LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PERTEMPURAN PANGLIMA SIE,


__ADS_3

Si Topeng Besi yang sedang melakukan serangan menekan bertubi-tubi, hingga pedang pelangi nya hampir berhasil menusuk leher Bun Houw, Ouw Yang Mo dan See Thian Lau Mo.


Ketiga orang itu hanya bisa berdiri terbelalak menatap pedang yang hanya beberapa senti dari leher mereka.


Disaat mereka baru habis melepaskan pukulan sekuat tenaga mereka yang hanya menemui tempat kosong.


Sehingga saat serangan di topeng besi tiba tidak ada kesempatan untuk menghindar atau Menangkis lagi, serangan yang aneh cepat seperti kilat, muncul dari arah tak terduga.


Tapi tiba-tiba Pedang yang didepan leher mereka secara ajaib di tarik mundur oleh si Topeng Besi.


Begitu pula dengan Formasi Pat Kwa miliknya, yang mengurung mereka juga sirna tak berbekas.


Si Topeng Besi lenyap dari hadapan mereka, muncul ditempat yang jauh, melepaskan sebuah kembang api ke udara, sambil berkata,


"Xie Bun Houw kamu sungguh licik dan hina,!"


"Sementara titip dulu kepala mu itu ditempat nya, suatu hari aku pasti akan mengambilnya kembali."


Melihat tanda kembang api yang di lepaskan oleh Bun Houw, Pasukan nya yang sedang saling menekan dengan Pasukan Rajawali Merah sangat terkejut.


Ajudan Gao, meski berat, tapi dia tidak berani membangkang perintah Si Topeng Besi.


Dia segera memberi kode agar Pasukannya bergerak mundur dari arena pertempuran.


Mereka mundur dengan sangat teratur dan rapi, tidak terlihat celah kelemahan sama sekali.


Sehingga para komandan pasukan Rajawali Merah hanya saling pandang, mereka tidak ada yang berani mengambil keputusan melakukan pengejaran.


Karena takut ini adalah jebakan yang di buat oleh Ajudan Gao, untuk memberikan mereka pukulan terakhir.


Hal ini membuat pasukan Ajudan Gao bisa mundur dengan mudah tanpa halangan dari pasukan Rajawali Merah.


Di ibukota Jiang Xia Pertempuran kini bergeser ke gudang ransum sebelah selatan, karena Gudang perbekalan sebelah Utara telah berhasil di kuasai oleh Biksu Hong Ti dan beberapa tetua dari Xu San.


Setelah mereka berhasil menewaskan Biksu Hong Sin, Pai Hu Lao Jen, Thie Mien Cin Jin dan Im Yang Cin Jin.


Pasukan Rajawali Merah yang tidak kuat menghadapi gempuran dari para pendekar Shaolin dan Xu San akhirnya bergerak mundur menuju gudang selatan.

__ADS_1


Pasukan Rajawali Merah memang menang jumlah, cuma menghadapi pertempuran di tengah kota yang sempit.


Mereka kurang leluasa bergerak, mengandalkan jumlah banyak, mereka terpaksa terpecah-pecah menjadi kelompok-kelompok kecil.


Yang harus menghadapi para pendekar yang sangat ahli dalam pertempuran satu lawan satu.


Hal inilah yang membuat mereka gagal memanfaatkan jumlah banyak melakukan pengepungan.


Sedangkan anak panah tidak bisa mereka lepaskan dalam pertempuran sarawut, bercampur aduk tersebut.


Karena panah mereka bisa nyasar dan mengenai, teman mereka sendiri.


Zhou Ba dan Wen Pu terlihat mulai sangat kelelahan menghadapi tekanan keroyokan para pendekar, kedatangan rombongan biksu Shaolin dan pendeta Xu San membuat posisi mereka semakin berbahaya.


Zhou Wei, terpaksa di ungsikan dan di lindungi oleh para pasukan Rajawali Merah.


Dia mengatur barisan pasukan Rajawali Merah dalam melakukan pengepungan.


Dia berada di sebuah menara pengintai yang terletak di sisi gerbang selatan.


Dia memberikan komando dengan kibasan bendera sebagai kode kepada Pasukan Rajawali Merah yang sangat terlatih.


Lalu bergerak mundur kearah Dermaga Xia Kou, kemudian menggunakan kapal-kapal didermaga Xia Kou melarikan diri kembali ke Wan Kou.


Dermaga milik Lu Jiang yang telah berhasil mereka kuasai sebelumnya.


Sementara itu di tempat lain Yue Fei membawa 100.000 Pasukan Rajawali Merah.


Melakukan penghadangan dan terjadilah pertempuran sengit.


Karena kalah jumlah, ditambah lagi Pasukan bentukan Si Topeng Besi memiliki Pasukan Tameng dan pergerakan yang rapi dan kuat.


Hal ini membuat Yue Fei akhirnya membawa sisa Pasukan Rajawali Merah melarikan diri terbirit-birit.


Panglima Sie yang curiga Yue Fei, membuat jebakan untuk mereka, tidak mau melakukan pengejaran dia membiarkan Yue Fei lolos begitu saja.


Pasukan besar nya kemudian bergerak terus maju, setelah melewati tempat Yue Fei dan Pasukannya melarikan diri.

__ADS_1


Panglima Sie baru menyadari Yue Fei benar-benar melarikan diri terbirit-birit bersama Pasukannya.


Bukan sedang menjebaknya, dengan hati kesal dan sedikit menyesal, Panglima Sie memimpin pasukannya terus bergerak kedepan.


Tapi lagi-lagi Yue Fei muncul melakukan serangan membokong dari kiri kanan hutan membawa pasukan dalam jumlah lebih banyak di perkirakan mencapai 2 kali lipat.


Tapi lagi-lagi dia harus menelan pil pahit tanpa hasil membawa pasukannya melarikan diri kedalam hutan.


Panglima Sie, tidak mau mengambil resiko mengejar Pasukan Rajawali Merah dengan masuk kedalam hutan yang tidak mereka kenali medannya.


Sehingga dia memutuskan tidak melakukan pengejaran dan terus bergerak maju mendekati Ru Nan.


Ketika melewati tapal batas wilayah Ru Nan, terlihat Yue Fei dan Shi Ma Ong kini muncul bersamaan menyambut Pasukan besar yang di pimpin oleh Panglima Sie di dampingi oleh Yi Yi dan ketiga Jendral Hei, Bai dan Huang


Kini Shi Ma Ong dan Yue Fei membawa 250.000 Pasukan Rajawali Merah, melakukan penghadangan di sebuah area yang sangat luas dan terbuka, sepanjang mata memandang hanya rumput pendek yang luas dan hijau.


Pertempuran pun terjadi dengan sengit di sini, pertempuran bar-bar saling menekan dan membantai.


Korban di kedua belah pihak mulai berjatuhan, karena kalah jumlah, Pasukan Yue Fei terus bergerak mundur.


Akhirnya karena kalah jumlah mereka kembali melarikan diri.


Sekali ini Panglima Sie Tidak mau melepaskannya begitu saja, apalagi di sana terlihat akar masalah Shi Ma Ong.


Di tambah dengan keadaan Medan perang yang merupakan dataran luas, yang tidak terlihat ada hutan maupun lereng gunung, atau jalan sempit yang bisa menghadang pergerakan pasukan mereka dengan jebakan.


Panglima Sie berseru dengan lantang sambil mengangkat pedangnya keatas dan menjepit perut kudanya dengan kedua kakinya.


Lalu memacu kudanya bergerak mengejar sambil berteriak,


"Seranggg...!! Seranggg...!! Seranggg...!!"


Maka seluruh pasukan pun bergerak melakukan pengejaran kearah Pasukan Rajawali Merah yang melarikan diri.


Pasukan Rajawali Merah terus melarikan diri, menyebrangi rawa-rawa dengan sepatu khusus yang mereka siapkan dan sepasang Tongkat ditangan.


Dengan sepatu khusus yang beralaskan papan ringan mereka dapat meluncur ringan menyeberangi rawa-rawa seperti orang sedang bermain ski diatas es.

__ADS_1


Dari jauh pergerakan mereka tidak terlihat jelas, mereka hanya terlihat seperti sedang melarikan diri terbirit-birit, membuang senjata tameng bahkan Bendera kebanggaan pun mereka buang dan lempar begitu saja tergeletak di atas tanah.


__ADS_2