawab,
"Aku baik-baik saja bahkan merasa tubuhku kini sangat sehat dan segar."
__ADS_1
Wu Song mengerutkan alisnya di dalam hati berpikir,
"Kenapa Se Se terlihat baik-baik saja, tidak ada tanda-tanda sedang terluka parah dan menjelang ajal."
"Kenapa semakin lama Se Se masih terlihat semakin sehat."
Bukannya Wu Song berharap Se Se cepat mati, tapi justru dia berharap sebaliknya.
Hanya saja bila Se Se sehat kembali tidak jadi mati, dia akan dalam masalah besar.
Di satu sisi dia tidak mencintai Se Se, bersama Se Se hanya ingin menebus rasa bersalah dan memenuhi permintaan terakhir Se Se.
Berusaha membuat nya senang sebelum dia pergi, agar bisa pergi dengan tenang.
Di sisi lain dia sekarang tidak bisa sembarangan meninggalkan Se Se begitu saja, dia punya tanggung jawab moral sebagai suami Se Se.
Karena Se Se telah menjadi istrinya dan telah menyerahkan semua kepadanya.
Tapi bagaimana dengan perasaan Lu Ping, wanita yang sangat dia cintai itu.
Dalam sehari saja dia sudah melukai perasaan Nya begitu dalam.
Apalagi bila harus selama nya ini akan sangat kejam, Wu Song merasa kepalanya seperti mau pecah bila mengingat hal ini.
Dia benar-benar tidak bisa memilih saat ini, karena apapun yang dia pilih akan menyakiti perasaan salah satu dari mereka berdua.
Wu Song memejamkan matanya kemudian menghela nafas panjang, dia merasa hati dan perasaannya terhimpit suatu beban yang sangat berat membuatnya sulit bernafas.
Se Se memegang tangan Wu Song dengan cemas bertanya,
"Song ke ke kamu kenapa? apa yang kamu rasakan?"
Wu Song membuka matanya sambil tersenyum berkata,
"Aku baik-baik saja kamu jangan khawatir, tubuh ku kini sangat sehat."
Kakek itu kembali membawa membawa buah-buahan berbentuk aneh.
Ada yang berwarna ungu mirip terong tapi bentuknya mirip sayur walu/labu Jepang.
Selain itu ada buah berbentuk apel cuma warnanya hitam ada juga yang berwarna perak dan emas.
Semacam lagi adalah buah kecil-kecil mirip lengkeng, tapi warna nya unik buah tersebut berwarna biru.
Tapi semua buah-buahan itu hanya penampilannya saja yang aneh tapi rasanya cukup enak dan bisa di makan.
Sambil makan Wu Song bertanya,
"Sebenarnya saat ini kita berada di mana,?
dan tuan penolong ini siapa?"
__ADS_1