
Lu Sun sangat terkejut dengan cara bersilat Pemuda itu yang aneh dan unik.
Tenaga tendangannya juga sangat kuat berhasil mementalkan serangan Lu Sun.
Lu Sun yang penasaran segera memainkan 18 Tapak Penahluk Naga, menyerang pemuda itu dengan pukulan yang keras dan dahsyat mengandung tenaga sakti 9 matahari.
Pemuda itu menghindar dan menangkis dengan kakinya sedangkan tangan dan kepalanya di jadikan sebagai penumpu tubuhnya.
Tapi tak jarang dengan uniknya sepasang tangannya di gunakan untuk mencengkram atau memukul bagian perut kebawah.
Setelah bergebrak puluhan jurus Lu Sun mulai terdesak, untungnya Lu Sun memiliki langkah ajaib dan dipadu Wu Ying Sui Sang Piau.
Sehingga dia masih bisa meloloskan diri disaat terdesak, oleh serangan pemuda itu yang aneh dan unik.
Lu Sun mulai merubah cara bersilat nya, 18 Tapak Penahluk Naga memang dahsyat,tapi sangat tidak cocok melawan ilmu Jungkir balik milik pemuda didepannya.
18 Tapak Penahluk Naga adalah ilmu yang keras sangat memboroskan tenaga dan stamina dalam setiap pukulannya.
Bila selalu tidak mengenai sasaran karena posisi pemuda itu yang bersilat dengan jungkir balik.
Maka 18 Tapak Penahluk Naga justru akan lebih merugikan pengguna nya ketimbang lawan nya.
Lu Sun yang memiliki banyak macam variasi ilmu, kini memainkan Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa di dukung dengan Xi Xing Ta Fa.
Tendangan pemuda itu kearah kepala dan leher, disambut dengan bahu Lu Sun.
"Dukkk..!"
"Ahhh..!"
pemuda itu berteriak kaget, karena kakinya kini menempel di bahu Lu Sun, tenaga saktinya membanjir keluar di berpindah ketubuh Lu Sun.
"Hyaat..!"
pemuda itu berteriak dan merubah cara menyerangnya dari menendang menjadi menusuk dan menyabetkan pisau kecil yang muncul dari sepatu pemuda tersebut.
Kearah sepasang mata dan lubang telinga Lu Sun, selain itu pemuda itu menggunakan jari tengahnya untuk menotok Dan Tian dan Tongkat pusaka Lu Sun.
Lu Sun yang terkejut segera memberikan sebuah tendangan mendahului serangan pemuda itu kearah pinggang pemuda itu sambil melompat mundur.
__ADS_1
Tendangan Lu Sun menemui tempat kosong, karena pemuda itu menghindar dengan berputar bertumpu pada kepalanya, yang seperti ujung gasing.
Pemuda itu juga tidak berhasil menyerang Lu Sun, tapi dia berhasil meloloskan diri dari ilmu sedotan Xi Xing Ta Fa yang unik dan mengerikan.
Keduanya berpisah dalam jarak 5 meter, dengan posisi kuda-kuda masing-masing yang siap siaga.
Lu Sun merasa sudah cukup menyelidiki kekuatan pemuda itu, Lu Sun memberikan beberapa tebasan Wu Xiang Sen Cien, kearah pemuda itu.
Lalu dia terbang keatas menggunakan Jin Tou Yun meninggalkan tempat pertempuran.
Pemuda itu menyadari datang nya bahaya, Dia menepuk kedua tangannya ke lantai menggunakan tenaga Fu Ti Sen Kung. ( Tenaga Sakti Penahluk Bumi ).
Membentuk sebuah perisai dari tanah, meredam tebasan energi pedang sakti tanpa Wujud yang Lu Sun lepaskan kearahnya.
Tebasan Lu Sun tertahan oleh lapisan tanah yang membentuk dinding perisai.
Tapi saat dinding perisai runtuh, bayangan Lu Sun sudah tidak terlihat lagi,
Lu Sun sudah pergi jauh meninggalkan tempat tersebut dengan Jin Tou Yun miliknya, lalu dia berubah menjadi seekor burung.
Terbang menuju kompleks tempat tinggal sementara raja Kim Douk.
Lu Sun yang terbang berputar-putar tidak berhasil melihat Raja Kim Douk.
Lu Sun menempel di sebuah kain korden, mencuri dengar pembicaraan Raja Kim Douk dan kedua pengawalnya pribadinya.
"Aku dengar Jendral Naga Hitam Lu Sun dan putranya sudah tiba di Xia Pi, apa pendapat kalian.?"
"Selama ini Pasukan Naga Hitam lah yang menjadi penghambat pergerakan pasukan kita, untuk masuk menguasai Wilayah timur dan selatan daratan China yang subur."
"Yang mulia tidak perlu khawatir, aku yang akan menghadapi putranya Lu Sun yang kabarnya lebih sakti dari ayahnya."
ucap Tuan Yoshida dari gunung Fuji
"Sedangkan Lu Sun bisa diserahkan kepada Pangeran Juseon dari kerajaan Silla."
"Pasukan Naga Hitam nanti biar di urus oleh
temanku Park Won dari gunung Kallasan."
__ADS_1
"Yang mulia bisa langsung memimpin pasukan Yang mulia merebut Xia Pi dari para pasukan penjaga kota yang terdiri dari rakyat biasa."
Kim Douk menganggukkan kepalanya setuju dengan ide yang diutarakan oleh kakek Yoshida..
"Kudengar Jendral naga hitam Lu Sun juga memiliki hewan sakti peliharaan, kira-kira kakek Park yakin tidak binatang pelindung milik mu sanggup menahan naga perkasa itu."
Kakek Park menggelengkan kepalanya dan berkata, dalam satu pertempuran ada 1001 jenis perubahan, tidak ada kepastian."
"Apalagi antara mahluk peliharaan ku dengan Naga Hitam milik Jendral Lu, mereka belum pernah terlibat perkelahian dalam arti nyata,"
"Sehingga sangat sulit mengukur kekuatan mereka masing-masing, tapi aku yakin keempat mahluk dewa ku pasti bisa mengatasinya."
Sedangkan untuk menghadapi penghadangan Pasukan Naga Hitam, selama ke empat binatang dewa ku berhadapan dengan Naga Hitam milik Lu Sun.
Anda bisa menggunakan Pai Lei Tan buatan ku yang memiliki kekuatan daya ledak tinggi.
ucap Park Won memberi solusi.
Raja Kim Douk tertawa senang dan berkata,
"Kalau begitu aku akan mempersiapkan segalanya,.agar besok pagi kita bisa berangkat ke Xia Pi.
"Untuk menyambut kedatangan Pasukan Naga Hitam."
Kedua kakek itu mengangguk, kemudian mereka bertiga memisahkan diri, Raja Kim Douk di kawal pertapa Yoshida.
Sedangkan Pertapa Park bergegas pergi memeriksa kesiapan Pai Lei Tan miliknya yang sedang di produksi oleh beberapa tempat pembuatan senjata.
Lu Sun sudah mendengar perencanaan raja Kim Douk yang kelihatannya memang sudah memperhitungkan dengan cermat dan Mateng, cara menghadapi kekuatan Pasukan Naga Hitam.
Lu Sun sedikit penasaran dengan benda bernama Pek Lei Tan, mungkin mirip dengan peledak yang selalu di gunakan oleh Dewa pemetik bunga (Musuh Lu Sun di Legenda Jendral Naga Hitam)
Lalat yang menjadi jelmaan Lu Sun, terbang mengikuti Kakek Park, Kakek Park berjalan menghampiri sebuah gudang logistik yang terletak dibelakang kediaman Raja Kim Douk.
Lu Sun sangat kaget saat melihat persediaan peledak milik kakek Park, bila peledak ini di lepaskan kearah Pasukannya.
Pasukan nya, pasti akan luluh lantak dibuatnya, Lu Sun hinggap disebuah rak di bagian paling atas, Kakek Park cukup lama berada di sana melakukan pemeriksaan.
Tanpa menyadari kehadiran Lu Sun yang sedang mengamati setiap gerak-geriknya.
__ADS_1
Setelah Kakek Park pergi meninggalkan ruang tersebut, Lu Sun mengibaskan gelangnya kearah Pai Lei Tan yang berjejer dengan rapi di rak yang terletak dalam ruangan tersebut.
Dalam sekejap mata seluruh persediaan Pai Lei Tan milik kakek Park, telah berpindah kedalam gelang penyimpanan Lu Sun.