
Ternyata Lu Fan kini merubah gaya bersilat nya dengan sepasang kaki di atas tangan di bawah.
Gerakan ini cukup membingungkan Pei Feng sehingga dia menggunakan kedua tangan nya untuk menangkis tendangan yang Lu Fan lepaskan kearah kepala dan dadanya.
Tapi di saat benturan dahsyat terjadi, Lu Fan dengan lihainya menggunakan kedua tangan nya yang berada di bawah untuk menyerang Dan Tian dan Tongkat pusaka milik Pei Feng.
Dalam keterkejutan Pei Feng terpaksa melompat mundur menjauh.
Tapi diluar dugaan tangan Lu Fan bisa memanjang.
Tidak ada cara lain Pei Feng terpaksa mengangkat sebelah kakinya untuk menangkis, sedangkan serangan ke dantian Pei Feng terpaksa menerima dengan perutnya.
Lengan Lu Fan secara aneh tertelan kedalam perutnya, kemudian di tolak kembali dengan kekuatan dua kali lipat.
Sehingga Lu Fan terpental menjauhi Pei Feng.
Kini kedua jagoan itu, terpaksa terpisah saling menjauhi.
Mereka masih sama-sama saling mengamati, tidak ada yang bersedia bergerak duluan, mereka masih saling mengamati kelemahan lawan masing-masing.
Begitu ada yang lengah mereka akan segera maju menyerang.
Mereka mulai saling bergerak berputaran saling mengelilingi lawan.
Tapi lawan juga mengikuti arah pergerakan lawan mereka.
Pei Feng perlahan-lahan mulai menggeser kakinya mendekati Lu Fan selangkah demi selangkah.
Lu Fan masih dalam posisi jungkir balik sambil tersenyum nakal menatap kearah Pei Feng.
Sebelum Pei Feng semakin mendekat Lu Fan Sudah bergerak terbang duluan menyerang kearah Pei Feng dengan sepasang kakinya yang berputar-putar seperti Baling-baling kipas angin.
Suara deru angin tendangan yang memcicit, menunjukkan tendangan Lu Fan diisi dengan kekuatan dahsyat yang mematikan.
Pei Feng memutar kedua tangannya menangkis serangan tendangan Lu Fan dengan kuat dan mantap.
Pei Feng menangkis sambil bergerak mundur,
mematahkan kekuatan daya dorong Lu Fan.
Tapi tiba-tiba dia menjadi sangat kerepotan dan terpaksa melompat menjauh sambil memberikan pukulan dahsyat yang mengeluarkan cahaya biru dan uap biru dari tangannya.
Lu Fan terpaksa melompat mundur menjauh, menghindar sinar bola biru yang meluncur kearah nya.
__ADS_1
Ternyata Lu Fan tadi selain menyerang dengan sepasang kakinya, tiba-tiba dia juga membarengi dengan serangan cakarnya.
Gerakan di luar nalar, yang mana hanya orang yang tidak memiliki tulang pinggang sehingga tubuhnya bisa ditekuk sesuka hati lah yang bisa melakukannya.
Membuat kakek Pei Feng melompat menjauh dan untuk mencegah Lu Fan mengejarnya dia menggunakan salah satu jurus rahasia miliknya pukulan awan biru.
Mereka kembali terpisah mundur saling menjauh.
Kejadian seperti itu berulang sampai ratusan kali, tanpa terasa mereka sudah bertempur hampir seharian belum ditemukan siapa menang siapa kalah.
Bangunan disekitar sana sudah hancur dan rata dengan tanah semua.
Lu Fan dan Pei Feng sama-sama tertawa terbahak bahak, mereka sama-sama tidak pernah bertemu musuh sekuat dan se alot ini.
Di sekitar sana kini hanya terlihat Sonia dan Cin Liong yang duduk ditempat berlawanan memperhatikan pertarungan jagoan mereka masing-masing.
Ke 9 tetua yang bersama Sonia, kini telah pergi meninggalkan Sonia sambil menggendong kedua pelayan Sonia yang pingsan, mereka berencana pulang ke Persia.
Melaporkan apa yang terjadi dengan Sonia dan pemuda sakti yang dia akui sebagai suaminya.
Mereka bukan Lu Fan tidak ada gunanya memaksakan diri mengantar nyawa, lebih baik mereka pulang memberikan laporan.
Biar nanti kepala kuil yang memutuskan langkah dan tindakan selanjutnya yang akan di ambil untuk Sonia.
Kedua orang yang memiliki watak sama, sama-sama menyukai lawan tanggu.
Dan menuntaskan kepuasan mereka dalam beradu silat.
Meski dalam jurus serangan Lu Fan unggul tapi dalam kekuatan pertahanan dan keuletan Pei Feng juga lebih unggul dari Lu Fan.
Sehingga sangat sulit ditentukan siapa menang dan siapa kalah.
Pertempuran terus berlanjut tak terasa malam pun berganti pagi.
Melihat matahari mulai terbit, Lu Fan mulai mengeluarkan jurus pamungkas nya.
Tubuh Lu Fan perlahan-lahan melayang keatas aura yang di keluarkan dari tubuhnya sangat tidak biasa.
Cuaca yang tadinya cerah kini berubah drastis, bumi bergetar, langit juga bergetar, awan hitam bergulung-gulung datang menutupi cahaya matahari.
Hujan es mulai turun, tubuh Lu Fan perlahan-lahan berubah seluruh kulitnya berubah hijau bersisik, rambutnya pun berubah kehijauan
Di kepalanya tumbuh sepasang tanduk Naga, taring panjang muncul menghiasi kedua sudut bibirnya.
__ADS_1
Sepasang matanya merah menyala seperti warna darah.
Lu Fan mengeluarkan raungan yang menggetarkan seluruh kota Bei Hai.
Pei Feng sedikit terkejut dengan perubahan Lu Fan, tapi dia tidak jerih sama sekali.
Dengan tenang dia memasang kuda-kuda, sepasang tangannya di rangkap kan di depan dadanya.
Seluruh tubuhnya memancarkan cahaya kebiruan, semakin lama semakin pekat dan tebal.
Sementara itu Lu Fan yang melayang-layang diudara sudah mengayunkan senjata Dewa Legendaris yang dia warisi dari ayahnya kearah Pei Feng.
Lu Fan melepaskan jurus pertamanya untuk melihat reaksi dari Pei Feng.
Di belakang Pei Feng kini samar-samar muncul sebuah bayangan seorang berkulit hitam legam berkepala botak.
Wajahnya di penuhi brewok tebal, matanya terbuka lebar sedang melotot kearah Lu Fan, dia menggunakan kalung tasbih yang bulat-bulat dan besar-besar.
Seiring datangnya tebasan Lu Fan yang mengeluarkan cahaya kehijauan.
Pei Feng juga sambil berteriak mendorong sepasang telapak tangannya yang dirangkapkan didepan dada kedepan.
Sosok di belakang Pei Feng juga mengikuti Pei Feng melakukan hal yang sama seperti sedang memberikan dukungan kepada Pei Feng.
Benturan dahsyat tidak terhindarkan menimbulkan bias cahaya biru dan hijau menyebar ke segala arah.
Cin liong terlempar jauh dan memuntahkan darah dengan wajah pucat.
Dia cepat-cepat duduk bersila menetralisir kekuatan yang menerjangnya tadi.
Yang paling parah adalah Sonia dia terpental jauh dengan tubuh bergulingan, pakaiannya compang camping .
wajahnya pucat sepasang matanya terpejam dia terlihat tidak bernafas lagi.
Pei Feng yang khawatir dengan Cin liong murid sekaligus anak angkatnya, sudah tidak memperdulikan Lu Fan.
Dia langsung duduk di belakang Cin liong menempelkan sepasang telapak tangannya di belakang Cin Liong.
Sedangkan Lu Fan yang melihat kondisi Sonia dia sangat kaget, dia mengira gadis itu sudah pergi bersama rombongan 9 orang itu.
Ternyata gadis itu malah masih ada disana, Lu Fan kehilangan mood untuk melanjutkan pertarungan lagi.
Dia segera menyambar tubuh Sonia yang hampir telanjang, menggendongnya terbang menggunakan Jin Tou Yun.
__ADS_1
Meninggalkan tempat tersebut tanpa banyak bicara lagi, Lu Fan sudah berubah kembali kebentuk asalnya.
Lu Fan kembali memasukkan sebutir pil nirwana kemulut Sonia, sekali ini Lu Fan menggunakan tiupan Chi dengan menempelkan bibirnya ke bibir Sonia dan mendorong pil tersebut masuk kedalam perut Sonia