LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MEMASUKI KOTA LUO YANG


__ADS_3

Shi Ma Ong tersenyum pahit dan berkata,


"Hidup ini singkat, bila bisa di kenang oleh bawahan kita sebagai atasan yang baik kenapa tidak."


Bun Houw sudah tidak tahan mendengar semua percakapan ini, hatinya terenyuh.


Bila dia mundur saat ini, dia adalah pendosa yang mendorong sahabat yang sudah menganggap nya sebagai saudara menuju jalan buntu.


Yang Bun Houw tidak tahu adalah pembicaraan ini sudah dirancang oleh Shi Ma Ong, untuk mengikat dirinya.


Shi Ma Ong yang kini juga merupakan seorang sakti yang jarang ada tandingannya, ditambah Koai Lau Jen.


Mana mungkin mereka tidak menyadari kehadiran Bun Houw.


Semua ini hanya sandiwara yang sudah mereka siapkan buat Bun Houw.


Mereka sangat membutuhkan bantuan Bun Houw mana mungkin mereka melepaskan nya semudah itu.


Bun Houw yang terlalu terbawa suasana dan perasaan jadi berkurang kewaspadaan dan ke hati-hatiannya dalam mengambil keputusan.


Bun Houw melepaskan tangan Xuang Er dia langsung muncul dan berlutut di hadapan Shi Ma Ong dan berkata,


"Pangeran maafkan Bun Houw, Bun Houw akan menepati janji Bun Houw, sebelum nafas ini berhenti Bun Houw akan terus berjuang bersama Pangeran."


Shi Ma Ong buru-buru maju membangunkan Bun Houw dan berkata, sambil tertawa gembira.


"Saudaraku kembali sudah baik...kembali sudah baik... tidak perlu minta maaf."


ucap Shi Ma Ong gembira sampai mengalirkan air mata.


Setelah semuanya berkumpul kembali, mereka kini bergerak menuju Lu Jiang, meninggalkan Shouchun.


Sementara itu Wu Song yang terbang dengan kecepatan tinggi, sudah membawa Lu Fan kembali ke lembah menyerahkan Lu Fan kepada Lin Lin dan ibu Siau Ching.


Wu Song tidak bercerita apa yang sudah di lakukan Lu Fan, Wu Song membantu Lu Fan menutupi semuanya.


Agar tidak mendapatkan amukan dari Lu Sun ayahnya, yang akan membuat seluruh kehidupan lembah yang tenang jadi terganggu.


Wu Song sangat paham ke kurang cocokkan ayah dan anak itu.


Wu Song kembali menemui Lu Ping dan Se Se, Setelah melewatkan malam bersama kedua istrinya.

__ADS_1


Keesokan harinya pagi-pagi sekali, sebelum kedua istrinya bangun, Wu Song hanya meninggalkan secarik kertas buat mereka berdua.


Dia langsung berangkat pagi itu juga bersama, Shi Ma Ling menuju kota Chang An untuk membantu melepaskan keluarga Shi Ma yang ditahan oleh pasukan Bun Houw.


Wu Song dan Shi Ma Ling tiba di kota Luo Yang dalam 3 mereka memasuki sebuah restoran besar yang di lengkapi Penginapan.


Shi Ma Ling memutuskan untuk tinggal di penginapan, pertama lebih bebas, kedua dia malas bertemu dengan kakaknya Shi Ma Hui.


Terutama selir Pai, yang akhir-akhir ini baru di angkat jadi permaisuri yang baru oleh kakaknya.


Menggantikan Permaisuri Wu, sudah di eksekusi mati oleh kaisar, dengan tuduhan berusaha meracuni selir Bai yang sedang mengandung putra Kaisar.


Baru saja Wu Song dan Shi Ma Ling duduk di dalam Restoran sudah ramai terdengar pembicaraan dari para pengunjung.


Yang sebagian besar membahas dan menyayangkan kematian tragis permaisuri Wu.


Permaisuri Wu sangat di sayangi oleh rakyat, karena sikapnya yang tegas dan sangat menyayangi rakyat semasa hidupnya.


Permaisuri Wu tidak segan-segan menghukum anggota istana yang berani berbuat semena-mena di luar istana.


Kasus yang paling menggemparkan seluruh ibukota adalah keputusannya menghukum mati dua orang pangeran.


Salah satunya adalah putra kandungnya sendiri, Permaisuri Wu memberikan hukuman mati.


Kejadian tersebut membuat rakyat sangat menghormati dan menyayangi permaisuri Wu.


Sebaliknya di dalam istana, baik para pejabat, bangsawan maupun anggota dewan sangat tidak menyukainya.


Secara diam-diam mereka sangat membenci dan ingin menggulingkannya dari posisinya.


Hanya saja karena dia permaisuri Wu selalu mendapatkan dukungan dari Ibu Suri Zhang Zhun Hua.


Istri pertama Shi Ma Yi dan ibu kandung dari Shi Ma Hui kaisar saat ini.


Sehingga tidak ada yang berani menyentuhnya atau berani terang-terangan melawannya.


Tapi dengan terjadi nya pergolakan di Chang An, seluruh keluarga Shi Ma Yi tertawan di sana.


Maka muncullah kasus baru ini, dimana permaisuri Wu dijatuhi hukuman mati dengan tuduhan meracuni selir Bai.


Yang lebih mengejutkan Shi Ma Ling adalah cerita bahwa Putra Mahkota Shi Ma Yan kini di copot gelar putra mahkota nya.

__ADS_1


Karena dituduh bersekongkol dengan Permaisuri Wu dalam merencanakan meracuni selir Bai.


Shi Ma Ling juga mendengar bahwa Shi Ma Yan dan Jendral Kam kini di tahan di penjara.


Yang menggantikan posisi Jendral Kam sebagai Jendral komandan pengawal istana kini adalah Pai Mao adik sepupu selir Bai.


Tidak hanya itu Shi Ma Ling juga mendengar cerita dari pengunjung bahwa kini Jendral Bai Lun juga diangkat menjadi Panglima kanan sedangkan Jendral Sie diangkat sebagai Panglima kiri.


Alasan di angkatnya jendral Bai Lun adalah keberhasilannya membantu mempertahankan kota Chen Liu dari serangan 300.000 Pasukan Rajawali Merah.


Padahal banyak yang tahu kenyataannya, tidak seperti itu.


Chen Liu selamat akibat munculnya Dewa monster misterius, yang melakukan pembantaian terhadap pasukan Rajawali Merah.


Saat Pasukan bantuan Jendral Bai tiba, mereka hanya membantu menguburkan jenazah Pasukan pertahanan kota dan para pendekar relawan.


Itupun tidak sampai selesai mereka sudah kembali ke Chang An, karena Jendral Bai tidak betah tinggal di kota Chen Liu yang fasilitasnya banyak rusak.


Shi Ma Ling yang mendengarnya matanya berapi-api menyimpan kemarahan besar, sepasang tinjunya terkepal erat.


Wu Song yang melihat semua itu menyentuh bahu Shi Ma Ling dan berkata,


"Sabarlah... aku akan membantu mu menyelesaikannya semua satu persatu."


"Kini yang paling penting adalah kita menyelamatkan keluarga mu dulu."


"Hal lainnya nanti kita urus belakangan saja."


Shi Ma Ling menatap Wu Song dengan penuh rasa kagum dan berterimakasih, dia kemudian mengangguk dan berkata,


"Terimakasih Song ke ke... saat ini bila tidak ada Song ke ke, aku benar-benar tidak tahu mau minta tolong kepada siapa lagi."


Wu Song tersenyum canggung menanggapi sikap Shi Ma Ling.


Wu Song tahu persis perasaan Shi Ma Ling kepada nya, oleh karena itu dalam perjalanan ini dia sebisa mungkin menjaga jarak.


Jangan sampai kejadian rumit seperti Utari kembali terulang pada diri Shi Ma Ling.


Dari pengamatan Wu Song, Wu Song sadar para putri istana ini sebenarnya hanya penampilan dan tampak luarnya saja yang sempurna.


Sebenarnya hati dan perasaan sangat rapuh, haus akan kebebasan perhatian dan kasih sayang.

__ADS_1


Baru saja Wu Song ingin berucap, terlihat sekelompok pasukan bersenjata lengkap memasuki restoran.


__ADS_2