
"Bila Panglima Lee Yong tidak datang tepat waktu menolong nyawaku.
Aku pasti tidak bisa bertemu dan berbicara dengan mu lagi.."
Mendengar penjelasan Bun Houw, So Soo terkejut hingga sepasang matanya yang indah terbelalak lebar mulutnya sedikit terbuka wajahnya menjadi sepucat kertas.
Dengan airmata bercucuran dia segera berlari keluar kamar sambil berteriak memanggil nama suaminya.
"Yong ke ke ...!! Yong ke ke ..!! kenapa kamu begitu bodoh...!! kenapa kamu lakukan hal ini..!!"
teriak So Soo sambil berlari keluar dari kamar.
Tapi saat tiba di depan pintu kamar langkahnya terhenti oleh dua orang pria yang berjaga di sana.
"Nyonya harap kembali kedalam kamar anda, tanpa seijin ketua nyonya tidak diijinkan meninggalkan kamar.."
ucap salah satu dari kedua orang itu tegas.
"Aku ingin mencari suami ku Lee Yong, apa urusannya dengan kalian minggir...!!"
teriak So Soo marah dan mencoba mendorong mereka kesamping.
Tapi gerakannya tertahan, tubuhnya terdorong kembali kedalam kamar, oleh angin lembut yang di dorongkan oleh kedua orang itu.
"Nyonya harap jangan menyusahkan kami yang sedang menjalankan tugas.."
"Kurang ajar kalian berani mendorong dan menahan ku di sini, nyali kalian sungguh besar.!!?"
teriak So Soo marah.
Dia langsung bergerak menyerang mereka dengan tendangan berantai nya.
Tapi tendangan nya tertahan oleh angin lembut yang kembali mendorongnya hingga terjatuh terjengkang kedalam kamar.
Tapi So Soo tidak menyerah sambil berteriak marah dengan air mata bercucuran dia kembali menerjang kearah kedua orang itu.
"Minggir kalian jangan halangi jalan ku...!!"
Tapi sekali ini dia bukan hanya terdorong mundur kedalam, tapi salah seorang dari dua penjaga itu juga menotok jalan darah nya.
Sehingga kini dia terduduk lemas di atas lantai tidak bisa bergerak.
"Keparat...! apa yang sedang kalian lakukan ? lepaskan aku, aku mau pergi menolong suami ku...!"
"Suamiku dalam bahaya, cepat lepaskan aku..!"
__ADS_1
teriak So Soo histeris.
Kedua orang itu menundukkan kepalanya, kemudian berkata,
"Maafkan kami nyonya ketua, kami hanya menjalankan tugas dari ketua."
"Kami mohon maaf dan mohon pengertiannya.."
ucap mereka memberi hormat kemudian menutup kembali pintu kamar.
Mereka kemudian kembali ke posisi mereka menjaga di depan pintu kamar tanpa ekspresi.
So Soo hanya bisa memaki-maki mereka melepaskan nya, tapi dia tetap tidak mendapatkan respon apapun dari mereka.
"Ku mohon lepaskan aku, biarkan aku pergi menolong suami ku...Hu...hu..hu..hu..!"
"Suamiku bisa mati kalau aku tidak pergi menolongnya...Hu..hu..hu....hu..!"
teriak So Soo sambil menangis pilu.
" ku mohon pada kalian berdua, biarkan aku pergi menemuinya...Hu..hu..hu..hu...!"
So Soo kembali berteriak sambil menangis sedih.
So Soo kini baru menyesal dan menyadari kesalahannya dia kini sangat ketakutan panik dan sedih.
Kini dia pun paham kenapa Lee Yong mengajak nya bertamasya ke sungai kuning, kenapa Lee Yong terlihat bersikap misterius dan aneh.
Semua ini pasti gara-gara Lee Yong yang sangat peka dan sangat perduli dan memperhatikan nya menyadari kesedihannya dan masih suka memikirkan Bun Houw.
Lee Yong pasti telah salah paham dan salah menangkap apa yang menjadi beban pikirannya, karena dia memilih merahasiakan hal ini dari Lee Yong.
Semua ini salah nya kini dia sangat menyesal dan merasa bersalah, tapi kelihatannya semua sudah terlambat.
Dia juga tahu kedua pengawal dari perguruan petir bawahan suaminya tidak akan membiarkan dia pergi dari kamar ini.
Ini pasti pesan keras dari suaminya, yang tidak mau melihat dia terlibat dalam bahaya.
Dari sikap Lee Yong, So Soo bisa menebak biar harus mati sekalipun Lee Yong tidak akan mundur dan tetap akan menjaga keselamatan nya.
Saat ini yang bisa dia lakukan adalah berdoa agar Lee Yong bisa mundur dengan selamat kembali lagi ke sisi nya.
Meskipun harapan itu kecil, tapi So Soo tidak mau menyerah.
Kini dia duduk diam memejamkan matanya dan terus berkomat-kamit berdoa untuk keselamatan suaminya.
__ADS_1
Bun Houw yang bisa mendengar dengan jelas semua teriakan So Soo, dia memejamkan matanya membiarkan dua butir air bening mengalir di sudut matanya.
Dia merasa bersalah, gara-gara dirinya, Lee Yong dan So Soo ada kemungkinan harus di pisahkan dengan takdir tragis berupa kematian suaminya.
Bun Houw juga tidak berdaya membantu So Soo dan Lee Yong, dia telah kehilangan kedua tangannya dan seluruh kekuatannya.
Dia saat ini tiada bedanya dengan orang cacat yang mati segan hidup tak mau.
Saat ini yang membuatnya punya keinginan bertahan hidup cuma satu, dia tidak boleh menyia-nyiakan pengorbanan yang sudah di berikan So Soo dan suaminya.
Sementara itu pertarungan antara Xue Yen dan tetua angin masih tetap berjalan imbang dan sengit.
Begitu pula dengan Si Topeng Besi dan ke 3 tetua Yi Lei Tian juga masih berjalan imbang .
Hanya pertarungan Lu Sun melawan Lee Yong yang hampir mencapai puncaknya.
Bayangan tubuh Lu Sun telah lenyap, kini hanya tinggal satu saja, kemampuan Lee Yong ternyata masih jauh lebih kuat dari nya.
Terutama ilmu benang ulat Sutra nya yang tahan api tidak bisa di bakar.
Tapi bisa menjadi penghantar sengatan arus listrik, itu sangat merepotkan Lu Sun.
Lagipula dalam pertempuran melawan Bun Houw tadi Lu Sun sudah kehilangan sebagian besar kekuatan nya.
Hal inilah yang membuat nya terlihat jauh dan tidak sanggup menandingi kemampuan Lee Yong.
Untungnya Lu Sun memiliki banyak variasi ilmu silat, pengalaman bertarung yang tinggi dan penguasaan ilmu silat nya yang sudah mendarah daging dan sangat matang.
Sehingga sampai sejauh ini dia masih bisa bertahan.
Wu Song yang sejak awal mengamati pertarungan gurunya melawan Lee Yong sudah sangat khawatir.
"Fan er kita harus cepat memulihkan diri, agar bisa pergi menolong ayah.."
ucap Wu Song dengan cemas sambil terus berusaha memulihkan kekuatan nya.
"Kakak Song aku tidak mampu lagi, aku sangat lemas dan ingin tidur.."
baru selesai berucap Lu Fan sudah jatuh tertidur pulas dalam posisi terlentang.
Wu Song hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mengempos seluruh semangat berkonsentrasi secepatnya memulihkan diri, agar bisa pergi menolong gurunya.
Lee Yong yang sudah jengkel dengan kemampuan Lu Sun dalam bertahan dan sangat sulit di kalahkan.
Akhirnya mulai mengeluarkan jurus simpanan nya, tubuhnya berputar-putar mengelilingi Lu Sun sambil memberikan serangan bertubi-tubi.
__ADS_1
Perlahan-lahan tubuhnya dan tubuh Lu Sun mulai tertutupi oleh benang sutra yang mengelilingi seluruh tubuh mereka dari atas hingga bawah.
Semakin lama semakin tebal hingga tubuh kedua nya tidak terlihat lagi.