LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PERTEMUAN RAJA BESERTA KELUARGA NYA DENGAN WU SONG,


__ADS_3

"Aduh..aduh..!" jerit Wu Song kesakitan.


"Jangan pura-pura kamu waktu tidak bisa silat di cambuk di pukuli oleh pasukan Shi Ma Ong kamu juga tidak bergeming."


"Apalagi sekarang sudah memiliki kesaktian yang mungkin sudah melampaui ayah dan Lu Fan."


"Jeweran ringan dari ibu hamil ini , mana ada artinya bagi mu ?"


Wu Song sebentar mengangguk sebentar menggelengkan kepalanya hanya bisa diam sambil terus mengelus telinga nya yang merah.


Melihat tingkah Wu Song Lu Ping kembali tertawa, tapi sesaat kemudian dia berkata dengan serius,


"Sayang kamu tidak boleh punya pemikiran bodoh seperti ayah ku, aku akan benar-benar marah dan benci padamu bila kamu meniru perbuatan konyol ayah."


Wu Song hanya menjawab dengan memanggil lalu bertanya,


"Lalu selanjutnya aku harus bagaimana ?"


Lu Ping menatap Wu Song lalu menarik tangannya untuk duduk dan berkata,


"Kamu harus membantu masalah di sini sampai beres baru boleh pergi dari sini."


"Selain itu kamu harus mengajak Utari berbicara langsung dengan tegas menyampaikan perasaan mu."


"Lebih baik dia menderita sesaat dan mungkin membencimu saat itu, daripada dia harus menderita berkepanjangan."


"Suatu hari saat dia sadar dia akan sangat berterimakasih kepada mu."


"Bagaimana bila dia tidak membenci ku, tidak bisa melupakan ku dan tidak akan sadar-sadar dan memutuskan akan menunggu cinta ku seumur hidup.


ucap Wu Song ragu.


Lu Ping menghela nafas panjang sebelum berucap,


"Hal itu yang ku takutkan, mudah-mudahan dia tidak keras kepala seperti Se Se, bila tidak."


"Kamulah pria pendosa yang bukan hanya perusak ke bahagian nya, tapi juga merusak masa depannya."


ucap Lu Ping tidak berdaya.

__ADS_1


"Pei...Pei...Pei...!" Wu Song meludah tiga kali dan berkata sudah-sudah mudah-mudahan jauh-jauh dari hal seperti itu.


Tak terasa sudah Wu Song sudah tinggal 3 Minggu di istana, dan sejak Lu Ping datang.


Utari bagai hilang di telan bumi, Wu Song tidak pernah lagi bertemu dengan nya.


Seakan-akan Utari menghindari mereka berdua, Wu Song beberapa kali sempat mencoba pergi mencarinya.


Tapi Utari melalui dayangnya memberitahu Wu Song bahwa Utari tidak bersedia menemuinya.


Wu Song tentu saja tahu Utari ada didekat sana dan diam-diam memperhatikan nya dari jauh.


Tapi Wu Song tak bisa memaksa bila Utari sendiri tidak ingin bertemu dengan nya, dengan tidak berdaya Wu Song berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut.


Sementara Utari yang kini terlihat sangat kurus dan pucat berdiri bersandar di balik pintu dengan wajah penuh airmata bergumam,


"Hanya Dewa Siwa lah yang tahu betapa aku sangat merindukanmu kakak Song bahkan sedetikpun aku tidak pernah berhenti memikirkan mu."


"Aku tidak mau menemui mu, bukan karena benci dan marah padamu kakak Song."


"Aku hanya tidak mau dan takut menerima kenyataan bahwa kamu menolak perasaan ku."


"Tahukah kamu betapa takutnya aku bila harus mendengar kenyataan sejak dari awal sampai kini kamu memang tidak pernah punya perasaan apapun terhadap ku."


Setiap kalimat yang keluar dari mulut yang indah itu pasti disertai dengan tetesan air mata yang mengalir di sepasang pipinya yang cekung dan kurus.


Keadaan Utari ini bukannya tidak di ketahui oleh ayah ibu dan kakaknya.


Tapi mereka semua tidak berdaya membujuknya, beberapa kali Utara menemui Wu Song memintanya membujuk Utari.


Tapi semua sia-sia Utari bahkan tidak bersedia menemui Wu Song bagaimana cara Wu Song mau membujuknya.


Ibu Utari yang paling khawatir dia khawatir Utari tidak kuat bertahan bila terus bertahan kurang makan minum dan tidur.


Setiap hari hanya menghabiskan waktu nya dengan melamun dan menangis.


Raja Wirata dan Pangeran Utara sendiri juga tidak mudah sudah tiga Minggu mereka menunggu tapi laporan yang masuk selalu nihil.


Tidak ada yang berhasil menemukan ke 5 putra raja pandu tersebut.

__ADS_1


Ayah anak itu sangat cemas bila sampai Raja Angga kehilangan kesabarannya dan bergerak, tentu seluruh rakyat kerajaan Wirata lah yang akan menanggung akibat nya.


Ditambah masalah Utari mereka menjadi semakin pusing.


Pagi ini Wu Song yang sedang duduk bermeditasi di taman, di datangi oleh Raja Wirata dan istrinya dibelakang mereka juga ikut Utara.


Wu Song sangat terkejut saat menyadari 3 orang yang ada di hadapannya.


Wu Song segera mempersilahkan mereka bertiga untuk duduk Kemudian menatap mereka bertiga dengan serius dan bertanya,


"Ada masalah apa sampai yang mulia Raja dan Ratu datang kemari menemuiku, kenapa tidak memanggilku untuk menghadap bila ada keperluan.?"


Wu Song sedikit merasa tidak enak sudah numpang makan tidur gratis ditambah lagi masalahnya dengan Utari, kini malah membuat Raja dan Ratu datang menemuinya.


Raja Wirata menghela nafas panjang dan berkata,


"Kedatangan ku kali ini adalah ingin menyampaikan berbagai wilayah ku semua sudah memberikan laporan, tidak ada yang berhasil menemukan ke 5 pangeran Putra raja pandu di semua wilayah kita."


"Ini bagaimana baiknya nak Wu Song ?" tanya raja Wirata menatap kearah Wu Song dengan cemas.


Wu Song tersenyum tenang, untuk menenangkan raja Wirata dan berkata,


"Yang mulia jangan khawatir aku punya cara untuk menemukan mereka, dan bila tidak berhasil, aku akan meminta ijin kepada anda agar memberikan kebebasan Raja Angga dan Pasukan nya untuk secara bebas mencari di semua wilayah kita termasuk di sini."


"Tapi bila hal ini yang mulia tidak bisa meluluskan nya, aku terpaksa pergi mencarinya sendirian dan akan memancingnya menjauhi tempat ini baru menghabisi nya."


"Bila aku tidak bisa kembali tolong rawat dan jaga anak istriku seperti anda menjaga anak mu sendiri." jawab Wu Song sambil tersenyum tenang.


Raja Wirata dan Pangeran Utara langsung bereaksi dan berkata,


"Mana boleh seperti itu, kami mana boleh membiarkan Anda berkorban nyawa untuk kerajaan ini."


"Sesuai dengan usul mu saja, kita akan mengijinkan mereka bergerak bebas mencari tapi dengan catatan mereka tidak boleh merusak dan menyakiti rakyat kerajaan ini."


"Bagaimana...?"


"Yang mulia sungguh bijaksana, dan sangat memikirkan keselamatan rakyat anda, aku sangat salut dengan kebijaksanaan yang mulia.'


"Tentu aku juga tidak akan tinggal diam, bila mereka berani berbuat semena-mena, aku lah orang pertama menumpasnya."

__ADS_1


"Tapi kurasa Raja Angga bukan lah orang seperti itu, aku percaya dengannya, dia dan raja Chedi meski bersekutu tapi mereka memiliki sifat yang berbeda."


"Kalau begitu kami hanya bisa mengucapkan terimakasih kepada anda Nak Wu Song." ucap Raja Wirata sambil berdiri membungkuk memberi hormat.


__ADS_2