
Ching Kuai yang berotak mesum, mengerti maksud rencana Wu Song, supaya makin seru sebelum ke 4 orang itu datang.
Selain menyiapkan makanan, dia juga sekalian menambahkan hal itu, semua untuk memberikan balasan ke Permaisuri.
Sebagai Kasim yang berjiwa rendah dan pendendam, bila menyinggungnya, dan dia mendapatkan kesempatan dia pasti akan memberikan balasan setimpal.
Ketika menjelang pagi, di kamar selir Mimi, Selir Mimi sudah bangun lebih dulu mandi dan berpakaian rapi.
"Yang Mulia...Yang Mulia ...bangun..anda harus bersiap-siap menghadiri..sidang pagi...ayo bangun Yang Mulia.. tidak baik kalau sampai terlambat.."
ucap selir Mimi, sambil mengguncang lengan Raja Sanggha dengan lembut.
Raja Sanggha akhirnya membuka matanya dan berkata,
"Masih pagi..masih ada waktu..lebih baik kamu temani aku tidur lagi sayang.."
Raja Sanggha menarik tangan Selir Mimi ingin memeluknya.
Tapi selir Mimi dengan sigap berkata,
"Yang Mulia jangan sekarang..nanti bisa terlambat..nanti saja selesai sidang..ok..?"
Mendengar janji selir Mimi, Raja' Sanggha langsung bangun dari tidurnya dan berkata,
"Kamu serius sayang ku..?"
Selir Mimi tersenyum manis dan mengangguk malu-malu.
Raja Sanggha langsung tertawa senang dan berkata,
"Baiklah kalau begitu saya akan bersiap-siap, agar sidang pagi di percepat, sehingga bisa lebih cepat kembali kesini."
Selir Mimi hanya tersenyum dengan wajah merah yang membuat nya terlihat lebih cantik dan menggoda.
"Yang Mulia saya ada permintaan kecil, tapi tidak tahu yang mulia bisa tidak memenuhinya..?"
ucap Selir Mimi sedikit menunduk sambil melirik Raja Sanggha dengan takut-takut.
"Apa itu coba jelaskan pada ku..?"
ucap Raja Sanggha sambil tersenyum, selirnya yang satu ini sangat unik.
Selama menjadi istrinya, selain bersikap dingin dia juga tidak pernah meminta apapun darinya.
Semalam tiba-tiba dia bersikap hangat dan kini ingin meminta sesuatu darinya, ini adalah suatu keajaiban bagi raja Sanggha.
Hatinya sangat gembira, tapi juga cemas tidak tahu apa yang akan di minta oleh selirnya ini.
"Begini Baginda saya sangat merasa bersalah telah membuat repot Permaisuri semalam, saya sangat berterimakasih padanya."
"Bila Permaisuri tidak mengajak Baginda datang tepat waktu, mungkin saat ini saya tidak bisa berbicara dan bersama Baginda lagi."
"Sudahlah abaikan saja, dia tidak sebaik yang kamu kira lebih baik lupakan dan jauhi dia."
ucap Raja Sanggha kurang senang, karena teringat tingkah laku Permaisuri nya.
__ADS_1
Dia hampir saja salah paham dengan selir Mimi yang cantik baik dan berhati lembut ini, akibat hasutan Permaisuri yang berjiwa sempit penuh iri dan dengki.
"Tuh kan, ucapan ku belum selesai Yang Mulia sudah memotongnya."
"Ya sudah lupakan saja, aku tidak akan meminta apa-apa lagi."
ucap selir Mimi kurang senang dan sedikit merajuk.
Raja Sanggha terkejut melihat perubahan sikap Mimi barusan.
Dia buru-buru berkata,
"Baiklah, maaf-maaf aku tidak sabaran."
"Kamu lanjutkan lagi, tolong jangan ngambek dulu, ceritakan apa keinginan mu,.aku pasti akan mewujudkannya."
ucap Raja Sanggha berdiri dan duduk didekat Mimi.
Sambil menghela nafas panjang, Mimi melanjutkan berkata,
"Yang mulia bisakah sebelum sidang, yang mulia menemani ku menjenguk Permaisuri."
"Aku ingin minta maaf, aku ingin mengucapkan terimakasih kepada nya."
"Ini semua agar tidak ada salah paham dan hubungan kurang nyaman diistana belakang sini."
"Yang Mulia mengerti kan maksud ku."
Raja Sanggha menghela nafas panjang dan berkata,
"Sekarang aku bersiap-siap dulu.."
ucap Raja Sanggha langsung berjalan ke kamar mandi.
Selir Mimi sudah menyuruh Pelayan menyiapkan segala kebutuhan Raja Sanggha untuk mandi dan sarapan.
Selesai sarapan bersama mereka berdua pun bergerak menuju istana kediaman Permaisuri.
Ketika Raja Sanggha dan Selir Mimi tiba, para pelayan sangat terkejut.
Tapi mereka juga tidak berani pergi menemui Permaisuri dan melaporkan kedatangan raja Sanggha.
Mereka teringat peringatan dan Kasim Ching Kuai..
"Mana Permaisuri, cepat panggil dia kemari, katakan aku ada urusan penting dengan nya."
ucap Raja Sanggha kepada para pelayan yang sedang berlutut dengan kepala tertunduk.
"Maaf Yang Mulia kami..kami tidak berani.."
"Permaisuri berpesan siapapun yang datang kami tidak boleh pergi mengganggunya.
"Apa dia berani seperti itu...?! sungguh kelewatan..!"
ucap raja Sanggha marah.
__ADS_1
Kemudian dia langsung berjalan kearah kamar Permaisuri nya.
Begitu tiba didepan kamar Permaisuri, dia langsung mendorong pintu dengan keras hingga terbuka.
Alangkah terkejutnya Raja Sanggha saat masuk kedalam kamar melihat bekas pesta makan minum disana.
Yang membuatnya lebih terkejut adalah pakaian yang berserakan di lantai sekali lihat dia langsung mengenali itu seragam 4 pengawal pribadinya.
Dengan hati-hati raja Sanggha menyingkap korden tempat tidur Permaisuri.
Sepasang mata raja Sanggha terbelalak lebar melihat pemandangan memalukan di depan matanya.
Dia segera menutup kembali korden tersebut dengan wajah merah penuh emosi lalu raja Sanggha keluar dari kamar tersebut.
Raja Sanggha memerintahkan komandan pasukan pengawal istana memanggil seluruh pasukan mengepung tempat tersebut karena dia sadar betapa tingginya ilmu keempat orang itu.
Mumpung mereka sedang mabuk tidak sadarkan diri ini kesempatan baik untuk menumpas ke 5 orang tidak tahu malu itu.
Selir Mimi yang melihat ekspresi Raja Sanggha , pura-pura bertanya dengan polos.
"Baginda apa yang terjadi kenapa anda terlihat begitu marah..?"
Raja Sanggha menghela nafas mencoba menenangkan diri dan berkata,
"Sebaiknya kita segera tinggalkan tempat tidak aman ini, aku akan jelaskan sambil jalan."
Selir Mimi mengangguk patuh, dan berjalan mengiringi Raja'Sanggha.
Setelah masuk kedalam kereta tersisa mereka berdua, raja Sanggha dengan wajah kecewa menahan kemarahannya berkata,
"Permaisuri sudah melakukan tindakan memalukan dengan ke 4 pengawal pribadi ku."
"Mereka berjina di belakang ku, bila hari ini kamu tidak mengajak ku pergi menemuinya, aku masih tidak tahu mau ditipu oleh mereka sampai kapan."
"Bisa jadi aku akan mati ditangan mereka tanpa ku ketahui sebabnya.."
ucap Raja Sanggha berapi-api melepaskan emosinya.
Selir Mimi pura-pura terbelalak sambil menutupi mulutnya yang terbuka lebar menatap Raja Sanggha dengan tatapan tidak percaya dan kasihan kepadanya.
Sesaat kemudian dia pun berkata,
"Baginda hal ini harus diperiksa dengan baik jangan sampai salah tuduh."
"Bisa saja Permaisuri adalah korban dari mereka berempat.."
"Raja Sanggha menghela nafas panjang dan berkata,
"Korban apa ? hati mu terlalu baik, kamu tidak tahu busuknya hati manusia."
"Pertama hal ini terjadi di kamarnya,, kedua sisa pesta makan minum masih berserakan di sana, Ketiga dia melarang pelayan dan siapapun mendekati kamarnya.."
"Tapi Uang mulia kasihan putra mahkota, kalau ibunya terjadi sesuatu."
ucap selir Mimi hati-hati.
__ADS_1