
Jendral Bai Lun adalah jendral muda yang mendapatkan jabatan nya, karena dia masih kakaknya selir kesayangan Kaisar Si Ma Hui.
Orangnya tinggi kurus, wajahnya pucat seperti orang berpenyakit .
Dia tidak memiliki kemampuan apa pun, selain pandai menjilat keatas menekan ke bawah.
Dan satu lagi kebiasaan jeleknya, dia sangat genit dan cabul, tidak sungkan-sungkan merebut istri orang ataupun anak gadis orang yang dia suka.
Bun Houw sungguh sial bisa ditempatkan dibawah jendral tidak berguna ini.
Ini semua sebenarnya tidak terjadi secara kebetulan, ini semua terjadi karena Bun Houw terlalu polos tidak mengerti Permainan.
Dia tidak memberikan sogokan ke panitia seleksi, memang mereka tidak berani macam-macam.
Memeras secara terang-terangan, karena aturan yang diterapkan oleh kaisar sangat keras.
Bagi panitia yang berani bertindak macam-macam memeras orang berbakat.
Mereka akan dijatuhi hukuman penggal di tempat bila ketahuan.
Sehingga tidak ada panitia seleksi berani berbuat macam-macam, tidak memberikan jabatan sesuai pada peserta berbakat.
Mereka memang memberikan jabatan yang sesuai, tapi mereka bisa menempatkan orang berbakat tersebut di mana saja sesuai keinginan mereka.
Bun Houw termasuk salah satu korban tindakan a moral mereka.
Bun Houw setelah mendapatkan wewenang dan jabatan, dengan senang hati dia langsung pergi melapor pada atasan barunya.
Jendral Bai Lun, sedang duduk santai, ditemani ke 4 orang istrinya di taman kediamannya yang indah dan besar.
Bun Houw yang terlalu semangat sampai lupa waktu, datang malam-malam menemui Jendral Bai Lun.
Bun Houw bukan nya dapat pujian, dia malah mendapat makian dan hinaan.
Bun Houw terlihat berlutut didepan kediaman Jendral Bai Lun sudah tiga jam lebih.
Tadi begitu mendapatkan seragam dan informasi penempatannya, Bun Houw buru-buru bahkan lupa pulang makan.
Langsung bergegas pergi ke kediaman Jendral Bai untuk memberikan laporan.
Maksud Bun Houw baik, dia dengan penuh semangat ingin cepat melapor.
Agar besok pagi-pagi dia sudah bisa menjalankan tugas, yang diberikan atasannya sebaik mungkin.
Hanya saja orang yang di hadapinya tidak tepat, sehingga semua usahanya menjadi sia-sia.
Sampai di kediaman Jendral Bai, Bun Houw langsung melapor pada dua penjaga gerbang pintu kediaman Jendral Bai.
Salah satunya cepat-cepat masuk memberi laporan kedalam.
Kepala pelayan kemudian menemui Jendral Bai, yang sedang bermain orang buta menangkap bidadari.
Yaitu kedua mata jendral Bai di ikat, kemudian dia berlarian mengejar ke 4 Istrinya.
__ADS_1
Lewat suara yang di keluarkan oleh istrinya, bila berhasil ketangkap dia boleh membuka satu helai kain ditubuh istrinya.
Salah satu Istrinya yang melihat kedatangan kepala pelayan, segera berdiri di depan kepala pelayan tersebut sambil memanggil,
"Sayang... aku di sini.."
Jendral Bai dengan cepat berlari kearah asal suara, menangkap nya sambil mencium si kepala pelayan yang gelagapan dibuatnya.
Begitu melepas penutup matanya jendral Bai menjadi malu dan murka.
Dengan marah Jendral Bai menegur,
"Dasar bloon kenapa kamu kesini, mengganggu ku?"
Kepala pelayan tersebut dengan sangat ketakutan segera menjatuhkan diri berlutut dan berkata,
"Maaf tuan di depan ada seorang perwira baru datang melapor, hamba takut ada hal penting jadi memberanikan diri datang melapor."
Jendral Bai berpikir sejenak kemudian berkata,
"Kamu tanya kan padanya, ada keperluan apa?"
"Lalu kemari lagi lapor padaku." ucap Jendral Bai hati-hati.
Kepala pelayan segera menemui Bun Houw dan menanyakan keperluan Bun Houw,
di dalam hati si kepala pelayan mengutuk Bun Houw, yang membuatnya kena maki-maki tadi.
Bun Houw dengan sopan menjelaskan semuanya.
Mendengar laporan kepala pelayan,
jendral Bai kembali murka, hal tidak penting begitu malam-malam datang mengusik kesenangannya.
Jendral Bai pun berkata,
"Katakan padanya agar menunggu di depan gerbang sambil berlutut, tidak ada ijin dari ku tidak boleh pergi."
Si kepala pelayan segera menyampaikan pesan pada Bun Houw.
Bun Houw berpikir mungkin atasannya Sedang menguji ketulusan hati dan kepatuhan nya.
Dia benar-benar berlutut di sana menunggu dengan taat.
Sementara itu Jendral Bai setelah puas bermain dengan ke 4 Istrinya.
Dia sudah melupakan Bun Houw yang sedang berlutut, menunggunya sejam demi sejam di depan gerbang.
Jendral Bai sambil merangkul ke 4 Istrinya melanjutkan permainan di dalam kamarnya.
Kemudian tertidur kelelahan sampai pagi .
Melupakan Bun Houw yang berlutut di depan gerbang pintu, menunggu nya sejam lewat sejam.
__ADS_1
Sialnya lagi tiba-tiba turun hujan deras, sehingga Bun Houw menjadi basah kuyup dibawah siraman hujan deras.
Yi Yi dirumah menunggu dengan sangat khawatir, akhirnya Yi Yi membawa payung malam-malam hujan-hujanan mendatangi markas militer.
Untuk menanyakan keberadaan Bun Houw, untungnya Yi Yi sekarang bukan Yi Yi jaman dulu yang lemah.
Kedatangan Yi Yi awalnya tidak terlalu di tanggapi oleh para penjaga di markas militer.
Mereka malah menggodanya dengan kata-kata mesum dan tidak sopan.
Tapi saat Yi Yi marah dan melepaskan auranya, semua prajurit itu menjadi diam.
Mereka cepat-cepat masuk melapor dan mencari tahu, kemudian menjelaskan pada Yi Yi
Bahwa Bun Houw sudah pulang dari sore tadi.
Setelah berhasil lulus sebagai perwira muda.
Yi Yi terpaksa pulang tanpa hasil, kembali kerumah menunggu kepulangan Bun Houw dengan was-was.
Tapi yang membuat nya sedikit tenang adalah Bun Houw bukan pria lemah.
Bahkan Bun Houw sangat sakti sehingga hatinya sedikit terhibur.
Yi Yi menunggu semalam suntuk, akhirnya tertidur diatas meja berbantal kan tangannya.
Bun Houw lebih parah dia berlutut dari sore sampai pagi bajunya dari basah sampai kering di tiup angin.
Bila bukan karena dia memiliki ilmu kesaktian tinggi, dia pasti sudah jatuh pingsan dan masuk angin.
Ketika matahari naik tinggi Jendral Bai dengan santai tanpa merasa bersalah keluar dari kediaman nya.
Hanya melirik kearah Bun Houw sejenak, tanpa merasa bersalah dia naik keatas kereta kuda yang sudah di siapkan.
Setelah duduk di dalam kereta dia baru membuka kain gorden jendela berkata,
"Hei kamu... si idiot ikuti kereta ku ke markas timur."
Bun Houw berdiri dari berlutut nya , lalu lari di samping kereta kuda yang membawa Jendral Bai mengikuti kereta tersebut menuju markas timur.
Sampai di markas timur Jendral Bai turun dari kereta memberi kode pada Bun Houw agar ikut dengannya menuju markas utamanya.
Setelah duduk di balik meja kebesaran nya, dia mengeluarkan sebuah token militer berbentuk harimau hitam.
Melempar nya kearah Bun Houw yang sedang berlutut di depannya sambil berkata,
"Hei idiot..bawa token mu itu latihlah anak buah mu yang ada di sebelah barat dengan baik, awas kalau ada kesalahan."
"Hukuman militer akan siap menemani mu."
"Sekarang cepat enyah dari hadapan ku, dasar idiot."
Bun Houw mengerakkan gigi, dan seluruh buku-buku jarinya menahan amarah.
__ADS_1
Kemudian keluar dari markas utama.
dengan wajah merah padam.