
Yi Yi juga teringat bagaimana kecewanya ekspresi teman masa kecilnya itu ketika mereka dewasa.
Yi Yi mengatakan bahwa dia tidak memiliki perasaan apapun terhadap teman masa kecilnya itu, selain perasaan seorang adik terhadap kakak saja.
Kemudian Yi Yi memilih Bun Houw yang pandai bicara dan pandai menghibur hatinya dengan kata-kata yang indah-indah.
Sejak saat itu teman masa kecilnya, perlahan-lahan mundur menjauhi dirinya dan Bun Houw.
Yi Yi akhirnya bergumam,
"Yang Ta ke... ternyata selama ini kamu adalah Yang Ta Ke.."
"Maafkan aku Yang Ta Ke.."
Yi Yi menangis bercucuran air mata merasa sangat bersalah dengan teman masa kecilnya, yang juga merupakan calon tunangan yang dia tinggalkan dulu.
Si Topeng Besi Yang Jian kini menatap tajam kearah Shi Ma Ong dan berkata,
"Aku sudah penuhi permintaan mu, sekarang lepaskan mereka pergi dari sini."
Shi Ma Ong mengangkat tangannya dan berkata,
"Tidak semudah itu, aku masih belum selesai."
"Kamu mau ingkar janji..?"
tanya Yang Jian geram.
Shi Ma Ong tertawa dan berkata,
"Aku tidak ingkar janji, aku pasti akan mempertimbangkan melepaskan mereka berdua."
"Hanya saja syarat ku belum selesai."
Dengan geram Yang Jian segera berkata,
"Cepat katakan semua syarat mu, ada kata cepat ucapkan ada kentut cepat keluarkan."
Shi Ma Ong sambil tersenyum dingin berkata,
"Aku tidak menyukai tatapan mata mu itu, kamu congkel keluar biji mata mu dan berikan pada ku."
"Selanjutnya kamu harus menerima tiga pukulan dari ku, tidak boleh melawan dan menghindar."
"Setelah itu aku pasti akan mempertimbangkan membebaskan mereka pergi dari sini.."
Yi Yi yang mendengar permintaan Shi Ma Ong dengan panik berteriak,
__ADS_1
"Yang Ta Ke cepat pergi dari sini..! jangan bodoh dan jangan mempercayai nya..!"
"Cepat pergi dari sini..!". aku mohon...!"
teriak Yi Yi sambil menangis.
Yang Jian tersenyum dingin menatap Shi Ma Ong dan berkata,
"Sudah cukup..ada lagi cepat katakan semua agar anda tidak menyesal."
Shi Ma Ong sambil tertawa mengejek dan berkata,
"Sudah cukup, silahkan di mulai."
Si Topeng Besi kini menatap ke Bun Houw dan berkata,
"Aku tidak mempercayainya, kamu bersumpah lah, bila dia tidak memenuhi janjinya kamu harus membunuhnya."
Bun Houw yang masih terbakar api cemburu, semakin cemburu, dia pun dengan tegas memenuhi permintaan Yang Jian.
Setelah mendengar sumpah dari Bun Houw, Yang Jian menoleh kearah Yi Yi menatapnya dengan lembut, sambil tersenyum.
Yang Jian terus menatap Yi Yi seolah-olah ingin mengukir wajah Yi Yi sebagai kenangan terakhirnya.
Yi Yi terus berteriak memohon dia tidak melakukan permintaan Shi Ma Ong.
Tapi Yang Jian hanya terus menatapnya, seolah-olah tidak mendengar ucapan dan permintaan nya sama sekali.
Yi Yi terlihat berlutut menghadap Bun Houw dan menatapnya dengan penuh permohonan dia berkata,
"Bun Houw ke ke aku tidak pernah memohon apapun dari mu, selama ini."
"Hari ini aku mohon padamu, ampunilah dia, dia tidak bersalah sama sekali."
Bun Houw memandang Yi Yi sejenak, kemudian dia membuang muka, tanpa berkata apa-apa.
Melihat reaksi Bun Houw Yi Yi terduduk lemas, kini dia baru terbuka matanya, ternyata harapan dan bayangan nya terhadap Bun Houw hanya impian semu.
Yi Yi kini berbalik melihat kearah Yang Jian dengan cucuran air mata, dia sangat merasa bersalah dan berdosa kepada Yang Jian yang dengan setulus hati mencintainya.
Kini dia baru menyadari kebodohannya selama ini, cinta bukan hanya sekedar ucapan manis di bibir saja.
Tapi cinta yang ditunjukkan lewat sikap dan perbuatan inilah yang bisa di sebut cinta sebenarnya.
Yi Yi tidak kuat melihat apa yang akan di lakukan Yang Jian untuknya, dia hanya bisa menutup matanya dan merangkul Thian San kedalam pelukannya dan berkata,
"San er kamu harus ingat baik-baik peristiwa hari ini.."
__ADS_1
"Ibu..kakak tampan dia.. hu..hu..hu..ibu..!"
ucap Thian San sambil menangis, anak itu sangat kecewa terhadap ayah kandung nya.
Sebaliknya dia sangat kagum dengan kakak tampan yang begitu menyayangi dia dan ibunya, sehingga rela berkorban demi menyelamatkan dia dan ibunya.
Setelah puas memandang Yi Yi, Yang Jian menggunakan jari tangan nya sendiri mengorek keluar kedua bola matanya sendiri lalu melemparkannya kedepan Shi Ma Ong.
Seluruh tubuhnya bergetar hebat menahan rasa sakit yang sangat luar biasa, tapi dengan sekuat tenaga dia mengigit bibirnya agak tidak berteriak membuat Yi Yi dan Thian San semakin sedih.
Darah bercucuran dari lubang matanya yang kini kosong.
Perlahan-lahan Yang Jian menegakkan tubuhnya dan berkata,
"Tunggu apa lagi cepat selesaikan..!"
Shi Ma Ong dengan senyum penuh kekejian menginjak bola mata di hadapannya hingga hancur.
Lalu dia melesat dengan kecepatan tinggi memberikan 3 kali pukulan secara berturut-turut kearah dada Yang Jian.
Pukulan pertama nya membuat Yang Jian terdorong mundur puluhan meter kebelakang sambil menyemburkan darah segar dari mulutnya.
Pukulan keduanya membuat Yang Jian jatuh berlutut dengan kaki sebelah, dan terus memuntahkan darah.
Pukulan ketiga yang merupakan pukulan terakhirnya membuat Yang Jian jatuh terlentang tidak bisa bangun lagi.
Seluruh pakaian atasnya hancur tak bersisa.
Dari kelima panca Indra nya terlihat terus mengucurkan darah, nafasnya tinggal satu satu.
Yi Yi yang mendengar suara benturan pukulan yang sangat keras dan suara batuk-batuk Yang Jian.
Dia segera membuka matanya, yang dia lihat kini adalah Yang Jian terbaring terlentang di atas tanah dengan nafas satu satu dengan seluruh pakaian atasnya yang hancur berantakan.
Yi Yi langsung menjerit histeris,
"Yang Ta Ke...!!"
"Ahh tidak Yang Ta ke jangan tinggalkan Yi Yi..hu..hu..hu.. Yang Ta ke..!"
Shi Ma Ong tertawa gembira karena berhasil menjatuhkan musuh berat yang menjadi batu sandungan nya, untuk menjadi penguasa.
Sambil tertawa senang dia memberi kode agar Yi Dao menghabisi Yi Yi dan Thian San.
Sedangkan dia sendiri menerjang Kearah Yang Jian untuk memberikan pukulan terakhir mengirim Yang Jian ke akherat.
Tapi saat cakar Shi Ma Ong hampir menyentuh kepala Yang Jian, sebuah kebutan berbulu halus melingkari pergelangan Shi Ma Ong lalu menyentaknya hingga terpental berguling-guling diatas tanah.
__ADS_1
Aura halus yang di pancarkan dari tubuhnya, membuat Sebagian besar Pasukan Rajawali Merah jatuh tertidur, sedangkan sisa nya terduduk lemas tidak bisa bergerak.
Koai Lau Jen Bun Houw Yue Fei dan Yi Yi juga merasa tubuh mereka tidak bisa di gerakkan sama sekali.