LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
KUMPUL KELUARGA DI LEMBAH,


__ADS_3

Shi Ma Liang pun jatuh nyungsep membentur lantai dengan wajah mendarat duluan.


Shi Ma Liang langsung kehilangan kesadarannya, wajahnya babak belur menghantam lantai.


Alung langsung memberikan perintah kepada Pasukan nya, agar menangkap dan menahan Shi Ma Liang.


Lalu dia pergi membantu menyalurkan tenaga dalam untuk membantu Zhou Xuan mengatasi cedera yang dia derita.


Setelah Zhou Xuan pulih, Alung langsung memberi perintah kepada seluruh pasukan Rajawali Merah agar meninggalkan Xiao Pei.


Mereka segera melanjutkan perjalanan mereka menuju Chen Liu, menjalankan tugas utama yang di berikan oleh Bun Houw.


Sementara itu Bun Houw yang yang sedang duduk di kemahnya bersama Pangeran Shi Ma Ong, dewa pedang Zhou Wei, Roda Maut Wen Pu terlihat sedang melakukan pembicaraan serius.


Membahas strategi kedepan nya yang akan mereka lakukan setelah menahlukkan Pu Yang dan Chen Liu.


Tiba-tiba seorang penjaga memasuki kemah dan berlutut di hadapan Bun Houw sambil berkata,


"Panglima ini berita terbaru yang di kirimkan oleh Asisten Panglima Alung melalui merpati cepat."


Pengawal itu menyerahkan sebuah bambu kecil kepada Bun Houw sambil berlutut.


Bun Houw menerimanya dan berkata,


"Baiklah kamu boleh kembali ke pos mu, terimakasih."


Pengawal itu mengangguk Setelah memberi hormat kearah Bun Houw.


Dia pun dengan gagah berjalan keluar dari kemah tanpa memperdulikan tamu-tamu penting yang duduk di sana.


Pangeran Shi Ma Ong tidak ambil perduli, karena dia tahu seluruh pasukan Rajawali Merah dari atas sampai bawah hanya patuh, dan bersumpah mempertaruhkan nyawa mereka hanya kepada Bun Houw seorang.


Shi Ma Ong tidak mempermasalahkan hal itu, karena baginya yang penting kesetiaan Bun Houw kepadanya.


Mendapatkan dukungan Bun Houw sama dengan mendapatkan dukungan seluruh pasukan Rajawali Merah.


Dia cukup instruksikan ke Bun Houw, maka semuanya pun akan berjalan lancar.


Tapi Zhou Wei dan Wen Pu yang tidak memahami hal ini sedikit mengerutkan kening.


Bun Houw menyadari hal itu, dengan sedikit canggung dia berkata,


"Harap kedua senior memakluminya, semua anak buah ku adalah orang kasar kurang pendidikan tapi mereka sangat setia."


"Jadi mohon maaf bila sikap mereka yang tidak sopan menyinggung perasaan kedua senior."


Zhou Wei dan Wen Pu saling pandang kemudian berkata,


"Tidak apa-apa itu cuma masalah kecil, tak perlu panglima membahasnya kami mengerti."


Bun Houw sambil tersenyum dan memberi hormat, kemudian membuka gulungan surat kecil yang tersimpan dalam tabung bambu kecil ditangannya.

__ADS_1


Setelah gulungan surat di buka dan membacanya, wajah Bun Houw memucat sepasang alisnya berkerut.


Kemudian dia meremas kertas di tangannya sampai hancur dan berteriak,


"Pengawal...!!"


Dua orang pengawal penjaga pintu kemah, langsung berjalan memasuki tenda, kemudian berlutut didepan Bun Houw dan berkata,


"Kami siap menerima perintah..!"


Cepat instruksikan pindahkan 70% kekuatan kita ke Lu Jiang.


Kedua pengawal tersebut mengamgguk memberi hormat kemudian buru-buru pergi menjalankan perintah Bun Houw tanpa banyak tanya.


"Apa yang terjadi saudara Bun ?"


tanya Shi Ma Ong menatap Bun Houw.


Bun Houw dengan kening berkerut berkata,


"Alung sudah melanggar perintah ku, dia bersama Zhou Xuan menyerang Xiao Pei. dan menahlukkan kota tersebut."


Zhou Wei yang merasa tidak enak hati karena anaknya ikut terlibat segera bertanya dengan hati-hati,


"Emangnya kenapa bila mereka berdua menahlukkan Xiao Pei dulu baru menuju Chen Liu saudara Bun ?"


Bun Houw sepasang matanya berkilat menyeramkan kemudian berkata,


"Kalian tidak tahu di Xiao Pei bersembunyi Seekor Naga tidur, tidak seharusnya kita pergi mengusiknya."


"Bila di sana ada Naga tidur, kenapa Alung dan putra ku bisa menahlukkan kota itu dengan mudah.?"


Bun Houw menghela nafas panjang dan berkata,


"Itu hanya berarti dia kemungkinan besar sedang tidak berada ditempat."


"Mungkin ini adalah takdir, semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan keluarganya."


Shi Ma Ong menepuk bahu Bun Houw dan berkata,


"Sebenarnya apa yang kamu khawatirkan saudara ku,? aku tidak pernah melihat mu seperti ini ?"


Bun Houw menatap Shi Ma Ong dan berkata,


"Di sana adalah tempat tinggal putra guru ku bersama istri dan ayah mertuanya."


Shi Ma Ong tersenyum dan berkata,


"Emangnya kenapa ? dengan kekuatan kita saat ini, bahkan terhadap ayahnya sekalipun kita tidak perlu takut, apalagi putranya.."


"Cepat atau lambat kita juga pasti akan berbenturan dengan Legenda Hidup itu."

__ADS_1


"Sudah waktunya menurut ku, kamu Sie Bun Houw menggantikan ketenarannya."


Bun Houw menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Meski kekuatan kita saat ini cukup kuat, tapi kalau tidak terpaksa kita seharusnya menghindari bentrokan dengan Pasukan Naga Hitam."


"Karena kita tidak mengetahui kekuatan pasukan itu secara jelas."


Bun Houw kemudian berkata dengan serius,


"Pangeran, putra guru ku itu sebaiknya kita jangan mengusiknya, dia memiliki kemampuan yang sangat mengerikan."


"Menghancurkan seluruh kekuatan kita saat ini, baginya adalah hal yang sangat mudah seperti membalikkan telapak tangan saja."


"Sebaliknya kita berdoa saja, jangan sampai terjadi sesuatu dengan keluarganya, bila tidak aku tidak berani membayangkan apa yang akan dia lakukan."


Zhou Wei dan Wen Pu yang mendengarnya merasa kurang puas tapi sebagai orang berpengalaman mereka memilih diam.


Pangeran Shi Ma Ong, tahu Bun Houw tidak pernah bicara sembarangan, meski kurang percaya tapi dia juga merasa Was-was di buatnya.


Sementara itu, Lu Fan yang membawa Shi Ma Ling memasuki lembah untuk menemui ayahnya.


Tapi dia menjadi terkejut dan gembira saat mengetahui Wu Song dan kakak perempuan nya sudah kembali ke lembah.


Dan masalah yang di tuduhkan kepada Wu Song dulu, kini sudah beres.


Maka acara kumpul keluarga, sekaligus menyambut kedatangan tamu pun dirayakan secara bersamaan.


Wu Song turun tangan memasak berbagai macam jenis masakan untuk memeriahkan acara tersebut.


Wu Song berkata sambil tersenyum,


"Maaf bila masakan ku tidak seenak Bun Houw, harap di maklumi."


Lu Fan sambil tertawa berkata,


"Tidak apa-apa, kakak Song yang paling penting kamu masak nasinya harus banyak, lauk enak atau tidak bukan masalah."


Lu Sun tahu anak keparatnya, lagi-lagi sedang menyindirnya.


Tapi dia pura-pura tidak tahu, karena bila dia menyahutnya, ini sama dengan membuka boroknya di depan orang.


Terutama di sana kini hadir dua gadis muda yang cantik-cantik tentu dia harus jaga imagenya.


Tapi Lu Fan benar-benar tidak memberinya muka, dengan pura-pura bodoh dia mengeluarkan sebaskom nasi dan meletakkannya di depan Lu Sun dan berkata,


"Benarkan ayah yang penting nasi harus banyak.?"


Siau Ching yang angkat bicara menegur Lu Fan,


"Fan er jaga sikap mu.!"

__ADS_1


Lu Fan meletakkan lidahnya dan berkata,


"Ya Bu.. maaf.."


__ADS_2