
Wu Song sangat terkejut, dia segera mendekati lubang tersebut.
Setelah memberi hormat kearah patung didepan nya.
Wu Song baru berani mengambil Ketiga pusaka tersebut.
Wu Song tidak berani sembarangan mengeluarkan pedang dari sarungnya.
Karena pedang tersebut terus mengeluarkan aura menyeramkan dan sangat ganas,
Wu Song khawatir, apabila dirinya tidak bisa mengendalikannya.
Bisa-bisa dia mengalami kerasukan dan di kendalikan oleh pedang itu.
Wu Song pertama-tama mengambil surat wasiat yang di tulis diatas sehelai kulit kambing untuk membaca penjelasan yang mungkin sangat penting.
Sebelum dia mengambil langkah yang lebih jauh.
Di surat itu di jelaskan,
Kamu bisa menemukan pusaka ku, berarti kamu adalah orang yang berjodoh berbudi dan layak menjadi murid penutup ku.
Kitab di depan mu bernama Kitab Naga Semesta
Murid ku di dalam kitab Naga Semesta ada
10 jurus dahsyat yang di wariskan secara turun temurun oleh leluhur ku.
Tapi nasib kurang beruntung memutuskan keturunan ku, berhenti pada diri ku.
Yang hanya memiliki anak tunggal perempuan.
Karena ketidakberuntungan ku, putri ku mati muda, sedangkan cucu luar ku hanya menyukai ilmu pengobatan.
Sehingga terputuslah perguruan langit yang ku bentuk dengan susah payah, di tangan diri ku sendiri.
Termasuk mewarisi ilmu turunan keluarga Lo.
Selama puluhan juta tahun tidak ada satupun keturunan keluarga Lo yang sanggup mempelajari 10 jurus yang ada di dalam kitab itu.
Keturunan yang paling jenius dari seluruh turunkan keluarga Lo, hanya berhasil menguasai jurus ke 8 saja.
Sedangkan aku sendiri hanya menguasai sampai jurus ke 5 saja.
Semoga kamu adalah pewaris pilihan Thian, yang bisa mewarisi dan meneruskan kembali kejayaan pencipta 10 jurus ini.
__ADS_1
Dan pedang di hadapan mu itu, kamu tidak bisa membuka nya bila belum menguasai jurus ketiga dari kitab Naga Semesta.
Setelah menguasai jurus ketiga sekalipun, aku menganjurkan pada mu untuk tidak sembarangan mengeluarkan nya dari sarung pedangnya.
Setiap pedang di keluarkan dia akan menimbulkan bencana alam, yang merenggut 1.000 energi kehidupan.
Baru dia bersedia di masukkan kembali kedalam sarungnya.
Itu semua karena asal usul pedang ini sangat tidak biasa.
Ratusan juta tahun yang lalu sebelum bumi dan langit tercipta, alam semesta hanya terdiri dari kegelapan dengan cahaya-cahaya kecil yang jumlahnya tak terhingga berterbangan diudara.
Diantara semua cahaya ada dua cahaya yang berukuran paling besar dan paling terang.
Yang satu mengeluarkan cahaya hijau terang.
Yang satu nya lagi mengeluarkan cahaya putih terang.
Yang cahaya hijau terang Kemudian berubah menjadi seekor naga hijau sedang kan yang putih terang berubah menjadi leluhur kami.
Terjadi pertempuran dahsyat antara naga itu dengan leluhur kami selama 49 hari.
Akhirnya naga yang disebut naga siluman semesta oleh leluhur kami itu.
Berhasil ditahlukan dan merubahnya menjadi pedang ini, yang di sebut Pedang Naga Siluman Semesta.
Hingga kekuatan nya pulih kembali setelah melewati jutaan tahun.
Dia kembali merubah diri menjadi
Dewa Pan Gu yang menciptakan langit dan bumi dengan kapaknya.
Sedangkan pedang Naga Siluman Semesta yang melayang-layang di alam semesta di ambil dewa Pan Gu, dan di berikan pada keturunannya yang terpilih.
Di samping itu Dewa Pan Gu juga mewariskan kitab Naga Semesta, untuk mengendalikan pedang Naga Siluman Semesta.
Setelah membaca surat warisan tersebut, Wu Song jadi mengerti mengapa pedang ini selalu mengeluarkan aura ganas, menyeramkan, Wu Song segera menyimpannya kedalam cincin.
Dan berjanji dalam hati tidak akan menggunakan senjata itu bila tidak dalam keadaan terpaksa.
Lalu Wu Song mengangkat kitab tinggi-tinggi di depan patung sambil berlutut berkata,
"Murid mengucapkan banyak terimakasih pada guru."
Setelah itu Wu Song baru duduk dan membuka kitab Naga Semesta, yang terdiri dari 10 halaman, tapi cuma halaman pertama yang ada isinya.
__ADS_1
Halaman lainnya kosong, Wu Song mulai mencoba membaca halaman pertama yang ditulis dengan bahasa sansekerta kuno.
Baru membaca beberapa kata hawa panas dingin bergolak hebat di tubuh Wu Song, Wu Song harus mengerahkan Im yang Sen Kung untuk menenangkan gejolak tersebut.
Baru bisa dengan lancar melanjutkan membaca kata-kata berikutnya.
Sampai akhirnya halaman pertama berhasil di baca oleh Wu Song sampai habis.
Kemudian Wu Song mulai berlatih, jurus pertama disebut Naga Siluman menggetarkan bumi.
Saat jurus pertama mulai di kerahkan bumi berguncang hebat seperti mengalami gempa dahsyat.
Beberapa bukit salju longsor akibat guncangan tersebut, bangunan Perguruan langit semakin rusak.
Setelah menguasai jurus pertama, Wu Song melanjutkan mempelajari kitab bab Dua.
yang tulisannya kini muncul dengan sendirinya.
Wu Song kini mengerti tulisan di kitab itu baru akan muncul bila bab sebelumnya telah di kuasai.
Di bab dua Wu Song harus mengerahkan Im Yang Sen Kung dengan level lebih tinggi lagi.
Bab dua berjudul Naga Siluman menggetarkan langit, sesuai namanya saat jurus ini di kerahkan, langit tiba-tiba menjadi gelap timbul awan hitam bergulung-gulung, petir sambar menyambar.
Kemudian langit bergetar dengan hebat, Kaisar langit dan para dewa sampai terkejut, karena istana langit dan istana lainnya di langit, semua di guncang gempa dahsyat.
Bahkan untuk berdiri stabil saja susah di buatnya, Kaisar langit segera melihat dari bola kristalnya untuk mencari tahu.
Saat melihat siapa pembuat bencana ini, kaisar langit terdiam dan memutuskan tidak mengganggunya.
Karena Wilayah tempat pemuda itu berlatih adalah Wilayah terlarang bagi kaisar langit untuk menyentuh orang yang berlatih di sana.
Wu Song masih belum menyadari kekacauan yang dia timbulkan, dia melanjutkan melatih bab 3 Naga Siluman membelah Gunung.
Wu Song terbang ke udara melihat salah satu gunung raksasa yang letaknya sangat jauh darinya.
Wu Song mengerahkan kekuatan nya, seekor naga hijau Raksasa menembus gunung itu Kemudian membelah gunung itu jadi dua.
Sebagian dari gunung itu kini meluruk dengan suara gumeruh hebat, gunung itu pun lalu terbelah menjadi dua.
Wu Song untuk mempraktekkan jurus ke empat dia terbang mencari lautan kemudian baru mempraktekkan jurusnya.
Lautan terbelah menjadi dua dalam beberapa menit setelah terkena dampak ilmu pukulan bab ke 4 ini.
Wu Song terbang kembali ke puncak gunung Himalaya, di mana perguruan Langit berada, Kemudian membaca bab 5 di mulai dari bab ke 5 Wu Song di minta mempraktekan lewat simulasi pikiran saja.
__ADS_1
Karena dampak praktek langsung bisa merusak alam semesta.
Berkat Im Yang Sen Kung yang sudah di sempurnakan oleh Hua Thian sampai level 20, Wu Song tidak mengalami kesulitan dalam membuka bab 5 6 dan 7.