LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
NASIB ALUNG DAN ZHOU XUAN


__ADS_3

Lu Fan tidak ambil perduli dengan tubuh yang jatuh bertumbangan seperti pohon pisang ditebang.


Dia terus memenggal kepala Pasukan Rajawali Merah, entah kenapa semakin banyak dia menebas kepala orang.


Dia merasa kekuatan dan aura tubuhnya terus mengalami peningkatan.


Lu Fan tidak menyadari yang meningkat adalah aura Siluman dan kekuatan silumannya.


Dalam waktu tidak sampai satu jam 300.000 tubuh manusia, berserakan tanpa kepala ditengah hamparan area luas, di depan gerbang benteng Chen Liu.


Seluruh orang yang berada di atas tembok, baik Pasukan penjaga kota, maupun Pasukan bantuan gabungan para pendekar.


Mreka semua menatap ngeri ke arah Lu Fan, Lu Fan sendiri tidak ambil pusing.


Dengan santai dia mengumpulkan kepala yang berserakan di atas tanah, untuk dimasukkan kedalam karung yang dia bawa.


Setelah mengumpulkan beberapa saat Lu Fan merasa bosan, dia meluruskan pinggang mengelap dahinya yang berkeringat.


Lalu menoleh ke atas tembok di mana semua orang masih terus berdiri di sana memperhatikan gerak-gerik nya dengan perasaan takut dan cemas.


Lu Fan yang merasa dirinya di jadikan tontonan menjadi tidak senang.


Dia mempelototi mereka dan berkata,


"Tidak cepat turun membantu tuan mu, masih berdiri bodoh di sana, mau menunggu apa !?"


"Apa menunggu ku marah, dan mengantar kalian menyusul mereka..!?"


Ucapan Lu Fan dengan pengerahan Chi membuat semua orang yang berdiri diatas tembok.


Seperti mendengar suara turun dari langit, padahal jarak mereka dan Lu Fan cukup jauh.


Tanpa menunggu ucapan kedua kali, mereka semua bubar ketakutan, turun membuka gerbang.


Berhamburan keluar berlarian kearah karung yang di geletakkan Lu Fan di atas tanah, mereka tanpa banyak suara.


Segera bahu membahu mengumpulkan kepala yang berserakan untuk di masukkan ke dalam karung.


Lu Fan sekarang hanya berdiri diam meletakkan tangan di pinggang dengan bibir tersenyum berkata,


"Tubuh-tubuh itu tolong di kumpulkan jadi satu ya sekalian."

__ADS_1


Di dalam hati Lu Fan bersorak kegirangan, ternyata memiliki kemampuan begitu menyenangkan.


Ada perasaan yang familiar mirip seperti perasaan nya dulu menghajar walikota Xiao Pei.


Tapi yang ini lebih memuaskan dan menyenangkan, melihat semua orang bergerak cepat mulai memindah-mindahkan tubuh-tubuh tanpa kepala, dikumpulkan jadi satu tumpukan menggunung.


Lu Fan tersenyum puas, kemudian berjalan ke arah Alung dan Zhou Xuan, yang masih terkapar tidak sadarkan diri.


Lu Fan mendorong telapak tangannya kearah langit, mengkondensasi awan menjadi uap air yang mengguyur deras ke bawah.


Tapi hanya di bagian seputar Alung dan Zhou Xuan terbaring, sehingga kedua orang itu pun sadar, karena wajah mereka terguyur air hujan yang dingin.


Di tempat orang-orang yang sedang mengumpulkan kepala dan tubuh mereka menatap dengan terbelalak tak percaya.


Kearah fenomena yang terjadi di tempat Alung dan Zhou Xuan.


Tapi sesaat kemudian mereka tersadar dari keterpanaan mereka, saat Lu Fan dengan sadis memotong sepasang kaki dan tangan Alung dengan senyum dingin tanpa ekspresi.


Alung mengigit bibirnya sampai berdarah, tapi tidak sepatah katapun dan suara jeritan kesakitan terdengar.


Hanya sepasang matanya yang menatap Lu Fan dengan penuh kebencian.


Berbeda dengan Alung, Zhou Xuan yang belum di eksekusi sudah memohon ampun dengan celana basah dan tubuh gemetaran ketakutan.


Sebaliknya Lu Fan memandang Zhou Xuan dengan tatapan menghina dan jijik.


Lu Fan menghempaskan kakinya, kemudian dengan sadis dia memotong kaki dan tangan Zhou Xuan sambil tersenyum dingin.


Lu Fan sengaja melakukan dengan pelan-pelan sambil menikmati suara jeritan Zhou Xuan, yang bagi telinganya seperti mendengar nyanyian musik instrumen dari surga.


Lu Fan memejamkan sepasang matanya menengadahkan kepalanya dan sedikit menggelengkan kepalanya kekiri dan ke kanan,


Seperti orang sedang menikmati musik.


Lu Fan tidak memotongnya sampai putus, dia memotongnya sampai tersisa 1/4 bagian yang terkatung-katung, putus tidak nyambung juga tidak.


Sambil tersenyum dingin Lu Fan kembali membuka matanya saat suara jeritan Zhou Xuan berhenti.


Rupanya Zhou Xuan telah pingsan tidak sadarkan diri, akibat tidak kuat lagi menahan sakit.


Lu Gan dengan santai mengeluarkan sebotol obat pengering luka, Lu Fan menaburkan ke luka di sepasang kaki dan tangan Alung.

__ADS_1


Agar jangan sampai mati kehabisan darah, karena dia masih punya tujuan dan rencana lain buatnya.


Setelah mengobati Alung, Lu Fan baru mengobati Zhou Xuan sambil menutup hidung, karena aroma Pesing yang keluar dari tubuhnya.


Setelah menaburkan obat luka, Lu Fan mengeluarkan sebuah botol lain yang berupa cairan racun gatal yang pernah dia ciptakan sendiri.


Lu Fan kemudian menaburkan nya sedikit ke luka Zhou Xuan.


Tidak butuh waktu lama Zhou Xuan matanya kembali terbuka dan menjerit-jerit tidak karuan, karena di tempat lukanya kini mengalami gatal yang sangat hebat.


Seperti sedang di gigit oleh ribuan semut api, di setiap area lukanya, akhirnya dengan suara terputus-putus Zhou Xuan menjerit dengan suara putus-putus.


"Bunuh....argh...bunuh...saja...aku...aku ..mohon.argh...!!"


Lu Fan sambil tertawa dingin berkata,


"Bunuh.. membunuh mu... enak saja, aku ingin kamu hidup seribu tahun, merasakan sakit hati yang kalian tinggalkan untuk ku dan untuk wanita yang paling ku sayangi di dunia ini. selain ibu ku."


Setelah berkata sampai di situ, Lu Fan menjatuhkan diri berlutut menghadap ke arah kota Xiao Pei dan menangis tersedu-sedu seperti orang gila.


Orang-orang yang sedang sibuk bekerja kini mereka kembali melihat kearah Lu Fan dengan heran, tadi tertawa sekarang menangis.


Di dalam hati mereka semua sepakat, bahwa Lu Fan adalah orang yang terganggu pikirannya.


Mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka sambil menggelengkan kepala.


Sebagian menyesalkan dan merasa kasihan dengan Lu Fan, seorang pemuda yang masih begitu muda sakti gagah dan tampan, tapi harus mengalami sakit jiwa.


Sebagian lainnya berpikir lebih cepat menyelesaikan pekerjaan mereka, dan cepat-cepat menjauhi Lu Fan.


Adalah pilihan paling tepat, sebelum orang gila ini kembali mengamuk dan mereka menjadi sasaran kebrutalan nya.


Lu Fan akhirnya menghentikan tangisannya, sambil menengadah menatap langit, Lu Fan berkata.


"Selamat jalan ayah, Fan er bersumpah akan memberikan mereka balasan setimpal, agar ayah bisa tenang di sana."


Setelah itu Lu Fan berdiri menghampiri beberapa tumpukan tubuh yang menggunung.


Dengan sekali kibasan tangan nya, tumpukan tubuh manusia itu terbakar menjadi debu.


Setelah melakukan beberapa kali kibasan tangan maka seluruh tumpukan mayat tanpa kepala kini semua sudah hilang menjadi debu.

__ADS_1


Lu Fan Kemudian mengikat semua karung menjadi satu, kemudian dengan tangan kiri menyeret karung, tangan kanan menenteng rambut Alung dan Zhou Xuan.


Lu Fan terbang menaiki Jin Tou Yun meninggalkan tempat tersebut.


__ADS_2