LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MEMBUKA INDENTITAS,


__ADS_3

Lin Lin langsung berjalan keluar toko sambil berkata,


"Ayah aku keluar sebentar."


Yao Su langsung mengangkat kepalanya dan bertanya


"Mau kemana..?"


"Kedai didepan.." jawab Lin Lin sambil terus berjalan kedepan tanpa menoleh.


"Jangan lama-lama, hati-hati .!"


Lin Lin tidak menjawab hanya mengangguk dan terus berjalan meninggalkan toko.


Yao Su kembali menunduk memilih daun daun obat sambil menggelengkan kepalanya.


Lin Lin sampai di kedai, kedai terlihat sepi hanya ada seorang pemuda yang sedang minum arak dengan kepala tertunduk.


Lin Lin tidak terlalu memperhatikannya, hanya melirik sekilas saja.


Kemudian melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kedai.


Didalam kedai Lin Lin melihat pelayan yang selalu datang tiap pagi, mengantar sarapan ke tokonya sedang menyusun guci arak.


Lin Lin langsung berjalan mendekatinya dan menepuk bahunya.


Pelayan tersebut terkejut dan segera menoleh, begitu melihat yang menepuk bahunya adalah Lin Lin pelayan tersebut langsung tersenyum.


Pelayan tersebut kemudian membalikkan badannya kearah Lin Lin, menatap Lin Lin sambil tersenyum hormat.


Tapi begitu melihat Lin Lin membawa bungkusan sarapan yang dia antar tadi pagi alisnya langsung berkerut.


Pasti ada yang tidak beres pikir pelayan tersebut didalam hati.


Pelayan tersebut sambil membungkuk hormat langsung bertanya dengan sopan,


"Ada apa nona Lin Lin sampai kesini mencari ku? ada yang bisa saya bantu?"


Lin Lin tanpa basa-basi langsung mengangkat bungkusan di tangannya sambil berkata,


"Kembalikan barang ini pada tuan mu Si Men Cing, bilang padanya kedepan tidak perlu mengirim sarapan lagi ke toko ku."


Lu Fan langsung mengangkat kepalanya begitu mendengar suara tersebut.


Kebetulan Lin Lin sedang menghadap kearahnya, sehingga pandangan mereka bertemu


Lu Fan langsung menundukkan kepalanya dan dapat menebak apa yang terjadi.


"Nona Lin Lin apakah ada yang salah dengan makanannya, ? kalau ada yang salah biar saya menggantinya." ucap pelayan kedai sopan.


"Tidak ada, makanannya tidak salah yang salah alamatnya.' ucap Lin Lin singkat sambil mengembalikan sarapan tersebut kepada pelayan kedai.


Pelayan kedai melirik kearah Lu Fan sejenak, kemudian dia menerimanya kembali.


Lu Fan sedikit menyesal sekarang, menyesali kecerobohan nya.


Seperti biasanya dia tetap menyuruh pelayan kedai mengantar sarapan ke toko Yao Su.

__ADS_1


Tapi dia lupa makanan yang diantar itu masih menggunakan nama Si Men Cing.


Setelah kejadian semalam bagaimana mungkin Lin Lin akan menerima makanan yang dia kirim atas nama Si Men Cing.


Kini orang nya ada di sini, kelihatannya semua akan berakhir hari ini.


Berpikir demikian Lu Fan tidak terlalu perduli lagi, dia mengangkat kepalanya sambil termenung memandang orang yang lalu lalang.


Sambil menghela nafas, lalu dia mengambil guci arak di depannya dan minum dari sana.


Lin Lin kemudian membalikkan badannya ingin keluar dari kedai, tapi tiba-tiba dia menghentikan langkahnya ketika mendengar pelayan kedai berkata,


"Tuan Si Men maaf makanan ini nona Lin Lin tidak bersedia menerimanya."


Lu Fan tidak membantah lagi dia menjawab,


dengan suara pasrah


"taruh saja..."


Lin Lin mendengar suara mengandung kesedihan dan kepasrahan ini sangat mirip dengan suara pria bertopeng.


Tanpa sadar Lin Lin menoleh menatap kearah pria yang sering membuat nya jengkel itu.


Dalam hati Lin Lin berpikir mungkinkah dia orangnya.


Mungkinkah si pria bertopeng adalah pria menyebalkan di hadapan nya ini.


Dengan hati ragu dan penasaran Lin Lin berjalan kearah meja Lu Fan.


Kemudian dia duduk dihadapan Lu Fan, mengamati Lu Fan yang sedang menatap kearah jalan.


"Jadi selama ini sarapan pagi ini kamu yang mengirimkan nya?"


Lu Fan masih tetap melihat kearah jalan tapi dia mengangguk.


"Seingatku ketika kamu datang ke tokoku nama Mu bukan Si Men Cing melainkan siapa itu aku lupa Lu apa..." tanya Lin Lin sambil mengetuk-ngetuk kepalanya dengan jarinya.


mencoba untuk mengingatnya.


Lu Fan perlahan-lahan menoleh menatap


Lin Lin kemudian berkata,


"Benar nama ku Lu Fan, sarapan ini juga aku yang mengirimkan nya selama ini."


"Lalu kenapa kamu harus menyuruh pelayan kedai, mengatakan makanan ini dari Si Men Cing.?" tanya Lin Lin heran.


Lu Fan tersenyum pahit kemudian menghela nafas sebelum menjawab,


"Bila aku memberitahukan pada mu, sarapan ini dari diriku Lu Fan, apakah kamu masih bersedia menerima dan memakannya."


Lin Lin sekarang mengerti kenapa Lu Fan menggunakan nama Si Men Cing.


Karena Lu Fan tahu bila dia mengatakan dengan jujur Lin Lin pasti tidak akan menerimanya.


Tapi Lin Lin penasaran dan ingin tahu mengapa Lu Fan bersedia memberikan keuntungan ini kepada Si Men Cing.

__ADS_1


Lin Lin dengan penasaran bertanya,


"Tapi kenapa kamu bersedia memberikan keuntungan ini kepada Si Men Cing ?"


Lu Fan sambil tersenyum pahit berkata,


"Siapa suruh aku tidak seberuntung dia, bisa mendapatkan perhatian dan pandangan positif dari mu."


"Aku berpikir sudahlah berikan saja pada pria beruntung itu yang penting kamu senang, dan bersedia makan sarapan itu."


"Dengan begitu hatiku akan sedikit terhibur, siapa sangka pria bodoh tidak tahu di untung itu malah merusak semua nya." ucap Lu Fan menutup penjelasannya sambil tersenyum pahit.


Lin Lin bisa memperhatikan lebih dekat saat duduk di hadapan Lu Fan.


Lin Lin melihat dagu dan tahi lalat dibawah dagu Lu Fan sama persis dengan pria bertopeng itu.


Hati Lin Lin semakin yakin Lu Fan lah pria bertopeng itu.


Lin Lin menatap Lu Fan lekat-lekat kemudian bertanya,


"Jadi pria bertopeng itu..."


Lu Fan ingin mengakhiri semuanya hari ini,


Lu Fan menghela nafas panjang,


kemudian mengeluarkan sebuah topeng dari saku bajunya menaruh topeng tersebut diatas meja.


Setelah itu dia mengambil guci arak diatas meja dengan wajah tersenyum sedih berkata,


"Maaf mengecewakan mu."


"Jaga dirimu baik-baik selamat tinggal."


Lu Fan berjalan menuju pintu kedai dan berkata dalam hati lepaskan lah, cinta bukan kehendak satu pihak saja.


Bila dipaksakan hanya akan membuat nya semakin membenci dan meremehkan mu saja.


Sambil menghela nafas panjang dan meneguk arak dari guci Lu Fan berjalan meninggalkan kedai.


Sesaat Lin Lin dibuat terpana melihat topeng di atas meja itu, tidak tahu mau berkata maupun berbuat apa.


Ketika tersadar Lu Fan sudah tidak terlihat lagi di dalam kedai


Lin Lin terburu-buru berlari kedepan kedai tapi dia tetap tidak melihat Lu Fan di jalan.


Lin Lin bingung mau mengambil jalan ke kanan atau ke kiri.


Akhirnya Lin Lin mengambil jalan sebelah kanan berlari mengejar Lu Fan.


Lin Lin salah arah Lu Fan tidak mengambil jalan sebelah kanan, Lu Fan justru dalam keadaan melamun berjalan kesebelah kiri menuju toko obat Yao Su.


Lu Fan berhenti sejenak di depan toko obat mengeluarkan sebuah kantung berisi jamur Ling Zhi darah berusia ratusan tahun yang dia petik di hutan siluman di Lembah Alam Penebus Dosa Dewa Buangan.


Lu Fan melemparnya kedalam toko sambil berkata,


"Paman Yao jaga diri baik-baik, aku pergi."

__ADS_1


"Sampai jumpa."


Lu Fan langsung meninggalkan tempat tersebut menggunakan Jin Tou Yun.


__ADS_2