
"Tolong...tolong lepaskan aku tuan pendekar..tolong aku.. kumohon.."
"Asal kamu menolong ku jadi sapi dan kuda mu sekalipun akan kulakukan dengan suka rela, tuan pendekar yang mulia.. tolonglah hamba.."
ucap Ching Kuai dengan wajah memelas penuh harap.
Wu Song pura-pura jual mahal, padahal Ching Kuai termasuk salah satu pion penting untuknya.
Dia sudah menduga, bila dia menolong Mimi mempermalukan Permaisuri, Permaisuri pasti akan sangat marah.
Dan akan memerintahkan semua orang untuk menangkap dirinya dan Ching Kuai.
Cara terbaik untuk bersembunyi dari kejaran pengawal Permaisuri adalah bersembunyi di kamar Permaisuri.
Pepatah mengatakan tempat paling berbahaya adalah tempat persembunyian yang terbaik.
Itu menjadi kenyataan tidak ada orang yang berhasil menemukan dirinya yang justru bersembunyi diatas langit-langit ranjang Permaisuri.
Dengan menghilang nya dirinya, pasti Ching Kuai akan menjadi sasaran pelampiasan Permaisuri.
Dengan demikian justru Permaisuri, membantunya memuluskan rencana memanfaatkan Ching Kuai untuk membantunya.
Kini Wu Song berdiri di hadapan Ching Kuai dan berkata,
"Meski kamu dulu menjual ku ke Permaisuri, untuk dijadikan korban kambing hitam bersama Selir Mimi."
"Tapi aku masih akan memberi mu satu kesempatan lagi, bila kamu kerja dengan benar."
"Kamu selain bisa mempertahankan kepala mu dan mempertahankan pekerjaan mu."
"Ada kemungkinan kamu bisa direkomendasikan oleh selir Mimi untuk di naikan jabatan mu, menjadi orang kepercayaan nya dan raja Sanggha."
"Daripada kamu bekerjasama dengan Permaisuri yang dengan kejam ingin menyiksa dan membunuh mu."
ucap Lu Sun sambil tersenyum dingin menatap Ching Kuai.
"Tuan pendekar katakan saja apa yang harus hamba lakukan, hamba pasti akan melakukannya buat anda."
ucap Ching Kuai cepat, melihat ada peluang besar didepan mata.
Akan sangat bodoh kalau dia melepaskan kesempatan ini.
Wu Song mengangguk dan berkata,
"Pekerjaan ini tidak mudah dan mengandung resiko tinggi salah sedikit saja nyawa mu akan jadi taruhannya."
Wu Song kemudian mendekati telinga Ching Kuai dan membisikkan rencananya kepada Ching Kuai.
Mendengar rencana Wu Song, wajah Ching Kuai, menjadi tidak sedap dipandang, dia terlihat pucat gemetaran.
__ADS_1
Wu Song tersenyum menatap Ching Kuai dan berkata,
"Bagaimana,? kalau kamu berkeberatan, tidak berani, tidak yakin, kamu boleh mundur sekarang."
"Paling-paling setelah pengawal ini bangun, mereka akan memberikan beberapa siksaan untuk mu."
"Bila beruntung kamu mungkin masih ada kesempatan meninggalkan tempat ini dengan selamat."
"Semua kini tergantung dengan pilihan mu sendiri."
ucap Wu Song sambil tersenyum mengejek menatap Ching Kuai.
Kemudian dia berpura-pura ingin meninggalkan tempat itu.
Terdengar teriakan Ching Kuai.
"Tuan pendekar tunggu...! aku..aku akan melakukan rencana mu.."
"Permaisuri tidak berperasaan membalas kebaikan dengan kekejaman, aku Ching Kuai sekali ini akan mempertaruhkan semua nya tanpa penyesalan."
"Satu titik berbuat, berbuat tidak perlu takut malu..!"
ucap Ching Kuai meyakinkan Wu Song juga untuk meyakinkan dirinya sendiri..
Wu Song mengangguk dan berkata sambil mematahkan rantai besar yang mengikat Ching Kuai seperti orang mematahkan tusuk gigi saja.
Melihat hal ini Ching Kuai semakin kagum dan tahluk dengan Wu Song.
ucap Wu Song sambil mengeluarkan beberapa botol arak dari cincinnya.
Kemudian membuka penutup arak, menghancurkan dua butir pil Im Yang Tan ke setiap mulut botol arak lalu menutupnya kembali dan menguncang-guncangnya agar obat tercampur merata,
Total ada 4 botol arak di sana. Wu Song menyerahkan semuanya kepada Ching Kuai dan menambahkan 10 butir Im Yang San kedalam telapak tangan Ching Kuai.
Tanpa banyak bicara, Ching Kuai langsung bergegas pergi dari tempat itu.
Wu Song hanya menatap kepergiannya, sambil tersenyum.
Ching Kuai bergerak cepat langsung mendatangi istana kediaman selir Mimi, sambil membawa sebuah nampan yang berisi 4 botol arak titipan Wu Song lengkap dengan 4 cawan cantik terbuat dari giok.
Tidak ada pelayan yang berani menghalangi dan banyak bertanya dengan kehadiran Ching Kuai.
Ching Kuai dengan bebas melangkah masuk menuju taman samping, sambil menunduk-nunduk penuh hormat Ching Kuai pun berkata,
"4 Dewa Raja Langit yang mulia, maafkan hamba datang mengganggu kalian yang sedang bertugas."
Ke 4 orang itu tersenyum senang mendengar pujian Ching Kuai yang setinggi langit.
Meski di dalam hati mereka juga tahu,
__ADS_1
orang-orang Kasim ini tidak punya kelebihan lain selain memuji-muji menjilat dan mengangkat orang setinggi langit dengan mulut mereka yang manis.
Tapi mereka tetap merasa sangat senang gembira dan bangga setelah mendengar pujian Ching Kuai.
Salah satu dari ke 4 orang yang bergelar 4 Raja Iblis ( Se Ta Mo Wang ) itu yang berusia paling tua dan menjadi pimpinan 4 Raja Iblis berkata,
"Ching Kung Kung Anda terlalu sungkan, katakan saja ada apa ?"
Ching Kuai sambil tersenyum berkata,
"Terimakasih Raja langit pertama, ini hamba di minta oleh Yang Mulia Permaisuri, mengantarkan 4 botol arak ini, sebagai teman kalian berjaga, agar tubuh terasa lebih hangat ditengah cuaca yang dingin."
"Dengan kemampuan para raja langit yang saktinya melebihi dewa langit, saya juga tahu arak-arak ini mana ada artinya."
"Tapi sebagai pelayan hamba mana berani menolak perintah atasan, benar tidak..?"
Ke 4 Raja Iblis tertawa lebar dan berkata,
"Terimakasih banyak, tolong sampaikan kepada Permaisuri terimakasih atas perhatiannya kepada kami."
Setelah menyerahkan ke 4 botol dan cawan, Ching Kuai melihat ke 4 raja iblis dengan rakus langsung minum dari botol tanpa menggunakan cawan.
Ching Kuai tersenyum gembira di dalam hati.
kemudian dia berkata,
"Selamat menikmati 4 Raja Langit hamba mohon pamit.."
Mereka ber 4 tertawa senang dan melambaikan tangannya kearah Ching Kuai sambil berkata,
"Terimakasih banyak Ching Kung Kung arak nya luar biasa, hati-hati di jalan."
Tiba-tiba Ching Kuai berbalik mendekati mereka kembali.
Ke 4 orang itu sedikit heran melihat tingkah laku Ching Kuai.
Ching Kuai berkata setengah berbisik kepada 4 Raja iblis itu.
"Begini Raja Langit , aku tadi hampir lupa, permaisuri meminta kalian berempat setelah menikmati arak darinya, dan bila merasa lapar, boleh datang ke kediaman permaisuri."
"Permaisuri sudah menyiapkan sedikit jamuan kecil untuk 4 raja langit."
"Sebagai ungkapan rasa terimakasih nya atas jasa kalian, yang dengan setia selalu menjaga keselamatan suaminya Kaisar Sanggha yang mulia."
Mendengar hal itu 4 raja langit tertawa gembira dan berkata,
"Yang mulia permaisuri terlalu sungkan, Tolong sampaikan, setelah ini kami pasti akan hadir.."
Ching Kuai mengangguk hormat kemudian dia pun buru-buru permisi dari situ.
__ADS_1
Di dalam kamar selir Mimi sudah sadar dari tidurnya, Raja Sanggha sangat senang melihat selir kesayangan nya telah siuman dari tidurnya.