
Wu Song mengangguk dan berkata,
"Benar istri ku ayo kita sarapan Yuk, mumpung masih panas."
Se Se bangun dari tempat duduk didepan meja rias, memeluk tangan Wu Song dengan manja sambil berjalan menuju meja dimana sarapan yang disiapkan Wu Song diletakkan.
Selesai sarapan Se Se mengajak Wu Song menemaninya mengelilingi lembah Selaksa Obat.
Ternyata tidak jauh dari lembah terdapat sebuah danau alami yang sangat indah pemandangannya.
Air danau sangat jernih sampai bisa melihat dasar danau, dimana banyak jenis ikan sedang berenang kesana-kemari.
Se Se melihat ada sebuah sampan kecil, dia segera berkata,
"Song Ke ke aku ingin naik sampan bolehkah?"
Wu Song mengangguk dan menjawab,
"tentu saja boleh sayang, apa pun asal kamu senang saja."
Mereka berdua duduk di atas sampan kecil perlahan-lahan mendayungnya mengelilingi pinggiran danau.
Setelah mengelilingi pinggiran danau sebanyak dua kal, Se Se dengan manja berkata,
"Song ke ke aku ingin ketengah danau melihat-lihat boleh.?"
Wu Song tersenyum penuh kesabaran,
Wu Song maklum.
Se Se ini meski sudah menjadi istrinya, tapi usia Se Se masihlah sangat muda.
Rasa penasaran dan ingin tahunya masih besar dan dia masih suka bermain dan sedikit nakal.
Untuk menyenangkan hati Se Se,
Wu Song menuruti keinginan Se Se.
Wu Song mendayung sampan kecil mereka perlahan-lahan menuju tengah danau.
Pemandangan di tengah danau sangat indah, di dasar danau seperti terdapat sebuah cermin besar yang memantulkan cahaya warna warni seperti warna pelangi.
Saat dasar danau tertimpa cahaya matahari.
Saat matahari tertutup awan dasar danau justru bersinar terang seperti sebuah lampu besar.
Di sekeliling cermin besar itu terdapat banyak tumbuhan terumbu karang yang berwarna-warni sangat indah.
__ADS_1
Selain itu juga banyak tumbuhan rumput laut, ada yang berwarna merah terang dan hijau terang.
Saat air danau beriak diterpa hembusan angin atau akibat dilewati oleh sampan Wu Song, tanaman itu akan bergerak-gerak seperti tarian gadis cantik bertubuh gemulai.
Kedua jenis rumput laut ini tubuh terpisah menjadi dua kelompok.
Ikan ditengah danau juga lebih bervariasi dan besar-besar.
Ikan-ikan kecil beragam warna juga sangat banyak terlihat berseliweran kesana-kemari.
Wu Song dan Se Se terpesona dengan pemandangan di dasar danau yang begitu indah dan alami.
"Song Ke ke aku kok tiba-tiba merasa ingin berenang di sini, kamu temani aku berenang ya, ...mau kan.?" ucap Se Se dengan tatapan penuh permohonan dan manja.
Wi Song sebenarnya kurang setuju, karena tempat ini masih asing bagi mereka dan terlihat sangat sepi.
Wu Song takut ada bahaya tak terlihat yang sedang mengintai mereka.
Lagipula mereka main kesini secara kebetulan belum sempat bertanya dan meminta ijin pada tuan rumah Tabib Hua.
Tapi Wu Song tak berdaya menolak nya, dia tidak sampai hati menolak keinginan Se Se.
Kalau dulu Wu Song pasti dengan tegas menolak dan tidak mau meladeni gadis manja dan nakal serta banyak maunya ini.
Tapi sekarang berbeda gadis ini sekarang sudah menjadi istrinya, jadi dia berkewajiban dengan sepenuh hati berusaha menyenangkannya.
Wu Song mengangguk dan berkata,
Se Se tertawa senang dia mengedarkan pandangannya ke sekitar danau untuk memastikan sekitar sana tidak ada orang lain.
Setelah itu perlahan-lahan dia berdiri diatas sampan kecil yang agak oleng, karena di pakai untuk berdiri olehnya.
Wu Song menyeimbangkan sampannya agar tidak oleng, Se Se dengan santai mencopot satu persatu pakaiannya diatas perahu.
Dia tidak ingin pakaiannya basah terkena air, melihat pemandangan polos di depan nya Wu Song menelan ludah.
Angin berhembus lembut menerpa tubuh
Se Se yang polos mengibarkan rambutnya yang terurai menambak keseksian nya.
Wangi tubuhnya yang harum semerbak tertiup angin menerpa ke wajah Wu Song membuat Wu Song semakin larut dalam imajinasinya sendiri.
Tongkat nya kembali bereaksi,.Ying Ying hanya tersenyum melihat reaksi suaminya.
Dia segera melompat kedalam air danau yang jernih sambil berkata,
"Song ke ke ayo coba tangkap aku kalau bisa." ucap Se Se sambil mencipratkan air ke wajah Wu Song.
__ADS_1
Wu Song terkejut terkena cipratan air, tersadar dari bengong nya melihat Tubuh
Se Se yang polos tadi.
Sambil tertawa, dia mengangguk kemudian berdiri melepaskan baju dan celananya sampai polos seperti Se Se tadi.
Se Se terkejut menjerit kecil menutup kedua matanya, dengan telapak tangannya.
Dan dengan malu-malu mengintip dari sela-sela jarinya.
Meski semalam mereka sudah bersama, tapi suasana yang remang-remang membuat
Se Se hanya bisa merasakan tapi tidak melihatnya.
Kini dia baru dengan jelas melihat tongkat kebanggaan suaminya yang berdiri tegak menyeramkan.
Ternyata milik suaminya sangat besar dan panjang, pantas saja semalam dia merasa kesakitan dan penuh saat dimasukin oleh suaminya, pikirnya dalam hati.
Tapi harus diakuinya meski awalnya kesakitan tapi lama kelamaan setelah terbiasa dia merasa sangat nikmat ingin lagi dan lagi.
Wu Song melompat ke arah Se Se air danau yang sejuk menciprat ke wajah Se Se, membuyarkan lamunannya tadi.
Wu Song berenang ingin menangkapnya, tapi Se Se cepat-cepat berenang menjauh sambil tertawa-tawa dia berkata,
"Ayo tangkap, kalau tertangkap Song ke ke boleh bebas melakukan apapun."
Mereka berdua berenang berkejar-kejaran sambil bercanda dan tertawa-tawa.
Akhirnya karena sudah mulai lelah, Se Se membiarkan Wu Song menangkapnya tanpa perlawanan.
Wu Song langsung merangkul Se Se dengan erat berciuman mesra.
Ketika Wu Song dan Se Se ingin masuk ketahap lebih intim sambil berpegangan pada sisi sampan mereka.
Tiba-tiba danau bergolak hebat tubuh mereka terombang-ambing oleh air danau yang tadinya tenang menjadi bergelombang.
Wu Song menyadari bahaya dan ketidak beresan, segera membawa tubuh Se Se terbang keatas dan mendarat di atas sampan kecil mereka.
Wu Song dan Se Se belum sempat mengenakan pakaian mereka, Se Se merangkul suaminya dengan erat wajahnya tampak cemas dan agak pucat.
Wu Song bertindak tenang menyeimbangkan sampai nya dan coba mendayung sampannya menuju pinggir.
Tapi gelombang air danau semakin lama semakin besar dan dahsyat, padahal tidak ada angin maupun hujan.
Tapi air danau bisa bergolak hebat, Wu Song berusaha sekuat tenaga mendayung sampan kepinggir dan mempertahankan sampannya agar tidak terbalik.
Tiba-tiba ditengah danau muncul pusaran air yang sangat besar dan berputar-putar cepat.
__ADS_1
Sampan yang di kendalikan Wu Song kembali tertarik ketengah danau.
Dalam sekejap sampan beserta isinya tertarik ketengah pusaran, lalu diseret kebawah tenggelam dalam pusaran arus yang dahsyat.